<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547287089621338152</id><updated>2011-07-30T13:44:11.062-07:00</updated><title type='text'>kisah politik</title><subtitle type='html'>kumpulan kisah seputar politik, politisi,dan segala sesuatunya dari sudut pandang saya</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>ceritapolitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03581870292337704400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>47</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547287089621338152.post-3342777651175522117</id><published>2010-05-27T21:27:00.000-07:00</published><updated>2010-05-27T21:28:11.604-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;blog ini sudah pindah ke&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dianwidiyanarko.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;silahkan ke sana untuk update terbarunya...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547287089621338152-3342777651175522117?l=kisahpolitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/feeds/3342777651175522117/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2010/05/blog-ini-sudah-pindah-ke.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/3342777651175522117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/3342777651175522117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2010/05/blog-ini-sudah-pindah-ke.html' title=''/><author><name>ceritapolitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03581870292337704400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547287089621338152.post-318508509763947317</id><published>2010-05-27T21:24:00.000-07:00</published><updated>2010-05-27T21:26:46.028-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Blog ini sudah dipindah ke http://dianwidiyanarko.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ikuti up date tulisan terbaru di sana&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547287089621338152-318508509763947317?l=kisahpolitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/feeds/318508509763947317/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2010/05/blog-ini-sudah-dipindah-ke.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/318508509763947317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/318508509763947317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2010/05/blog-ini-sudah-dipindah-ke.html' title=''/><author><name>ceritapolitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03581870292337704400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547287089621338152.post-6786981073248017799</id><published>2010-04-19T04:17:00.000-07:00</published><updated>2010-04-19T04:21:31.045-07:00</updated><title type='text'>Dunia Politik dari Balik Layar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_FdsTa_WjA30/S8w8JEpoqmI/AAAAAAAAAC4/ZmY4V3IfeIE/s1600/buku+indra.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 219px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FdsTa_WjA30/S8w8JEpoqmI/AAAAAAAAAC4/ZmY4V3IfeIE/s320/buku+indra.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461806574658431586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Judul Buku : “Mengalir Meniti Ombak: Memoar Kritis Tiga Kekalahan”&lt;br /&gt;Penulis  : Indra Jaya Piliang. &lt;br /&gt;Penerbit : Penerbit Ombak, Yogyakarta. &lt;br /&gt;Sampul &amp; Lay Out: Dian Qamajaya.&lt;br /&gt;Jumlah Halaman : xxiii &amp; 568 halaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi politisi dan berjuang sebagai caleng ternyata tidak mudah. Indra Jaya Piliang sebagai politisi baru membuktikan hal itu. Pengalaman itu direkam Indra dalam sebuah buku memoarnya “Mengalir Meniti Ombak”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang tahu, Indra yang dikenal luas sebagai analis dan pengamat politik CSIS telah beralih profesi menjadi politisi. Namun tidak banyak yang tahu apa yang dialami Indra setelah menjadi politisi. Nah dalam buku yang diterbitkan Ombak setebal 568 halaman tersebut, dia menceritakan dunia politik yang dihadapinya. Cerita Indara ini semacam cerita di balik layar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena memotret utuh dari balik layar, cerita Indra dalam memornya ini tentu lebih lengkap dan detail dari cerita yang didapat dari pemberitaan atau kabar di media. Dalam memoarnya misalnya Indra menceritakan motivasinya menjadi politisi karena bencana gempa di kampong halamannya di Sumatra Barat. Tanpa menjadi politisi atau birokrat dia tidak bisa berbuat banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu bagi Indra politisi bukanlah pekerjaan terkutuk, sekalipun lebih banyak orang mengutuknya. Menurut dia pekerjan apa pun bisa masuk kategori terkutuk itu, kalau dilakukan oleh orang atau manusia berkelakuan terkutuk. Dia juga menceritakan pengalaman dari kecil sampai menjadi analis politik terkenal sebagai pembuka bukunya.&lt;br /&gt;Buku Indra ini menarik di baca, karena cerita seperti ini cukup langka. Banyak intelektual masuk parpol, tapi tak banyak yang menuliskan pengalamannya dengan detail seperti Indra. Indra dengan gamblang menceritakan betapa terjalnya dunia politik. Suatu pemandangan yang kadang luput dari pengamatannya sebagai analis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu biasanya jika sudah berpolitik dan sibuk dengan urusan partai, politikus tidak akan sempat menulis. Namun Indra melakukan sebaliknya. Rekan sesama celeg Golkar yang masuk melalui jalur khusus Meutya Hafid, menyebut Indra sebagai intelektual cum politisi pencatat. Seorang politisi yang aktif, kta Meutya, tak banyak yang memiliki waktu untuk menulis dengan baik, tapi Indra kebalikannya, semakin tinggi aktivitas politiknya, semakin produktif dia menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum buku Indra ini menceritakan tiga kegagalan Indra selama berpolitik. Mulai dari kegagalan sebagai caleg dalam pemilihan anggota DPR 9 April 2009, kekalahan di pilpres 8 juli 2009, di mana dia menjadi tim sukses JK-Wiranto, dan pemilihan ketua umum Golkar 7 Oktober 2009 di mana dia mendukung Yuddy Chrisnandi.&lt;br /&gt;Lebih dari itu hal menarik justru bukan dari narasi besar tiga kekalahan itu. Tapi bagaimana cerita detail yang dialami Indra selama proses kompetisi di dunia politik. Dengan kata lain Indra menceritakan apa yang ada di belakang layar. Misalnya bagaimana sulitnya mencari dapil dan nomor urut, kampanye dengan logistic terbatas, serta intrik di dalam partai Golkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka apa yang ditulis Indra ini bisa jadi bekal pengetahuan bagi mereka yang ingin terjun ke politik. Sebab akan terlihat dunia politik dan kepartaian yang sebenarnya itu seperti apa. Ini bukan hanya untuk kader Golkar saja, namun untuk semua politisi. Utamanya yang baru terjun atau belajar berpolitik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indra juga bercerita banyak mengapa dia masuk Golkar dan mengabaikan tawaran partai lainnya. Dia juga merefleksikan metamorfosisnya dari pemgkritik menjadi pembela Partai Golkar. Apa yang dituliskan Indra sangat runtut,nyata, serta detail. Karena dia memang selalu menyempatkan menulis dengan laptopnya setiap berkegiatan.&lt;br /&gt;Lebih lanjut dalam buku itu Indra sekaligus ingin menyampaiakan pesan yang penting, bahwa kekalahan bukan akhir segalanya. Bahwa sejarah boleh juga ditulis oleh mereka yang kalahh bukan hanya milik pemenang. Mengutip mantan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla yang menulis kata pengantar di buku tersebut, Indra sedang memaknai kekalahannya. Indra tidak menangisi kekalahan tapi menertawakan kekalahan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547287089621338152-6786981073248017799?l=kisahpolitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/feeds/6786981073248017799/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2010/04/dunia-politik-dari-balik-layar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/6786981073248017799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/6786981073248017799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2010/04/dunia-politik-dari-balik-layar.html' title='Dunia Politik dari Balik Layar'/><author><name>ceritapolitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03581870292337704400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_FdsTa_WjA30/S8w8JEpoqmI/AAAAAAAAAC4/ZmY4V3IfeIE/s72-c/buku+indra.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547287089621338152.post-8088532177372626232</id><published>2010-03-23T02:07:00.000-07:00</published><updated>2010-03-23T02:09:47.333-07:00</updated><title type='text'>Peniadaan Pemilihan Langsung dan Pembatasan Jabatan</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_FdsTa_WjA30/S6iFJTf-59I/AAAAAAAAACw/52ZiriJ27ZM/s1600-h/nu+putih.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 219px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FdsTa_WjA30/S6iFJTf-59I/AAAAAAAAACw/52ZiriJ27ZM/s320/nu+putih.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451753743831721938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Banyak wacana mengemuka menjelang Muktamar NU. Wacana tidak saja berputar soal figure kandidat namun juga terjadi di tataran sistem. Misalnya muncul wacana agar pemiliha ketua umum tidak dilakukan secara langsung, namun ditunjuk oleh formatur (ahlul halli wal ahdi) yang ditetapkan dalam muktamar yang biasanya para kiai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wacana ini diserukan sekelompok anak muda NU menyelenggarakan Halaqah Nasional Warga NU  “Muktamirin sebaiknya hanya memilih langsung Rais ‘Am Syuriyah dan dewan kolektif Syuriyah, dan ketua tanfidziyah atas usulan muktamirin, dipilih oleh dewan kolektif syuriyah,” kata salah satu peserta halaqah dari Rumadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumadi mengatakan cara itu akan mampu membuat kepemimpinan NU menjadi solid. Dia mengatakan dualisme kepemimpinan NU akan terus terjadi manakala tanfidizyah dan syuriyah dipilih langsung oleh muktamirin. Sebab kedua lembaga itu belum tentu bisa cocok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasekjen PBNU Saiful Bahri Ansori mengatakan usulan tersebut memang muncul. Dia mengatakan hal itu bukan hal baru karena pernah dilakukan di Muktamar Situbondo di mana formatur memilih KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menjadi ketua umum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Saiful mempertanyakan jika usulan ini dikemukakan oleh kalangan muda NU. Sebab pemilihan langsung yang sesuai dengan semnagat demokrasi biasanya yang diusulkan anak muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anak-anak muda ini kan biasanya inginnya demokratis ini kok pengen cara yang dipilih langsung, ini ada apa di balik itu,” tanyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain soal itu, juga muncul wacana pembatasan jabatan ketua umum PBNU. Dalam lokakarya yang diikuti badan otonom (banom) NU akhirnya usulan pembatasan jabatan disepakati. Pembatasan jabatan maksimal dua periode itu diambil dalam siding komisi organisasi pada halaqah pra Muktamar. Namun keputusan finalnya nanti dibahas dalam Muktamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan di halaqah sendiri disepakati dengan mudah atau tanpa adu argumentasi yang panas oleh para peserta. Para peserta yang hadir terdiri dari perwakilan badan otonom, lembaga dan lajnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menyadari pentingnya pengaturan masa jabatan maksimal agar proses kaderisasi di NU tetap berjalan dengan baik. Kesepakatan pembatasan tidak hanya untuk ketua umum PBNU saja tapi juga ketua terpilih di tingkat wilayah atau di bawahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, untuk badan otonom yang berbasiskan umur seperti GP Ansor, Fatayat NU, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan pelajar Putri Nahdlatu Ulama (IPPNU), ketua umum diusulkan hanya sekali saja. Saat ini batasan tersebut baru berjalan di IPNU dan IPPNU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya pada muktamar sebelumnya atau muktamar ke-31 NU yang berlangsung di Asrama Haji Donohudan Solo, usulan tersebut sudah dimasukkan, tetapi gagal disepakati karena adanya protes dari salah satu cabang yang mempertanyakan mengapa berkhidmad harus dibatasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar diketahui, selama ini di PBNU tercatat ada beberapa ketua umum yang menjabat lebih dari dua periode. Ketua umum yang paling lama menjabat adalah KH Idham Cholid yang menjabat selama 28 tahun antara tahun 1956-1984.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya ada juga KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang menjabat selama tiga periode atau 15 tahun antara 1984-1999.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai peristiwa yang terjadi pra muktamar itu membuktikan bahwa sangat besar dinamika dalam suksesi di tubuh NU. Persaingan ketat tentu akan semakin besar di muktamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Eksekutif IndoBarometer Mohammad Qodari mengatakan dalam memilih pemimpin ke depan NU harus mampu menghadirkan pemimpin yang mampu membawa NU semakin besar. Dia mengatakan pemimpin nahdliyin harus mampu menjadi manajer yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“NU ini sudah besar, hanya perlu dimanajeri lagi lebih baik sehingga potensinya bisa tersalurkan dengan baik,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qodari mengatakan pemimpin NU ke depan harus mampu membuat NU semakin besar. Dia mengatakan banyak potensi NU yang perlu diberdayakan agar lembaga ini semakin besar dan solid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ada salahnya pimpinan NU yang baru nanti merekrut orang-orang hebat yang mengerti manajemen untuk bergabung di kepengurusan PBNU,” sarannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547287089621338152-8088532177372626232?l=kisahpolitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/feeds/8088532177372626232/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2010/03/peniadaan-pemilihan-langsung-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/8088532177372626232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/8088532177372626232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2010/03/peniadaan-pemilihan-langsung-dan.html' title='Peniadaan Pemilihan Langsung dan Pembatasan Jabatan'/><author><name>ceritapolitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03581870292337704400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FdsTa_WjA30/S6iFJTf-59I/AAAAAAAAACw/52ZiriJ27ZM/s72-c/nu+putih.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547287089621338152.post-4023117307593998274</id><published>2010-03-23T01:53:00.001-07:00</published><updated>2010-03-23T02:07:12.049-07:00</updated><title type='text'>Kepemimpinan Muda NU</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_FdsTa_WjA30/S6iEV2jkV5I/AAAAAAAAACo/-THVoyVXbWs/s1600-h/gus-dur-di-waktu-muda.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 275px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FdsTa_WjA30/S6iEV2jkV5I/AAAAAAAAACo/-THVoyVXbWs/s320/gus-dur-di-waktu-muda.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451752859888801682" /&gt;&lt;/a&gt; sumber foto:istimewa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap suksesi atau pergantian kepemimpinan selalu memunculkan wacana mengenai kepemimpinan muda. Di NU hal yang sama juga terjadi. Anak muda dinilai bisa ikut tampil dalam bursa kepemimpinan Nahdlatul Ulama (NU). Apalagi dalam sejarahnya anak mudalah yang berhasil memimpin dan sering memiliki inisiatif dan potensi untuk membesarkan organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh NU yang juga Mustasyar PBNU KH Mustofa Bisri menilai anak muda bisa memimpin NU ke depan. Sebab mereka memiliki pandangan jauh ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya mengatakan anak muda yang harus tampil, harus ingat, umur berapa KH Wahid Hasyim, dan yang lain semua di umur dua puluhan,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatut Thalibien Rembang ini mengatakan pandangan bahwa yang tua tidak memberi kesempatan pada yang muda harus dihapus. Dia juga meminta anak muda berani tampil ke depan dan tidak harus menunggu yang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anak muda harus tampil jangan sampai yang muda juga menyodorkan yang tua, itu menutup kesempatan mereka sendiri,” tukasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mustofa mengatakan anak muda perlu diberi peluang. Dia melihat usulan pembatasan periode kepemimpinan maksimal dua kali bisa menjadi pintu regenerasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh NU lainnya KH Said Hudairy mengatakan dulu saat organisasi NU tidak terurus dan kepemimpinan mandek, anak muda yang tampil membenahi. “Saat itu anak muda seperti Sahal Mahfudz, Gus Dur, Mustofa Bisri, dan lain-lain merasa prihatin dan tampil membenahi,” kata Said, di Jakarta, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Said yang juga termasuk salah satu dari mereka menceritakan saat itu elit dan pengurus NU tidak peduli lagi dengan organisasi. Mereka sibuk berpolitik dan mengamankan kursi di Senayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya anak muda ini yang mengambil kepemimpinan dan membenahi organisasi. Mereka juga kemudian menyusun maklumat kembali ke khitah di tahun 1984.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita yang tergabung dengan tim tujuh menyusun pokok-pokok kembali ke khitah,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Muktamar kemudian juga dilakukan penyegaran kepemimpinan. Sebab ketua umum PBNU KH Idham Colied kala itu sudah lama tidak diganti-ganti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya dibentuk formatur yang memilih Gus Dur jadi ketua umum. “Kalau tidak dipilih langsung kiai Idham bisa terpilih lagi,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Said mengatakan persoalan yang sama saat ini mulai tempak lagi. Karena itu dia menilai pembenahan perlu dilakukan dalam muktamar mendatang agar NU semakin baik ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasyim Muzadi juga mendukung hal itu. Dia mengatakan memimpin NU bukan soal tua atau muda. “Silahkan saja maju, kalau punya potensi dan kapabilitas tidak masalah berapapun umurnya,” ujar Hasyim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan pemimpin NU hanya perlu memiliki kapasitas untuk memimpin organisasi terbesar di Indonesia itu. Orang yang mampu melakukan itu adalah orang yang memiliki kapabilitas, bukan dilihat dari usianya. Apalagi pemimpin Nu selama ini juga berasal dari kaum muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pak Idham dulu muda, Wahid Hasyim juga muda, Gus Dur juga relative muda, dan saya saat terpilih dulu juga tidak setua sekarang. Jadi selama ini yang memimpin NU ya anak muda,” jelasnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547287089621338152-4023117307593998274?l=kisahpolitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/feeds/4023117307593998274/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2010/03/kepemimpinan-muda-nu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/4023117307593998274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/4023117307593998274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2010/03/kepemimpinan-muda-nu.html' title='Kepemimpinan Muda NU'/><author><name>ceritapolitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03581870292337704400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FdsTa_WjA30/S6iEV2jkV5I/AAAAAAAAACo/-THVoyVXbWs/s72-c/gus-dur-di-waktu-muda.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547287089621338152.post-1086037875605427023</id><published>2010-03-23T01:47:00.000-07:00</published><updated>2010-03-23T01:52:07.177-07:00</updated><title type='text'>Polemik Khitah dan Politik Praktis</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_FdsTa_WjA30/S6iA9a4nofI/AAAAAAAAACg/CAkWtOjDxUc/s1600-h/hasyim.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FdsTa_WjA30/S6iA9a4nofI/AAAAAAAAACg/CAkWtOjDxUc/s320/hasyim.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451749141609161202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Isu yang selalu mengemuka pra Muktamar NU adalah kritik terhadap kepemimpianan Hasyim Musadi. Kritik itu selalu dikaitkan dengan aktivitas politik praktisnya. Mamang sebagian besar amnuver politiknya kandas, mulai dari menjadi Cawapres di 2004 sampai mendukung JK saat pilpres 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan Hasyim dan pengurus lainnya dinilai tidak sesuai dengan khitah NU. Maka menjelang muktamar ini perdebatan mengenai khitah kembali mengemuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua PBNU KH Masdar Farid Mas’udi yang juga salah satu tokoh yang maju sebagai ketua umum mengatakan berbagai manuver politik praktis justru merugikan NU. Dia mengatakan akibat manuver personal pimpinan NU membuat ada persepsi yang tidak sama antara warga NU dengan pimpinannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di bawah terjadi demoralisasi, umat memutus link dengan kehendak elit,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masdar mengatakan ini terjadi karena dalam 10 tahun terakhir NU mulai berpolitik praktis bahkan transaksional. Karena itu, ke depan hal ini harus dibenahi secara serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan NU harus kembali ke khitahnya yaitu melayani umat bukan mengejar kekuasaan. “Khitah Nu itu kembali ke umat dan melayani umat, bukan matanya ijo ke atas melihat kekuasaan,” tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Tokoh NU KH Said Hudairy mengatakan gerakan kembali ke khitah dibuat karena elit NU saat itu sibuk berpolitik dan lupa mengurus organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seolah-olah saat itu NU pindah kantor ke Senayan, soalnya semuanya fokus ke sana,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Said mengatakan kemudian dirinya dan beberapa anak muda termasuk Gus Dur dan Kiai Sahal melakukan gerakan pembenahan. Lalu dirumuskan pula khitah NU yang jadi acuan sampai saat ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa terus dipojokkan dengan wacana khitah yang dihubungkan dengan aktivitas politik praktisnya, Hasyim Muzadi akhirnya angkat bicar soal wacana khitah. Dia mengatakan masalah khitah tidak hanya soal politik semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Melanggar khittah itu nggak hanya rangkap jabatan di partai politik atau soal politik saja. Yang liberal dan ektrim kanan juga bertentangan dengan khittah,” kata Hasyim, yang tampak menanggapi Masdar yang dilingkungan NU dikenal berpemikiran agak liberal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasyim mengatakan selama ini banyak pemikitan liberal dan ekstrim yang sebenarnya juga tidak sesuai khitah. Sebab visi NU dan manhaj perjuangan NU menggunakan garis moderasi, tidak ektrim keras dan tidak ektrim lunak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, ektrimisasi agama dan liberalisasi pemikiran bertentangan khittah, bahkan keluar dari prinsip-prinsip ajaran NU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Hasyim, khittah NU terdiri dari tiga bagian penting. Yaitu pertama, bagian yang mengatur jati diri NU. ”Bahwa NU menganut ajaran Islam ahslusunnah waljamaah. Fikihnya menganut salah satu dari  Imam empat. Dalam bidang tasawuf mengikuti Junaid Al Baghdadi dan Imam Ghazali. Dalam bidang Aqidah mengikuti Al Asy’ari dan Al Maturidi,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu, ektrimisasi agama dan liberalisasi pemikiran sama-sama melanggar khittah, karena bertentangan dengan visi NU dan manhaj perjuangan NU.Bahkan, jika tidak sesuia dengan dengan jati diri NU, bisa keluar dari prinsip-prinsip ajaran NU. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khittah bagian kedua, katanya berkaitan dengan kemandirian NU. Menurutnya, NU adalah organisasi mandiri, tidak merupakan bagian apapun, baik ormas maupun partai. Dalam bidang sosial kenegaraan, NU menjadi organisasi amar ma’ruf nahi mungkar. Tidak merupakan bagian dari birokrasi pemerintahan, tidak pula merupakan oposisi terhadap kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jadi NU memperkuat yang benar bukan hanya membenarkan yang kuat,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khittah bagian ketiga, lanjutnya, berkaitan dengan kebebasan menentukan pilihan. Saat khittah dilahirkan tahun 1984, katanya, warga NU hanya memilih satu dari tiga partai, dan tidak memilih orang. Dalam proses selanjutnya, tahun 1998, PBNU menfasilitasi lahirnya PKB, dan sekarang ini ada 38 partai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Selain itu, kita tidak hanya memilih partai, tapi juga memilih orang,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, khittah kini sedang disalahpahami oleh warga NU sendiri. Seakan-seakan khittah yang benar, adalah tidak berbuat apa-apa. Padahal itu sama dengan membuka peluang orang lain untuk mengatur NU atas nama khiitah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sementara kalau pimpinan NU mengatur umatnya sendiri dianggap tidak khittah,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengasuh pondok pesantren Al Hikam ini berharap, Mukatamar NU ke-32 di Makassar Januari tahun depan merespon perkembangan politik yang sangat cepat ini. Kebebasan memilih warga  NU harus diseimbangkan dengan tanggung jawab memilih. Khittah sebagai patokan NU tidak perlu diubah, namun soal kebebasan memilih perlu penjabaran dalam tata laksananya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Antara kebebasan memilih dan tanggung jawab dalam memilih diperlukan ukuran-ukuran demi kemaslahatan NU. Kalau tidak, kita akan memilih secara sembarangan, termasuk memilih pihak yang kalau besar dan kuat akan menggusur NU. Tanggung jawab dalam memilih, termasuk tanggung jawab kita kepada agama, umat dan Allah,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya aktifitas politik pengurus NU yang dipimpin Hasyim seringkali dinilai tidak sesuai khitah. Alasannya NU terlalu condong dalam politik praktis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saiful Bahri Ansori mengusulkan agar khitan ini ditinjau ulang saat muktamar nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya kira khitah ini perlu perumusan kembali kan suaanya sudah beda dan biar tidak ribut terus soal ini,” kata Saiful.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan Ketua Umum PB Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini mengatakan suasana negara dan politik saat khitah dirumuskan tahun 84 berbeda dengan saat ini. Dia mengatakan saat ini iklim dan realitas politik sangat jauh berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka soal keterlibatan dalam politik praktis juga memiliki pemahaman yang berbeda. Apalagi sekarang ada pemilihan langsung dan calon independent.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau yang tidak boleh mencalon lewat parpol, bagaimana jika dia maju sebagai calon independent di dukung wilayah, ini bagaimana,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saiful mengatakan dengan cepatnya perkembangan ini warga NU gagap menanggapinya. NU juga terkadang dilematis dalam menentukan sikapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak bersikap salah, bersikap dimarahi syuriah,” tukasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, yang terbaik adalah duduk bersama kembali merumuskan khitah di muktamar. Sekaligus membahas perkembangan yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bahkan jika peril kita bentuk biro khusus yang menangani politik praktis, jika khwatir lembaganya terganggu,” usulnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai aktivitas politik NU, Direktur Eksekutif Indo Barometer Mohammad Qodari menyarankan agar NU tidak terlalu berpolitik praktis. Sebab dukungan elit NU di pemilu dan pilkada sering tidak singkron dengan massa nahdliyin. Pengurus mendukung calon tertrntu sementara massa NU mendukung calon lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Misalnya saat pilpres pengurus mendukung JK, tapi dalam survey massa di bawah banyak mendukung SBY,” kata Qodari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qodari mengatakan jika ketidak sinkronan pilihan politik ini terus terjadi maka posisi tawar politik NU akan melemah. Sebab orang tidak akan percaya lagi bahwa jika menggandeng tokoh NU akan dapat dukungan massa NU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika tidak dirubah makin lama NU makin terdiskon, minimal harga politiknya turun,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memperbaiki hal itu, Qodari mengatakan pengurus NU nantinya jangan terlalu fokus pada politik praktis. Sebagai organisasi beraset massa besar NU hendaknya fokus perbaikan organisasi saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya perbaikan ekonomi umat NU, perbaikan manejerial dan sebagainya. Dengan demikian organisasi NU akan menjadi kuat dan disegani kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nah imbas politik akan tumbuh sendiri, jadi jangan fokus di politik, politik akan mengikuti jika organisasinya kembali kuat,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setali tiga uang dengan Qodari, Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar juga berpendapat senada. Dia mengatakan ke depan NU perlu mengurangi aktifitasnya dalam politik praktis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menilai selama ini pengurus NU sering terlibat langsung dalam politik praktis. “Untuk politik serahkanlah saja pada PKB yang memang ditugasi NU untuk itu,” kata Muhaimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhaimin juga berharap kedepan kedekatan PBNU dengan PKB semakin erat. Sebab dua institusi tersebut sama-sama berbasis massa kaum mahdliyin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547287089621338152-1086037875605427023?l=kisahpolitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/feeds/1086037875605427023/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2010/03/polemik-khitah-dan-politik-praktis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/1086037875605427023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/1086037875605427023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2010/03/polemik-khitah-dan-politik-praktis.html' title='Polemik Khitah dan Politik Praktis'/><author><name>ceritapolitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03581870292337704400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_FdsTa_WjA30/S6iA9a4nofI/AAAAAAAAACg/CAkWtOjDxUc/s72-c/hasyim.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547287089621338152.post-5433694593619333773</id><published>2010-03-23T01:40:00.000-07:00</published><updated>2010-03-23T01:45:55.031-07:00</updated><title type='text'>Mencari Imam Kaum Nahdliyin</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_FdsTa_WjA30/S6h_SvST5VI/AAAAAAAAACY/bRRSOjwN1pk/s1600-h/logo+NU.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FdsTa_WjA30/S6h_SvST5VI/AAAAAAAAACY/bRRSOjwN1pk/s320/logo+NU.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451747308839626066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Organisasi massa (ormas) terbesar di Indonesia Nahdlatul Ulama (NU) sebenatar lagi akan menjalankan suksesi kepemimpinan. Melalui Muktamar NU ke 32 di Makassar, Sulawasi Selatan, pada tanggal 23-28 Maret ini, akan dipilih ketua umum baru yang akan memimpin kaum nahdliyin atau warga NU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suksesi kepemimpinan NU ini, diprediksi tak akan kalah akbarnya dengan suksesi kepemimpinan nasional. Sejarah juga memperlihatkan selalu ada dinamika politik yang meniarik setiap NU akan mencari imam baru. Semakin menarik karena perhatian pada proses suksesi ini biasanya juga begitu besar. Pemerintah, atau unsur politik eksternal lain tercatat di sejarah juga seringkali mencoba ikut bermain dalam suksesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NU memang cukup strategis dan diperhitungkan di Indonesia. Maklum jumlah kaum nahdliyin adalah tergolong mayoritas di antara penduduk negeri ini. Umat Islam yang merupakan mayoritas penduduk Indonesia, sebagian besarnya adalah kaum nahdliyin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai data rata-rata mengatakan jumlah warga NU adalah 70 juta orang. Survey IndoBarometer misalnya menemukan dari sekitar 191,4 juta penduduk Indonesia adalah muslim (mengadipsi data sensus tahun 2000), sekitar 75% dari jumlah tersebut mengaku warga nahdliyin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NU tidak saja besar dari segi jumlah, sepak terjang NU di kancah nasional dan internasional juga tak diragukan lagi. Nama NU sudah begitu dikenal dalam lobi politik internasional, terkait adama dan perdamaian atau resolusi konflik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suksesi NU tahun ini dinilai sangat penting dan krusial. Karena saat ini NU sedang menghadapi berbagai tantangan, baik dari dunia internasional, maupun dari dalam negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dunia internasional, jaringan internasional NU yang membawa bendera moderasi, mendapat tantangan dari gerakan sektarian yang tidak senang dengan gerakan NU yang terus menyebar moderasi melalui International Conference of Islamic Scholar (ICIS).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dari dalam negeri, NU berhadapan dengan ekstrimisme yang dibawa gerakan transnasional di ekstrim kanan, dan gerakan liberalisasi agama di ekstrim kiri. Belum lagi faktor politik dan kekuasaan yang juga turut merongrong dan mengincar NU dan warganya untuk kepentingan mereka. Beberapa hal itulah yang kemungkinan akan membuat suksesi NU yang akan dihelat ini menjadi panas dan menarik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi sendiri sering mengungkapkan hal itu. Dia mengatakan banyak pihak yang tidak setuju nilai-nilai luhur NU ingin menyingkirkan dirinya dan merebut NU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk jaringan liberal yang selama ini tak berminat distruktural namun tiba-tiba ingin masuk. Hal ini seolah mendapat pembenaran saat Pendiri Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Absar Abdalah menyatakan berminat maju sebagai ketua umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika PBNU mulai mempersiapkan Muktamar, bahkan belum terbentuk panitianya, suasana panas sudah terjadi. Kali ini antara kelompok anti Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi dengan kubu pro Hasyim. Serangan pada Hasyim terang-terangan dilakukan Ketua Umum GP Ansor Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) yang mendesak Hasyim mundur dan tidak maju lagi saat muktamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya pertentangan Hasyim dan Gus Ipul merupakan puncak pertentangan keduanya yang kerap terjadi di ajang politik praktis. Keduanya sering berbeda dan berseberangan pilihan politik. Yang terakhir saat Ipul maju jadi Cawagub Jatim, sementara Hasyim dan pengurus PBNU mendukung Khofifah Indar Parawansa yang maju jadi Cagub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari isu yang berkembang, Gus Ipul dikabarkan mengincar jabatan sekjen NU. Hal ini dikarenakan dengan menjabat struktural di PBNU Wagub Jatim itu bisa memiliki bargaining bagus di pemilu 2014 nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan gerakan ini berlanjut dengan sejumlah kalangan muda yang mengatasnamakan Gerakan Pemurnian Khittah (GPK) Nahdlatul Ulama (NU) yang juga mewacanakan pergantian Hasyim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jurubicara GPK NU, Isfah Abidal Aziz menilai Hasyim membawa NU selalu terlibat secara struktural mendukung capres-cawapres tertentu, namun akhirnya kalah. Dan, katanya, “Dalam semua momentum politik itu, NU selalu gagal,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GPK mengklaim didukung sejumlah organisasi. Beberapa di antaranya adalah lembaga dan badan otonom di bawah naungan PBNU, yakni, Lembaga Kemaslahatan Keluarga NU, Fatayat NU, GP Ansor, Ikatan Pelajar NU, dan Ikatan Pelajar Putri NU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertera pula nama organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Organisasi ini tidak ada kaitan struktural dengan NU. PMII merupakan organisasi kemahasiswaan yang awalnya didirikan NU namun menyatakan independen atau memisahkan diri dari NU pada 1972.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Ansor, A. Malik Haramain, yang juga hadir pada kesempatan itu meminta Hasyim Muzadi sebaiknya tidak mencalonkan lagi di muktamar mendatang. Dia menilai dua periode sudah cukup bagi Hasyim dan perlu ada regenerasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara dua pimpinan badan otonom Nahdlatul Ulama (NU) membantah telah terlibat dalam Gerakan Pemurnian Khittah (GPK) NU. Ketua Umum Pucuk Pimpinan Fatayat NU, Maria Ulfa Anshor, dan Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri NU, Margaret Aliyatul Maimunah menyatakan organisasinya tidak terlibat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas gonjang-ganjing itu, Hasyim Muzadi sendiri menanggapi dingin gerakan yang menyudutkan dirinya tersebut. Dia menilai memanasnya suasana seperti itu wajar terjadi menjelang Muktamar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Gegeran, ribut-ribut menjelang Muktamar itu biasa. Saat Muktamar ke-31 di Solo (2004) juga ribut. Biasa itu,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasyim meyakini, suasana memanas seperti itu nantinya akan dapat diselesaikan baik pada waktunya. “Biasanya, kalau orang NU gegeran (ribut), nantinya akan berakhir dengan ger-geran (canda tawa),” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga mengatakan tak akan bereaksi berlebihan terkait wacana tersebut. Dia bahkan menilai hal itu sebagai warna-warni menjelang hajatan Muktamar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika tidak ada hal semacam itu, Muktamar tidak berkesan meriah,” candanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain serangan yang terang-terangan, dikabarkan juga banyak petinggi PBNU yang diam-diam menggalang kekuatan untuk maju menggantikan Hasyim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun panasnya gonjang-ganjing ketua umum ini tiba-tiba dikagetkan dengan kabar keinginan mundurnya Hasyim. Pemimpin Ponpas Al Hikam ini tiba-tiba mengatakan tidak akan mencalonkan diri lagi saat muktamar nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudah sering saya kemukakan bahwa saya tidak akan nyalon lagi dalam muktamar nanti. Keputusan saya ini sudah final, saya tidak akan nyalon lagi meskipun tidak ada pembatasan masa jabatan,” kata Hasyim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan ini mengagetkan baik pendukung maupun penolak Hasyim. Sebab dukungan padanya masih cukup besar, dan para penentangnya pun mengira dengan itu Hasyim akan mempertahankan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mundurnya Hasyim, pertarungan menjadi makin cair. Mundurnya calon terkuat atau incumbent ini juga membuat sulit menebak siapa yang akan terpilih menjadi iman bagi kaum nahdliyin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini yang ramai disebut hanya para petinggi NU seperti KH Masdar Farid Mas’udi, KH Said Aqil Siradj, dan sebagainya. Juga para Tokoh NU seperti KH Salahudin Wahid, KH Mustofa Bisri dan kiai lainnya yang bahkan mengaku tidak minat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan bursa juga melabar ke tokoh nasional. Misalnya Mekominfo M. Nuh sempat disebut walau kemudian membantah berminat. Juga Jusuf Kalla juga sempat ditawari namun dia menolak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wacana awal soal calon, sempat tersiar bahwa Masdar mendapat dukungan SBY dan pemerintah. Semantara Said Aqil berkubu dengan Gus Ipul. Sementara Ulil dan Slamat Effendy Yusuf dinilai tak memiliki dukungan cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para kiai sepuh langsung bereaksi. Mereka melakukan pertemuan yang digelar di Ponpes Langitan, Tuban, Jawa Timur. Kabarnya mereka menelpon Hasyim dan meminta agar mau mencalonkan diri dan tidak mundur. Para kiai ini menilai calon yang ada semua berpemikiran liberal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajar saja, selama ini Said, Masdar, apalagi Ulil, memang dinilai berpemikiran liberal oleh para kiai. Sedangkan nama lain seperti Slamet dinilai kurang dalam derajat keulamaannya. Para kiai ini kemudian melirik sosok KH Solahuddin Wahid (Gus Sholah). Jika Hasyim benar tak mau maju, adik Gus Dur itu kemungkinan yang akan mendapat limpahan dukungan dari para kiai. Tapi dengan majunya mantan Ketua PWNU Jatim Ali Maschan Moesa, peta kembali cair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai hari H Muktamar nanti, peta peta politik para kiai ini masih cair. Persekutuan dan kubu-kubu sulit ditebak. Apalagi jika benar ada kekuatan eksternal yang akan coba masuk, seperti yang terjadi di Muktamar Cipayung, 1994 lalu di mana pemerintah coba menjegal Gus Dur. Dalam politik yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin, termasuk pada politik para kiai ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547287089621338152-5433694593619333773?l=kisahpolitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/feeds/5433694593619333773/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2010/03/mencari-imam-kaum-nahdliyin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/5433694593619333773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/5433694593619333773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2010/03/mencari-imam-kaum-nahdliyin.html' title='Mencari Imam Kaum Nahdliyin'/><author><name>ceritapolitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03581870292337704400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FdsTa_WjA30/S6h_SvST5VI/AAAAAAAAACY/bRRSOjwN1pk/s72-c/logo+NU.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547287089621338152.post-8403296793441715911</id><published>2010-02-28T22:28:00.000-08:00</published><updated>2010-02-28T22:47:31.877-08:00</updated><title type='text'>Mobil Century Aburizal Bakrie</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_FdsTa_WjA30/S4tgAzHoO0I/AAAAAAAAACQ/AmBoL_Y4TVs/s1600-h/mobil+century.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FdsTa_WjA30/S4tgAzHoO0I/AAAAAAAAACQ/AmBoL_Y4TVs/s320/mobil+century.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443550141445847874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang itu, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie kedatangan tamu. Tamunya adalah tim 9 Century. Tim 9 mendatangi Aburizal untuk meminta dukungan atas kerja pansus Century.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bertemu, kedua belah pihak kemudian mengadakan jumpa pers di media lounge DPP Partai Golkar di Slipi. Aburizal dalam jumpa persnya menekankan sikap partainya tidak akan berubah soal century. Dia juga mengatakan meski sebagai partai koalisi, namun bisa saja berbeda pendapat termasuk soal Century ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai ancaman kasus pajak yang ditujukan ke dirinya, Aburizal juga mengatakan hal itu tidak ada hubungannya dengan Golkar. Dia mengatakan masalah pajak adalah masalah perusahaan bukan partai. Masalah pajak, kata dia harus diselesaikan di pegadilan pajak dan bukan di politik. Dia menegaskan salah atau benar dalam masalah pajak, sikap Golkar tidak akan berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah jumpa pers, Aburizal bergegas meninggalkan media lounge. Saat keluar, beberapa wartawan masih mengejar dan memberondongnya dengan banyak pertanyaan. Sambil bergegas, Aburizal menyempatkan menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aburizal terlihat terburu-buru karena masih ada acara lain. Yakni, acara konsolidasi kader dari Ormas yang mendirikan dan didirikan Golkar sudah menunggunya di Hotel Sahid, Selasa 23 Februari 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat sampai di halaman kantor DPP, Aburizal menunggu mobilnya sambil beramah tamah dengan orang DPP dan para wartawan. Tak lama kemudian sebuah mobil Volvo hitam mendekat. Mobil bergenre klasik ini siap membawa pergi sang ketua umum ke tempat berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, Aburizal yang tadinya terburu-buru itu tiba-tiba berhenti dan menahan ketergesaannya. Dia justru malah memanggil wartawan yang sudah berangsur meninggalkan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mana wartawan, mana televisi," kata Aburizal di dekat pintu mobil yang terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya, dia ingin memperlihatkan bagian 'pantat' mobilnya yang bertuliskan 'Century'. Mobil yang siang itu menjemputnya kebetulan ada tulisan Century di pantatnya asli dari pabrik. Ini memang Volvo Century. Kebetulan ini tak disadari sampai ketika Aburizal hendak naik ada yang melihat dan memberitahunya ada tulisan Century.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini mobil century tapi bukan dari dana bail out," kelakar Aburizal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin yang menyaksikan pun tertawa. Banyak yang kemudian mengambil gambarnya. Entah sengaja atau tidak siang itu Ketua Umum Partai Golkar itu berbicara mengenai Century dan datang pergi diantar mobil Century.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547287089621338152-8403296793441715911?l=kisahpolitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/feeds/8403296793441715911/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2010/02/mobil-century-aburizal-bakrie.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/8403296793441715911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/8403296793441715911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2010/02/mobil-century-aburizal-bakrie.html' title='Mobil Century Aburizal Bakrie'/><author><name>ceritapolitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03581870292337704400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FdsTa_WjA30/S4tgAzHoO0I/AAAAAAAAACQ/AmBoL_Y4TVs/s72-c/mobil+century.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547287089621338152.post-6429757188997056971</id><published>2010-02-28T22:18:00.000-08:00</published><updated>2010-02-28T22:28:19.147-08:00</updated><title type='text'>Misteri Tidur Gus Dur</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_FdsTa_WjA30/S4teDfOrBHI/AAAAAAAAACI/lumkuqITLyg/s1600-h/Abdurrahman+wahid+tidur+megawati+lucu+funny+sleep.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FdsTa_WjA30/S4teDfOrBHI/AAAAAAAAACI/lumkuqITLyg/s320/Abdurrahman+wahid+tidur+megawati+lucu+funny+sleep.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443547988623033458" /&gt;&lt;/a&gt; sumber foto:kaskus.us&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosok yang misterius. Predikat itu sangat lekat pada Gus Dur, selain banyak predikat lainnya seperti kontroversial, demokratis, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan almarhum Nurcholis Madjid atau Cak Nur setengah bercanda pernah mengatakan, "Hal yang misterius dan hanya Allah yang tahu, selain jodoh, maut, dan rezeki, adalah Gus Dur".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Dur memang kerap membuat manuver politik yang sulit ditebak. Hal itu sering membuat orang salah sangka dan salah langkah menghadapi manuvernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dilakukan Presiden ke-4 Indonesia itu selama hidupnya memang serba tak terduga dan misterius. Bahkan pemikirannya juga sering melampaui jaman. Pemikiran atau gagasannya baru terbukti kebenarannya kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat dia mengungkapkan gagasan, caci maki muncul, namun dia tetap bersikeras dan tak pernah mudur selangkah pun. Tetapi seiring berjalannya waktu orang baru sadar apa yang dikatakannya adalah benar adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya ketika dia berurusan dengan DPR. Kala itu Gus Dur sebagai presiden dengan gagah berani menghadiri undangan hak interpelasi DPR.&lt;br /&gt;Mungkin hanya Gus Dur, presiden yang berani menghadapi dewan secara langsung tanpa takut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pidato jawabannya di hadapan wakil rakyat, Gus Dur dengan lantang menyebut DPR seperti taman kanak-kanak. Hal itu kontan memancing banyak reaksi. Ada yang marah, ada yang menilai dia gila dan asal berbicara. Intinya kala itu pendapatnya disalahkan, walau mungkin banyak yang membenarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berjalan, Gus Dur sudah lengser dan DPR berganti. Ternyata DPR baru kemudian menunjukkan tingkah polah mirip taman kanak-kanak dengan nyaris berbaku pukul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu hampir semua televisi memutar adegan memalukan itu sembari memutar rekaman saat Gus Dur menyebut DPR taman kanak-kanak. Banyak yang lantas berkata, "Benar juga ya Gus Dur dulu bilang gitu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal misterius lainnya yang dikenal dari Gus Dur adalah misteri tidurnya. Gus Dur selama ini sering terlihat tidur saat menjadi pembicara diskusi atau saat memimpin rapat kabinet di Istana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun anehnya, meski tertidur Gus Dur tahu apa yang dibicarakan orang di sekitarnya selama dia tidur mendengkur. Saat bangun dia akan menjawab semua dan tahu apa yang dibicarakan seolah dia sedang terjaga saat pembicaraan dan pertanyaan itu diajukan, sehingga mengejutkan mereka yang hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misteri tidur Gus Dur ini sudah banyak disaksikan orang. Sahabat Gus Dur yang juga penulis terkenal Mohammad Sobari pernah menulis kesaksiannya soal hal itu. Sobari mengatakan banyak menteri yang terheran-heran dengan apa yang dilakukan presidennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama juga dikemukakan Pakar Komunikasi Politik UI Effendy Ghazali. Effendy mengatakan dalam sebuah diskusi Gus Dur tertidur pulas, saat itu banyak orang yang bertanya pada Gus Dur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya sampai mencatat lengkap semua pertanyaan mereka," kata Effendy yang takut Gus Dur tidak tahu ada yang tanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dugaan Effendy meleset, saat bangun Gus Dur tahu semua pertanyaan dan siapa yang bertanya. Mulai saat itu Effendy percaya tentang cerita misteri tidur Gus Dur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang tidak melihat langsung, maka biasanya tidak percaya dan menilai misteri tidur itu bualan semata. Namun banyak pula yang keheranan melihat hal itu. Bagi santri kampung bahkan menilai hal itu sebagai karomah atau kelebihan khusus Gus Dur semacam indra keenam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya termasuk yang penasaran. Maka dalam sebuah kesempatan bertemu dia, saya menanyakan hal itu. Mengapa saat tertidur dia bisa tahu pembicaraan yang terjadi bahkan tahu pertanyaan yang diajukan pada dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Gus Dur tak menjawab dan hanya menjawabnya dengan tertawa. Saat saya menanyakan lagi baru dia menjawab dengan santai; "Biasa aja, saya ingat saja topik terakhir sebelum ketiduran, paling nanti pembicaraannya tak jauh dari situ," jawabnya enteng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka yang tidak percaya hal gaib seputar misteri tidur Gus Dur akan puas dan maklum dengan jawaban itu. Namun bagi mereka yang menyaksikan sendiri misteri tidur Gus Dur tentu tak percaya dengan jawaban itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya sendiri misteri tidur Gus Dur masih misterius. Kini misteri itu akan semakin menjadi misteri karena sang guru bangsa telah membawanya pergi bersama dirinya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547287089621338152-6429757188997056971?l=kisahpolitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/feeds/6429757188997056971/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2010/02/misteri-tidur-gus-dur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/6429757188997056971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/6429757188997056971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2010/02/misteri-tidur-gus-dur.html' title='Misteri Tidur Gus Dur'/><author><name>ceritapolitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03581870292337704400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FdsTa_WjA30/S4teDfOrBHI/AAAAAAAAACI/lumkuqITLyg/s72-c/Abdurrahman+wahid+tidur+megawati+lucu+funny+sleep.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547287089621338152.post-3432162359438882067</id><published>2010-02-24T07:32:00.000-08:00</published><updated>2010-02-24T07:35:40.779-08:00</updated><title type='text'>Para Veteran Pun Turun Ke Jalan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_FdsTa_WjA30/S4VHP0tg9LI/AAAAAAAAACA/kb1QlbKtdAg/s1600-h/vetran+7778.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FdsTa_WjA30/S4VHP0tg9LI/AAAAAAAAACA/kb1QlbKtdAg/s320/vetran+7778.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441834061920269490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Usia mereka tidak muda lagi. Mereka datang dengan berbaju rapi, putih-putih dengan pita merah. Mereka juga mengacung-acungkan tongkat bambu berbalut bendera berlogo besar 77/78. Langkah mereka mantab menuju kawasan Monas bersama ribuan masa lainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran bapak-bapak itu sangat kontras dengan masa demo 9 Desember yang kebanyakan adalah anak muda itu. Bapak bapak ini adalah para veteran aktivis mahasiswa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para mantan aktivis mahasiswa tahun 1977 dan 1978 ini tergabung dalam wadah Grup Diskusi 77/78. Dalam barisan yang relatif sedikit di banding anak muda dari organisasi mahasiswa terlihat para tokoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja Politisi PAN Sayuti Asyathri dan aktivis GOA Farid Faqih. Mereka beberapa nama veteran 77/78 yang dikenal publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski fisiknya tak muda lagi, mereka sengaja ikut turun ke jalan bersama para elemen lainnya. “Kita dari 77/78 gak mau kalah dengan dengan yang muda,” kata Sayuti saat ditemui di lokasi aksi 9 Desember.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam aksi di lapangan para veteran ini tak mau kalah dengan yang masih muda. Mereka dengan semangat dan lantang meneriakkan yel-yel anti korupsi. Bendera dengan tulisan 77/78 juga terus dikibar-kibarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski berdandanan necis mereka tidak takut dengan terik dan debu yang menyelimuti lokasi. Sayuti mengatakan mengikuti aksi jelas sebagai bentuk keprihatinan pada kondisi bangsa yang digerogoti korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, aksi Hari Anti Korupsi Seduni itu juga menjadi ajang nostalgia dan reuni. “Hehe iya iya ini kayak nostalgia, kita dari 77/78 ya,” ujar Sayuti sambil kembali kebarisan aksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang terlihat suasana akrab dan seeprti reuni di antara mereka. Saat bertemu ada yang langsung salaman dan berbincang-bincang. Candaan-candaan mengenai aksi mereka di masa lalu juga meluncur diselingi tawa-tawa lebar. Kemudian kembali melanjutkan menyimak orasi dan mengikuti aksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Farid Faqih mengatakan aktivis yang sudah tergolong veteran itu masih peduli tentang kondisi bangsa saat ini. Mereka tidak segan-segan ikut turun ke jalan jika keadaan memaksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita tak mau kalah dong dengan yang muda-muda,” tukasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama mengikuti aksi yang dikoordinasi Gerakan Indonesia Bersih (GIB) mereka tampak tertib. Bendera mereka juga tampak menonjol diantara puluhan bendera elemen lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesekali mereka juga mengelurkan celetukan-celetukan yang disambut tawa hadirin disekitarnya. Misalnya saat aktivis GIB Effendy Ghazali yang menjadi pembawa acara mengatakan selamat datang pada para generasi muda yang hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba dari barisan veteran 77/78 ada celetukan protes. “Woi ada yang tua-tua juga nih,” ujarnya yang disambut tawa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547287089621338152-3432162359438882067?l=kisahpolitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/feeds/3432162359438882067/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2010/02/para-veteran-pun-turun-ke-jalan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/3432162359438882067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/3432162359438882067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2010/02/para-veteran-pun-turun-ke-jalan.html' title='Para Veteran Pun Turun Ke Jalan'/><author><name>ceritapolitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03581870292337704400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_FdsTa_WjA30/S4VHP0tg9LI/AAAAAAAAACA/kb1QlbKtdAg/s72-c/vetran+7778.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547287089621338152.post-1039516722337968899</id><published>2009-12-31T02:14:00.000-08:00</published><updated>2009-12-31T02:18:54.313-08:00</updated><title type='text'>Berkonflik di Politik, Berkawan di Kehidupan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-c.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v368/93/48/1514853913/n1514853913_80497_7132.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 604px; height: 453px;" src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v368/93/48/1514853913/n1514853913_80497_7132.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam politik, banyak orang yang beranggapan Gus Dur adalah politikus yang manuvernya kerap mengundang lawan daripada kawan. Berbagai konflik politik yang melibatkannya kerap menimbulkan kesan bahwa Gus Dur adalah orang yang suka mencari lawan dan memecah persahabatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sejatinya kesan itu hanya kesan permukaan bagi mereka yang tidak mengenal Gus Dur secara mendalam. Karena ternyata Gus Dur adalah sosok yang begitu menghargai persahabatan dan perkawanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkonflik bagi Gus Dur hanya sebuah pandangan politik, terkait pilihan sikap politik. Dalam kehidupan keseharian hal itu harus ditinggalkan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam konflik awal PKB Gus Dur berkonflik dengan para kiai langitan yang kemudian mendirikan PKNU. Sepintas terlihat bahwa terjadi perpecahan dan permusuhan antara Gus Dur dan para kiai langitan yang selalu diandalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sejatinya dalam kehidupan, di luar politik, Peraih Magsasay Award di bidang kepemimpinan soaisal ini tetap menjalin hubungan baik dengan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suatu kesempatan di Ponpes Raudatul Ulum, Jember Gus Dur mengemukakan hal itu. Dia menceritakan meski berbeda pandangan politik dengan ulama PKNU dirinya tetap menjaga persaudaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Waktu mereka mantu (menikahkan anaknya) saya ya datang,” ujarnya. “Kita boleh saja berbeda-beda pendapat, yang tidak boleh itu terpecah-pecah, ini pokok,” tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Dur juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah ditanya oleh Ketua PBNU KH Masdar Farid Masudi mengapa tidak melakukan rekonsiliasi dengan para kiai yang berseberangan dengannya. Menjawab itu, Gus Dur mengatakan jika kalau rekonsiliasi itu artinya saling memaafkan sudah dilakukan sejak dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama juga terjadi ketika Gus Dur harus berhadap-hadapan dengan para muridnya seperti Muhaimin Iskandar dan Lukman Edy dalam konflik PKB belakangan. Dalam pemberitaan media yang terlihat hanya perseteruan dan perang pendapat antara dua kubu tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi tak banyak orang tahu, Muhaimin dan Gus Dur sering bertemu dan berbincang secara akrab. Perbincangan antara paman dan keponakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang dekat Gus Dur menyaksikan hal itu. Bahkan Muhaimin pun kaget ada yang tahu soal itu. “Lho kok tahu,” katanya saat ditanya mengenai pertemuan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhadap lawan politik di luar PKB Gus Dur juga berlaku sama. Pertentangan dan konflik dalam politik bukan berarti permusuhan dalam kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat saja sikapnya pada SBY. Dalam politik Gus Dur selalu menyerang SBY dan kebijakan-kebijakannya memimpin negara. Namun saat Idul Fitri, Gus Dur selalu hadir di istana menyalami SBY sebelum dia sendiri membuka open house di kediamannya di Ciganjur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap yang sama juga ditunjukkannya pada Megawati Soekarnoputi. Meski Mega selama ini dinilai “menusuk dari belakang” pada Gus Dur namun pada suatu kesempatan Gus Dur mengatakan dirinya tidak dendam pada Megawati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Dur beberapa kali juga berjumpa dengan putri Bung Karno yang memanggilnya Mas Dur itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sebuah kesempatan dialog di televisi Gus Dur juga mengatakan meski keluarganya dibantai oleh komunis bukan berarti dia harus mendendam pada keturunan komunis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap yang seperti itu, kata Gus Dur adalah sikap yang demokratis. Menghargai sebuah perbedaan pendapat, termasuk dalam pandangan politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sikap demokratisnya itu, Gus Dur dikenal sebagai tokoh demokrasi bukan hanya oleh bangsa Indonesia, namun juga oleh warga dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari saya bertanya apa sebenarnya keinginan Gus Dur yang belum terpenuhi. Dengan santai Gus Dur menjawab; “Saya ingin negeri ini lebih demokratis,”.(dian widiyanarko)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547287089621338152-1039516722337968899?l=kisahpolitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/feeds/1039516722337968899/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/12/berkonflik-di-politik-berkawan-di.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/1039516722337968899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/1039516722337968899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/12/berkonflik-di-politik-berkawan-di.html' title='Berkonflik di Politik, Berkawan di Kehidupan'/><author><name>ceritapolitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03581870292337704400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547287089621338152.post-314746722740539423</id><published>2009-11-24T04:26:00.000-08:00</published><updated>2009-11-24T04:44:15.354-08:00</updated><title type='text'>Disoraki Seperti Menyoraki Gol, Lalu Dilawan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_FdsTa_WjA30/SwvVF5AjBJI/AAAAAAAAAB4/HHq4Xp5v2rc/s1600/IMG00409-20091123-2000.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FdsTa_WjA30/SwvVF5AjBJI/AAAAAAAAAB4/HHq4Xp5v2rc/s320/IMG00409-20091123-2000.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5407650074767590546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nonton Bareng Pidato SBY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah di Jalan Diponegoro 9 malam ini tampak ramai. Di rumah bergaya klasik itu LSM Imparsial menggelar nonton bareng pidato presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai magrib hadirin mulai berdatangan. Selain wartawan dan pekerja LSM hadir para tokoh masyarakat sipil. Para tokoh itu antara lain Romo Benny Susetyo, Muslim Abdurrahman, Ray Rangkuti, Fadjroel Rachman, Adhie M Massardhi, Yudi Latief, Bonie Hargens, Sukardi Rinakit, Effendy Ghazali, Usman Hamid, dan tokoh lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga perwakilan mahasiswa yang selama ini melakukan aksi dukung KPK. Contohnya mahasiswa Unhas Makssar yang sudah 14 hari menginap di KPK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana nonton bareng digelar santai di halaman belakang. Layar mini digelar untuk menangkap siaran televisi. Kursi sederhana di jajarkan di depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping sebuah kolam renang mungil itu acara yang digelar Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi (Kompak) dan Koalisi Masyarakat Sipil untuk Darurat Keadilan digalar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan kecil dan minuman air mineral seadanya juga disediakan. Mirip sebuah acara nonton bareng sepak bola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivis Imparsial Rusdi Marpaung selaku tuan rumah mengatakan acara ini memang sebuah spontanitas yang tiba-tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini baru pertama kali setelah nonton piala dunia, Imparsial nonton SB," ujarnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum acara dimulai Rusdi sempat menanyakan pada hadirin terutama media televisi apa yang akan diputar. Kebetulan yang diputar adalah salah satu TV swasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita mau terus nonton metro atau tv lain. Saya imparsial jadi fairness. Semua tv ada," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum acara pidato presiden disiarkan. Didahului oleh orasi tokoh dan nyanyian. Franky Sahilatua sempat menyanyikan lagu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menciptakan sebuah lagu berjudul Cicak. Lagunya tentu saja berisi ajakan melawan Buaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai cicak lawanlah buaya, hai cicak lawanlah buaya," dendang Franki yang diikuti hadirin sambil bertepuk tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adhie Massardi juga membacakan puisi Negeri Para Badebah yang sangat populer sejak dibacakan waktu aksi mendukung KPK beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para tokoh juga diminta gantian berorasi. Ray Rangkuti yang memandu acara misalnya sempat mengungkapka dirinya ingin presiden bersikap sesuai harapan masyarakat sipil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika itu dilakukan maka dirinya akan tidur pulas. Sebab selama ini dirinya jarang tidur mengorganisir aksi-aksi dan advokasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau sesuai saya besok akan tidur sepusanya. Kemarin-kemarin saya tidak bisa tidur," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ray yang memimpin acara dengan santai sempat bertanya sebelum pidato mulai. Yakinkan hadirin pidato SBY sesuai dengan harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata tidak satupun hadirin angkat tangan tanda setuju. Bahkan ada yang mengaku tim sukses nasional SBY-Boediono yang mengaku kecewa dengan kinerja presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat presiden berpidato hadirin tenang. Namun beberapa kalimat SBY memancing sorakan dari hadirin. Seperti saat nonton bola dan terjadi gol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya ketia SBY mengatakan sengaja menahan diri untuk tidak bicara dulu. "Huuu," teriak hadirin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mengatakan masalah Century sistemik dan karena krisis finansial juga disoraki. Bahkan Effendy Ghazali meneriaki lantang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sistemik ni ye. Sistemik ni ye. Silahkan sorak ini kayak kalo gol saat nonton bareng bola," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sorakan sangat lantang saat SBY mengatakan difitnah jika dana masuk tim kampanyenya. Apalagi saat dia mengatakan pemerintah baru akan mempelajari hasil audit BPK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat memasuki pidato soal Bibit-Chandra awalnya hadirin diam. Tapi lama-lama banyak yang berguman "Normatif,".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cletukan-cletukan juga terus terlontar ibarat sedang melihat pemain bola gagal mengontrol bola atau gagal menendang ke gawang lawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat SBY akan membentuk satuan tugas untuk memperbaiki hukum, kecaman kembali dilontarkan hadirin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ray lalu menanyakan siapa yang tidak puas dengan pidato, hampir semua hadirin mengangkat tangan tanda tak puas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lawan SBY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat pidato usai semakin keras teriakan. Bahkan muncul yel-yel melawan SBY. Membahana teriakan revolusi dan nyanyian "lawan lawan, lawan SBY. Lawan SBY sekarang juga," teriak semua hadirin sambil membalik jempol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang masalahnya bukan hanya Bibit-Chandra, sekarang masalahnya lawan SBY," ujar Ray didukung para hadirin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin lalu meneriakkan yel-yel "lawan lawan lawan SBY, lawan SBY sekarang juga," sambil berkelompok dan mengajungkan tangan dengan jempol terbalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Franky menyanyikan lagi Aku Mau Presiden Baru. "Aku mau presiden baru bela rakyat. Yang punya ketegasan jadi pemimpin. Rakyat semakin susah rakyat hilang harapan karena salah pilih pemilu kemarin," sambil hadirin mengangkat handuk putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian para tokoh yang sangat kecewa mulai berorasi meneriakkan perlawanan pada SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yudi Latif mengatakan rakyat tak paham dengan pidato presiden. Presiden tak paham bahasa rakyat. Sudah saatnya bahasa turun ke jalan digunakan kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fadjroel Rachman mengatakan kecewa sekali dengan pidato SBY. Maka 100 hari ini adalah masa akhir SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini adalah 100 hari masa akhir pemerintahan SBY mari kita lawan bersama sama," teriaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Effendy Ghazali juga mengatakan tidak paham apa yang dikatakan SBY. Dia mengatakan sudah saatnya semua dibenahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kejaksaan pelu dibenahi, polisi perlu dibenahi, termasuk membenahi Pak SBY," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya singkat saja. Pidato SBY out of conteks," ujar Adhie Massardi menyindir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Sukardi Rinakit juga mengatakan sudah saatnya melawan SBY. Usman Hamid juga mengatakan pidato SBY tak melaksanakan rekomendasi maka saatny aksi damai menurunkan SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Danang Widoyoko juga mengaku tak mengerti apa yang dikatakan presiden. Menyerahkan pada jaksa dan polisi sama saja dengan dia cuci tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu buat apa anda di istana, maaf pak presiden saya tidak lagi percaya pada anda," tukasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu Franky terus mengalun dan dinyayikan di tengah teriakan melawan SBY. Lalu para aktivis melemparkan handuk putih tanda mengakhiri pemerintahan SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lawan lawan lawan SBY, lawan SBY sekarang juga," teriak mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saat ganti presiden, saat ganti presiden. Karena salah pilih pemilu kemarin," ujar Franky yang lagunya mengakhiri acara nonton bareng.(dian widiyanarko)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547287089621338152-314746722740539423?l=kisahpolitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/feeds/314746722740539423/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/11/disoraki-seperti-menyoraki-gol-lalu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/314746722740539423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/314746722740539423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/11/disoraki-seperti-menyoraki-gol-lalu.html' title='Disoraki Seperti Menyoraki Gol, Lalu Dilawan'/><author><name>ceritapolitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03581870292337704400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FdsTa_WjA30/SwvVF5AjBJI/AAAAAAAAAB4/HHq4Xp5v2rc/s72-c/IMG00409-20091123-2000.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547287089621338152.post-2982265948699978379</id><published>2009-11-04T01:07:00.000-08:00</published><updated>2009-11-04T02:23:04.821-08:00</updated><title type='text'>MK Penuh Tawa dan Bahasa Jawa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_FdsTa_WjA30/SvFV-eoJ5JI/AAAAAAAAABw/hh3hiUBmU4Y/s1600-h/IMG00353-20091103-1138.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FdsTa_WjA30/SvFV-eoJ5JI/AAAAAAAAABw/hh3hiUBmU4Y/s320/IMG00353-20091103-1138.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400191960055669906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_FdsTa_WjA30/SvFV4D3oUhI/AAAAAAAAABo/PPb1khYkqFs/s1600-h/IMG00358-20091103-1400.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FdsTa_WjA30/SvFV4D3oUhI/AAAAAAAAABo/PPb1khYkqFs/s320/IMG00358-20091103-1400.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400191849793606162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang kemarin suasana Gedung Mahkamah Konstitusi (MI) tampak sangat ramai. Ratusan orang dari berbagai kalangan datang ke gedung di Jalan Medan Merdeka Barat itu untuk mendengarkan rekaman hasil sadapan KPK yang berisi dugaan kriminalisasi dua pimpinan KPK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beranda di depan ruang sidang sudah dipenuhi para pengunjung dan para watawan yang sudah berdatangan dan menunggu dari pagi. Beberapa juga berebut masuk ke ruang sidang untuk melihat langsung sidang yang akan digelar pada pukul 11.00 WIB itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ayal rauang sidang menjadi penuh sesak dengan para wartawan, tamu, dan petugas dari MK dan pihak yang bersangkutan dengan perkara pengujian UU KPK. Akibatnya petugas keamanan MK dibantu dengan petugas Polres Jakarta Pusat, membatasi pengunjung yang mencoba masuk ke ruang utama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar gedung, di jalanan yang juga dikenal sebagai jalan komplek kementrian, puluhan mahasiswa dari berbagai universitas bersama LSM dan elemen masyarakat madani lainnya menggelar aksi mendukung KPK. Para pengunjuk rasa yang membawa spanduk “Save KPK” juga sesekali mengecam Polri atas penahanan Chandra-Bibit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa menit sebelum sidang mulau, Tim Independen Verifikasi Fakta tiba dan memasuki ruang sidang utama. Anggota Tim Anies Baswedan datang lebih dahulu bersama anggota lain Komaruddin Hidayat, Hikmahanto Juwana, Amir Syamsuddin, dan Wakil Ketua Tim Koesparmono Irsan. Todung Mulya Lubis yang juga anggota hadir dalam ruang sidang lima menit kemudian, lalu disusul Denny Indrayana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka duduk di sebelah kiri majelis hakim, di sana susah ada Menkumham Patrialis Akbar sebagai wakil pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mereka, pimpinan KPK yang datang lengkap memasuki ruangan. Diawali oleh Ketua KPK Tumpak Hatorangan Pangabean, disusul Mas Achmad Santosa, Haryono Umar, M Jasin, dan Waluyo. Mereka lalu duduk di depan majelis hakim, sementara di belakang kursi mereka duduk tim ahli KPK, termasuk yang memutar rekaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di samping kanan tumpak ada ahli KPK yaitu Pakar Hukum Pidana UI Rudi Satrio dan mantan Ketua Komnas HAM Abdul Hakim Garuda Nusantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Tim Adnan Buyung Nasution sendiri baru datang setelah pimpinan KPK masuk. Buyung yang terlihat buru-buru kemudian bergabung bersama rekannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim pembela yang dipimpin Bambang Widjojanto, sudah berada di tempatnya di samping kanan hakim dengan bertoga hitam. Mereka juga membawa tim pembela namun tak bertoga yang duduk di belakangnya tampak Refly Harus di antara mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bangku pengunjung berjejal para tamu dari berbagai kalangan dari pengacara sampai politisi. Tampak Politisi PBB Ali Mochtar Ngabalin, Pengacara Farhat Abbas, Pakar Komunikasi Effendy Ghazali dan Roy Suryo tampak bisa masuk ke dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan tokoh lain seperti Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, dan Sekjen TII Teten Masduki dan lainnya tampak memonton dari beranda tepat di depan ruang sidang. Ada juga yang memilih melihat di balkon seperti Guruh Soekarnoputra yang rela berjejalan bersama pengunjung dan wartawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah waktu sidang dimulai, sembilan orang hakim konstitusi bertoga merah yang dipimpin oleh Ketua MK Mahfud MD memasuki ruangan. Lalu Mahfud membuka sidang dengan mengemukakan argumennya bahwa berdasarkan UU Kebebasan Informasi Publik (KIP) rekaman bisa dibuka dan disaksikan oleh publik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahfud juga mengingatkan agar semua pihak tidak gaduh saat rekaman didengarkan. “tidak boleh tertawa, bertepuk tangan, atau hu,” tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, pimpinan KPK diberi kesempatan menyerahkan dan memutar rekaman. Tumpak lalu menyerahkan rekaman dan menjelaskannya sebelum memutar rekaman yang berdurasi 4 jam 30 menit itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat inilah, Mahfud mulai mencairkan suasana dengan guyonan-guyonan kecilnya. “Sembilan seri rekaman dengan judul yang sangat profokatif,” katanya yang disambut tawa pertama hadirin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu rekaman yang disadar dari ponsel Anggodo mulai diperdengarkan. Para pengunjung yang memadati tampak hening seperti tersihir suara rekaman yang diawali dengan kata “Halo. Iya Pak” itu. Beberapa wartawan dan kru TV yang menyiarkan langsung segera sigap merekam dan berebut dampai ada yang melakban mic dan recorder di dinding ruang sidang di bawah speaker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun rekaman sempat terhenti dan terganggu. Mahfud menanyakan ada gangguan apa. Tumpak menjawab bahwa mungkin dengan alat dan computer KPK akan lancer. Mahfud lalu menyilahkan memakai mana saja asal lancar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bambang Widjojanto tiba-tiba menyela dan minta copian transkip yang hanya diserahkan KPK pada Mahfud. Mahfud lalu menanggapinya dengan gaya jenaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ini copinya cuma satu, kalau dikasih ke saudara saya malah tidak kebagian,” tukasnya disambut tawa riuh dari hadiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bambang tetap bersikeras meminta copian agar mudah menyimak. Namun Mahfud tetap tak memberikan dan berjanji akan diberikan nanti seusai sidang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tidak usah nanti kami yang beri, kalau KPK yang fotokopi nanti malah tidak balik saya yang repot,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu rekaman didengarkan kembali dengan transkip yang dipampangkan di layar di atas kanan dan atas kiri majelis hakim. Hadirin tampak menyimak serius. Saat nama Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji disebut di dalam rekaman, beberapa pengunjung tampak berbincang kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim Independen tampak menyimak dengan tenang. Demikian juga dengan Mahfud yang sesekali membolak-balik transkip di tangannya. Semantara tim pembela juga menyimak dengan melihat layar sehingga memiringkan badan mereka ke kiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Bambang yang sikapnya beda. Dia tidak hanya menyimak tapi sambil tak henti membuat catatan di netbooknya. Diskusi kecil juga tampak baik di Tim Independen maupun Tim Pembela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara hadirin asyik mendengarkan dengan sesekali merespon dengan tawa atau bisikan kecil. Misalnya saat Anggodo mengeluarkan kata yang diangap lucu seperti “Saya bukan saksi, saya penyandang dana,” atau menyebut “Bersama si Kumis (Antasari)”. Kontan penguncung tertawa bahkan ada yang terpingkal-pingkal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin yang asyik menyimak mulai bingung, ketika rekaman yang diputar ada yang berbahasa Jawa dengan dialek Jawa Timur. Bahasa Jawa ini banyak sekali dalam seri rekaman, terutama saat Anggodo yang asal Jawa Timur berbicara dengan orang yang dihubunginya yang juga pernah atau berasal dari Jawa Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aadanya bahasa Jawa membuat banyak hadirin tak mengerti dan beberapa tampak bertanya ke temannya, ada pula yang mengaku tak mengerti namun mengabaikannya menunggu rekaman lain yang berbahasa Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesulitan mencerna bahasa Jawa rupanya juga dialami wartawan yang bukan dari etnik Jawa atau tak tahu bahasa Jawa. Ada yang mengaku kesulitas membuat laporan karena tak paham apa yang dibicarakan dalam rekaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu rupanya tak hanya dialami hadirin saja, Adnan Buyung juga mengaku tak paham. Dia tiba-tiba meminta rekaman yang berbahasa Jawa diterjemahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini mohon diterjemahkan, saya tidak tahu maksudnya. Ini menyangkut RI 1 soalnya,” keluh Buyung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, seperti sebelumnya, Mahfud menanggapi hal itu dengan santai dan agak berbau goyonan. “Ya nanti bapak saya beri salinannya. Kan ada staf di kantor bapak yang orang Jawa,” ujarnya enteng yang disambut tawa riuh hadirin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya ketidakmengertian atas bahasa Jawa yang banyak terdengar dari rekaman menjadi perhatian Mahfud. Maka walau tidak mengeluh Menkumhan juga disindir Mahfud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu dilakukan ketika Patrialis akan meninggalkan sidang sejenak untuk menghadiri acara atau agendanya sebagai Menkumham dan akan kembali lagi beberapa saat kemudian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahfud memerintahkan agar staf MK memberikan transkip pada Patrialis seraya menyarankan agar mantan rekannya di Komisi III DPR dulu itu meminta stafnya membantu menerjemahkannya untuk dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Itu staf anda bagus itu bahasa jawanya. Minta bantuan dia,” kata Mahfud sambil menunjuk Dirjen Paraturan Perundang-undangan Depkumham Abdul Wahid yang mendampingi Patrialis. Kontan saja hadirin tertawa karena tahu Mahfud bercanda. Sebab Abdul Wahid bukan orang Jawa melainkan orang Madura sama dengan Mahfud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengarkan rekaman berjam-jam membuat hadirin kelelahan dan mulai bosan. Beberapa mulai keluar dari ruang sidang utama atau turun dari balkon ke serambi. Bahkan Mahfud sempat menskors sidang sekitar pukul 13.30 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini juga yang membuat Tumpak mengusulkan memutar rekaman yang konteksnya relevan dengan perkara di MK saja. Akhirnya Mahfud mengizinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sesi kedua sidang mendengarkan rekaman juga makin lama. Hadirin yang semua berdiri tampak mulai duduk. Banyak tamu dan tokoh yang memilih meninggalkan MK seperti Din Syamsuddin dan Guruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota Tim Pembela, dan Tim Independen juga terlihat bergantian keluar masuk ruangan untuk ke kamar kecil. Patrialis juga terlihat beberapa kali keluar masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raut muka kelelahan tampak di muka peserta sidang. Beberapa anggota tampak menyangga kepala dengan tangan, memegang kening atau menyandarkan badan ke bantalan kursi seperti Komaruddin misalnya, atau Anies yang bahkan menyandarkan tangannya ke kursi Denny Indrayana yang ada disebelahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesekali sambil berpangku tangan atau bersandar peserta sidang baik hakim, Tim Independen, Tim Pembela, maupun KPK tampak memejamkan mata melawan lelah dan kantuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini seolah tidak berlaku bagi Bambang dan Denny. Bambang terus sibuk mengetik dan Denny beberapa kali sibuk berdiskusi kecil dengan Todung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada komentar yang nyaris seragam dari hadirin baik di dalam ruang sidang, di beranda, maupun di balkon. Dengan lirih banyak pengunjung yang berkomentar “Rusak negara ini”. Komentar itu terdengar beberapa kali sepanjang sidang, namun lirih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya menjelang senja sekitar jam 16.00 WIB rekaman selesai diperdengarkan. Saat sidang menjelang berakhir Patrialis datang memasuki sidang lagi setelah menyelesaikan urusannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu para tokoh yang hadir mengaku menyempatkan diri ke MK di tengah kesibukannya untuk memberikan dukungan moral. Misalnya Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dia menginginkan kasus ini diusut tuntas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan ada yang ditutup-tutupi,” tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Din juga meminta kasus itu tidak dipolitisasi. Dia juga meminta Tim Independen bekerja dengan baik. Meski dia meragukan Tim seperti itu berdasarkan pengalaman sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tim pencari fakta STPDN ternyata hasilnya juga tidak digubris. Saya kira nasib TPF ini tak jauh beda,” tukasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guruh Soekarnoputra juga menyatakan kedatangannya untuk memberikan dukungan moral. Dia meminta kasus itu diselesaikan dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga meminta kasus ini diselesaikan seadil-adilnya. Dia juga meminta Chandra dan Bibit dibebaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya bersedia jadi jaminan kalau diperlukan,” ujarnya.(dian widiyanrko)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547287089621338152-2982265948699978379?l=kisahpolitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/feeds/2982265948699978379/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/11/mk-penuh-tawa-dan-bahasa-jawa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/2982265948699978379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/2982265948699978379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/11/mk-penuh-tawa-dan-bahasa-jawa.html' title='MK Penuh Tawa dan Bahasa Jawa'/><author><name>ceritapolitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03581870292337704400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FdsTa_WjA30/SvFV-eoJ5JI/AAAAAAAAABw/hh3hiUBmU4Y/s72-c/IMG00353-20091103-1138.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547287089621338152.post-8790277846063404334</id><published>2009-10-27T06:06:00.000-07:00</published><updated>2009-10-27T06:11:04.223-07:00</updated><title type='text'>Jadi Presiden Seperti Orang Melahirkan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://pks.or.id/2006/images/library/alfa/maret2007/adang%20dani/tif.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 405px; height: 540px;" src="http://pks.or.id/2006/images/library/alfa/maret2007/adang%20dani/tif.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt; foto: pks.or.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tifatul Sembiring terus menebar senyum dan melayani jabat tangan para tamu di ruangan yang penuh sesak itu. Siang itu adalah hari terakhirnya menyandang jabatan presiden PKS setelah dia mendapat posisi baru sebagai menteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana harus juga sesekali mengiringi pelepasan sang Menkominfo. Bahkan staf yang membacakan surat pergantian Tifatul sempat terisak menahan tangis. Namun Tifatul yang terkenal suka berpantun justru mengisi perpisahannya dengan humor dan perumpamaan yang menggelitik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat diberikan kesempatan berpidato, Tifatul langsung meminta izin agak panjang waktunya karena itu adalah pidato terakhirnya. Dia juga sempat terlihat menahan haru sampai-sampai sering selip lidah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya dia salah sebut masa jabatannya yang 5 tahun 10 hari, menjadi satu tahun 10 hari. Juga salah sebut tsunami Aceh yang terjadi pada 26 Desember 2004 disebut 25 Desember.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cuma beda sehari,” kilahnya yang disambut tawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pidatonya Tifatul lebih banyak menceritakan soal pengalamnnya memimpin PKS. Dia mengibaratkan menjadi presiden seperti seorang nahkoda dan proses belajarnya seperti orang melahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menjadi Presiden PKS atau presiden sebenarnya ,seperti orang melahirkan. Tidak perlu punya pengalaman sebelumnya. Nanti insyaallah banyak orang di sini yang akan bantu,” ujarnya sambil tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dalam menahkodai dia juga mengaku mendapat berbagai macam dinamika. Misalnya ada protes mengapa jalur yang dipilih adalah jalur ini, lalu dia menjelaskan hal itu keputusan partai. Ada juga yang menanyakan mengapa gaya menahkodai seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga menyindir awak kapal yang menaikkan bendera warna lain selain warna PKS. Dalam perumpamaan dia juga mengatakan ada kader yang suka membakar ikan di geladak kapal dan bukan di dapur kapal. Saat ada yang menanyakan itu dia mengatakan mungkin kader itu ingin makan ikan dengan cara itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Biarkan saja asal jangan bakar kapal saja. Ada juga yang loncat enggak tinggal juga enggak jadi gelayutan aja dia di kapal. Mungkin mau pindah belum ada kapal,” sindirnya yang disambut tawa hadirin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu diakhir pidatonya Tifatul juga masih melontarkan candaan soal jabatannya menjadi Menkominfo. Dia mengatakan menjadi menteri sama seperti menjadi manteri suntik (petugas kesehatan desa). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana rasanya jadi menteri mirip-mirip mantra. Kalau mantri sibuk suntik orang kesana-kemari menteri juga sama kesana-kemari. Insyaaalahsaya akan sering ke sini mengenang kebersamaan kita mengenang rapat rapat kita,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden PKS yang baru pengganti Tifatul, Luthfi Hasan Ishaaq yang berpidato setelah Tifatul menanggapi pidato sejawatnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Beliau berkeluh kesah soal nahkoda kapal, saya agak khwatir saya takut mabuk laut,” ujarnya yang disambut tawa riuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luthfi dalam pidatonya juga sempat merendah dan mengatakan mungkin dirinya tak sebagus Tifatul. Dia mengatakan yang dipilih jadi presiden PKS kadang kala bukan bukan yang terbaik setidaknya seperti yang dia alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setidaknya yang saat ini seperti itu. Saya tidak bisa berpentun,” ujarnya mengarah pada Tifatul yang suka berpantun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luthfi juga mengatakan tidak akan ada perpisahan dengan Tifatul. Sebab dirinya dan Tifatul sama –sama masih kader PKS. Setiap saat Tifatul yang sibuk dengan tugasnya menjadi meteripun bisa datang ke kantor baru PKS.(dian widiyanarko)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547287089621338152-8790277846063404334?l=kisahpolitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/feeds/8790277846063404334/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/10/jadi-presiden-seperti-orang-melahirkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/8790277846063404334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/8790277846063404334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/10/jadi-presiden-seperti-orang-melahirkan.html' title='Jadi Presiden Seperti Orang Melahirkan'/><author><name>ceritapolitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03581870292337704400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547287089621338152.post-5426313770048219283</id><published>2009-10-15T06:30:00.000-07:00</published><updated>2009-10-15T06:35:17.520-07:00</updated><title type='text'>Sepuluh Sapi untuk Yenny</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs265.snc1/9219_1227907947225_1514853913_595916_6720179_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 604px; height: 453px;" src="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs265.snc1/9219_1227907947225_1514853913_595916_6720179_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana di pesantren Ciganjur tampil tak biasa. Nuansa meriah tampak menghiasi dua hari ini. Tenda-tenda berdiri megah dan karangan bunga mengiasi di sana sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halaman pesantren yang juga kediaman mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) juga di padati para tamu berbatik dari berbagai kalangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang itu di tempat sejuk itu memang sedang ada acara penting. Gus Dur sedang unduh mantu, menikahkan putri ke duanya Zannuba Arifah Chafsoh (Yenny Wahid). Satu satunya putri yang mengikuti jejek ayahnya menjadi politisi ini mengakhiri masa lajangnya dengan dipersunting Politisi Partai Gerindra Dhohir Farisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan yang dihelat dengan campuran adat jawa dan madura itu semakin istimewa karena dihadiri presiden dan wakil presiden yang menjadi saksi kedua mempelai. Selain itu para tokoh nasional juga turut memadati masjid kecil pesantren yang disetting menjadi tempat akad nikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wapres Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah datang lebih dahulu bersama rombongan ke lokasi sekitar pukul 13: 25 WIB. Tak lama kemudian Presiden SBY datang bersama Ibu negara dan rombongannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam masjid sudah menunggu para tokoh yang sudah hadir sebelumnyaM Tampak hadir Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subiyanto dengan batik kremnya duduk bersila akrab, bersama Ketua MK Mahfud MD, Wagub Jatim Syaifullah Yusuf (Gus Ipul), dan para politisi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadir pula para kiai NU seperti Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi, Ketua PBNU Said Aqil Siradj dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Politisi bekas PKB yang sempat berseberangan dengan Gus Dur juga tampak hadir. Misalnya Ketua Umum PKNU Choirul Anam (Cak Anam) dan yang lain. Hanya saja Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar tidak tampak hadir. Menurut info dari keluarga Muhaimin tidak diundang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ritual akad nikah diawali dengan diaraknya Faris dengan rebana madura. Sesampainya di dalam kemudian dia menempati kursi diapit kepala negara dan wakilnya yang mengenakan stelan jas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Dur selaku ayah mempelai wanita menikahkan sendiri putrinya. Dengan mengenakan baju stelan melayu dia menikahkan dengan bahasa arab. Tokoh NU 'KH Mustofa Bisri (Gus Mus) tampak menuntun dengan membisiki Gus Dur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara SBY dan JK duduk mengamati di sisi kanan dan kiri Gus Dur. Kemudian setelah Faris membalas juga dengan bahasa arab hadirin para tokoh yang duduk bersila di bawah dan menjadi saksi lalu serempak mensahkan akad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sah sah," teriak hadirin serempak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah proses itu Faris lalu menyerahkan mas kawin berupa 10 ekor sapi seharga Rp90 juta 900 ribu. Sepuluh sapi untuk Yenny itu di serahkan secara simbolis dalam bentuk lonceng dan sertifikat yang dibingkai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu mempelai pria dengan diiringi SBY-JK dan para tokoh menuju kediaman Gus Dur. Lalu dipertemukan dengan Yenny yanh didandani dengan kebaya putih dan konde khas pengantin jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya lalu menandatangai buku nikah. Saat menandatangai rupanya Yenny kesulitan dan bingung dimana dia harus membubuhkan tanda tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sampai MC acara menyndirnya. "Mbak yenny kesulitan di mana harus membubuhkan maklum pengalaman pertama dan mudah mudahan yang terakh-r. Mohon pak penghulu tolong dibantu," ujar MC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu semua hadirin bersalaman dan berfoto dengan kedua mempelai. Kemudian presiden dan wapres meninggalkan tempat secara bergantian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden SBY juga sempat menyalami warga yang menunggu di depan rumah Gus Dur. Kebetulan letak mereka ada di dekat mobil RI 1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prabowo Subianto yang pulang setelah presiden dan wapres pergi mengatakan mengucapkan selamat dan mendoakan ke dua mempelai. Apalagi yang menikah adalah kadernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya saya doakan mereka kan mereka kader saya," ujarnya dari balik kaca mobil sebelum meninggalkan lokasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore harinya Gus Mus menyampaikan nasehat pernikahan. Dia mengatakan bagaimana membina keluarga yang harmonis secara islam. Tak lupa kiai yang sastrawan ini juga berpesan agar tidak meninggalkan ibadah kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga mendoakan agar kedua mempelai menjadi keluarga yang sakinah dan menjadi contoh sebagai keluarga yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat jumpa pers usai acara akad tuntas keduanya menunjukkan rona bahagia. Senyum tampak menghiasi wajah kedua mempelai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dalam menjawab pertanyaan nuansa canda tawa mengemuka. Misalnya saja Faris yang ditanya mengapa memberikan 10 ekor sapi sebagai maskawin, dia menjawab dengan candaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seandainya setiap keluarga kalau nikah memberi mahar sapi, maka kita tidak perlu impor sapi," candanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Yenny mengatakan dia dan suaminya boleh memiliki pilihan atau pandangan politik berbeda nantinya. Namun dalam rumah tangga hal itu tidak berpengaruh. Dia mengatakan keluarga adalah hal utama dan politik adalah urusan ke dua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ditanya kemana akan berbulan madu, seolah tak mau kalah dengan suaminya Yenny juga menjawabnya dengan candaan. Dia mengatakan ingin berbulan madu ke jembatan Suramadu yang baru saja diresmikan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bulan madu ke Suramadu, ingin lihat bulan dari Jembatan Suramadu, sekalian nunjukin mur-mur yang hilang," candanya.(dian widiyanarko)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547287089621338152-5426313770048219283?l=kisahpolitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/feeds/5426313770048219283/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/10/sepuluh-sapi-untuk-yenny.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/5426313770048219283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/5426313770048219283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/10/sepuluh-sapi-untuk-yenny.html' title='Sepuluh Sapi untuk Yenny'/><author><name>ceritapolitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03581870292337704400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547287089621338152.post-699526999006634978</id><published>2009-10-13T08:55:00.000-07:00</published><updated>2009-10-13T09:08:03.484-07:00</updated><title type='text'>Terus Bekerja Sampai Detik Terakhir</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.inilah.com/data/berita/foto/88603.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 176px; height: 261px;" src="http://www.inilah.com/data/berita/foto/88603.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber foto; inilah.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di detik-detik akhir masa jabatannya, para menetri Kabinet Indonesia Bersatu memiliki aktifitas yang beragam. Sambil menunggu kabar dari Cikeas apakah jabatannya akan berakhir atau terpilih kembali, mereka melanjutkan aktifitas masing masing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek) Kusmayanto Kadiman misalnya akan terus bekerja sampai detik terakhir. Saat ini mantan Rektor Institute Teknologi Bandung (ITB) itu masih disibukkan dengan pekerjaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kusmayanto mengatakan dirinya sedang berada di Aceh terkait uji coba alat deteksi tsunami. “Saya sedang di Aceh untuk acara IO-Wave 2009,” kata Kusmayanto kepada Seputar Indonesia, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menristek yang sering menyelipkan humor dalam pidatonya ini mengaku perasaannya diakhir masa jabatannya biasa saja. Dia mengatakan perasaannya saat ini serupa serupa dengan awal ketika dilantik jadi Menristek. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dinikmati sebagai berkah dan ujian. Pindah dari Rektor ITB ke Menteri Ristek saya syukuri sebagai rahmat Allah. InsyaAllah tidak buat saya lupa diri,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kusmayanto mengatakan dirinya juga akan legowo jika tidak lagi menjabat. Dia mengatakan jika tugasnya sebagai Menristek berakhir jika tidak terpilih lagi, dia juga menikmatinya sebagai berkah ilahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hidup ini menarik jika setiap perubahan yang terjadi kita nikmati sebagai wujud syukur pada Ilahi,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kusmayanto dirinya bersama-sama stafnyaq juga telah menyusun Laporan Pelaksaan Tugas 2004-2009. Selain itu Memo Akhir Jabatan dan (usulan) Program 100 hari Menristek juga sudah di siapkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“LPT sudah secara resmi saya kirimkan ke Presiden via Sekneg,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai kemas-kemas barang-barang pribadi baik di kediaman maupun di kantor belum dilakukannya. Sebab dirinya masih akan fokus bekerja dan menilai kemas-kemas tidak membutuhkan waktu lama dari detik akhir jabatan berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menurut perkiraan saya beres-beres dan pindah akan butuh waktu dua hari karena barang-barang pribadi mayoritas buku dan pakaian yang mudah dikemas. InsyaAllah,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ditanya mengenai isu pergantian menteri, termasuk tokoh parpol yang mengincar Ristek dan sebagainya, Kusmayanto menolak berkomentar. “Saya tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Bagian Humas Kemeneg Ristek Wawan Bayu yang sedang mendampingi Kusmayanto di Aceh mengungkapkan sampai saat ini atasanya itu masih disibukkan dengan banyak pekerjaan. Menristek, kata dia, memilih tetap bekerja sampai detik akhir jabatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi kalau menteri lain ada yang berkemas-kemas, pak menteri (Menristek) masih terus beekerja sampai dinyatakan tidak lagi menjabat,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wawan yang sudah mengabdi di Ristek sejak zaman Habibie ini mengungkapkan Kusmayanto tidak terlalu hirau dengan hiruk pikuk isu pergantian menteri. Sebagai Menristek yang bersangkutan terus bekerja seoptimal mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Beliau yang saya lihat sangat pekerja keras,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai laporan akhir tugas, Wawan mengatakan hal itu sedang disusun. Sebab jika seorang menteri atau pejabat akan habis masa bhaktinya hal itu harus ada. Terlepas nanti yang bersangkutan terpilih lagi menjadi menteri atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di kantor Departemen Sosial (Depsos) aktifitas berjalan normal. Para pegawai yang ditemui Seputar Indonesia tidak terlalu hirau dengan isu akan berakhirnya jabatan Mensos Bachtiar Chamsyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, mobil sedan berplat RI 32 tidak tampak di tempat biasanya terparkir. Rupanya sang menteri tidak berada di tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Staf Ahli Mensos bidang Dampak Sosial Gunawan Sumodiningrat yang ditemui Seputar Indonesia membenarkan bahwa Mensos tidak ada di tempat. Mensos sedang ada urusan ke China dan berangkat kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Beliau sedang ke China. Menemani istri beliau, bu Mensos yang sedang berobat di sana,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ditanya mengenai isu tidak dipilihnya lagi Bachtiar jadi Mensos, mantan Dirjen Pemberdayaan Sosial ini mengaku belum dengar. Selama ini dia hanya dengar bahwa pos Mensos jadi rebutan partai seperti PKS, PPP, PKB dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan mengenai pamitan atau kemas-kemas Mensos dia mengaku hal itu belum ada. Dia mengatakan suasana masih seperti biasa semua bekerja dengan tugasnya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ditanya apa harapan untuk Mensos ke depan, Gunawan mengaku punya banyak harapan. Dia berharap mensos mendatang bisa melanjutkan program pemberdayaan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi Depsos ini bertransformasi dari sekedar charity menjadi program yang empowerment,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunawan mengatakan tidak ada salahnya jika presiden memilih kalangan professional sebagai Mensos. Sebab selama ini Mensos selalu orang parpol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ada salahnya dicoba kalangan professional untuk pos Depsos ini, lalu dibandingkan kinerjanya dengan dari Parpol,” usulnya.(dian widiyanarko)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547287089621338152-699526999006634978?l=kisahpolitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/feeds/699526999006634978/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/10/terus-bekerja-sampai-detik-terakhir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/699526999006634978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/699526999006634978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/10/terus-bekerja-sampai-detik-terakhir.html' title='Terus Bekerja Sampai Detik Terakhir'/><author><name>ceritapolitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03581870292337704400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547287089621338152.post-5062188964555387754</id><published>2009-10-11T05:03:00.000-07:00</published><updated>2009-10-11T05:06:04.673-07:00</updated><title type='text'>Dalam Check and Balances Tak Ada Oposisi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.thejakartapost.com/files/images/1kiemas2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 512px; height: 341px;" src="http://www.thejakartapost.com/files/images/1kiemas2.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;foto: jakartapost.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAWANCARA KETUA MPR TAUFIK KIEMAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Sabtu malam 3 Oktober lalu, Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu) PDIP Taufik Kiemas terpilih sebagai ketua MPR. Taufik terpilih dari paket yang didukung tujuh fraksi bersama wakil-wakil ketua MPR yang terpilih antara lain Melani Leimena Suharli dari Demokrat, Hajrianto Y Tohari dari Golkar, Lukman H Saefudin dari PPP, Ahmad Farhan Al Hamid dari usur DPD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pertanyaan mengemuka dari terpilihnya Taufik memimpin lembaga yang pernah menjadi lembaga tertinggi. Misalnya terkait dukungan Demokrat pada Taufik untuk mendapatkan posisi tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sana lantas timbul pertanyaan apakah PDIP akan berbalik dari oposisi menjadi pendukung pemerintahan pasca Taufik jadi ketua MPR? Selain itu bagaimana pula pandangan Taufik atas tugas barunya memimpin MPR, termasuk mengenai isu amandemen dan DPR? Berikut wawancara singkat dengan Taufik Kiemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terpikir oleh anda setelah terpilih sebagai ketua MPR?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pesti bebennya berat ya. Saya tidak mungkin berhasil jika tidak dibantu masyarakat dan mass media. Sebab apa, tugas pertamanya MPR ini kan menyebarluaskan pancasila, undang-undang dasar 1945, negara kesatuan republik Indonesia, dan kebinekaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kerjasama dengan Demokrat dalam pemilihan anda, apakah ini akan mengikis jiwa oposisi PDIP?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita lihat dari keputusan MPR DPR dan DPD kita tidak bicara mengenai oposisi atau tidak oposisi. Tapi kita bicara mengenai check and balances. Jadi seharusnya di sini semua kritis. Partai Demokrat harusnya lebih kritis dari PDIP seharusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah berarti PDIP tidak oposisi lagi setelah anda terpilih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam check and balances tidak ada oposisi. Semua kritis di DPR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi PDIP tidak akan kritis lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua harus berlomba-lomba untuk kritis. Demokrat sebagai yang terbesar harusnya yang lebih kritis dari yang lain. Jadi semua fraksi di DPR itu harus lebih kritis. Posisi PDIP dalam cehek and balance harusnya sama. Mustinya yang lebih galak Democrat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda kan terpilih dengan bantuan Demokrat, apa yang diberikan PDIP pada Democrat sebagai gantinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat hal itu. Pancasila, undang-undang dasar 1945, negara kesatuan republik Indonesia, bhineka tunggal ika. Itu komitmen yang harus dijaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mendukung anda Demokrat kan mengecewakan rekan koalisinya seperti PKS yang juga mengincar ketua MPR. Tentunya ada komitmen sehingga Demokrat sampai lebih memilih anda dari rekan koalisinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu kalau soal democrat harus tanya democrat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah balasan atau komitmennya PDIP akan sama-sama Demokrat di pemerintahan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Check and balances itu semua sama-sama nanti, tetap kritis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai wakil dari unsure DPD dari paket anda yaitu Ahmad Farhan Hanid tidak diakui oleh pihak DPD, apa pendapat anda soal ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu tanya ahli hukum deh. Tanya ahli tata negara. DPD nya bagaimana, sudah terwakili belum. Secara tata negara benar atau tidak yang dilakukan DPR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa pandangan anda sebagai ketua MPR mengenai usulan amandemen UUD 45. Juga perjuangan DPD untuk mengajukan amandemen?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita kan nunggu aja. Kan mesti disipkan dulu. Kan musti mengumpulkan 266. kalau kita menunggu saja. Biar DPR memprosesnya dulu.(dian widiyanarko)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547287089621338152-5062188964555387754?l=kisahpolitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/feeds/5062188964555387754/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/10/dalam-check-and-balances-tak-ada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/5062188964555387754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/5062188964555387754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/10/dalam-check-and-balances-tak-ada.html' title='Dalam Check and Balances Tak Ada Oposisi'/><author><name>ceritapolitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03581870292337704400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547287089621338152.post-2393301614743152739</id><published>2009-10-04T06:52:00.000-07:00</published><updated>2009-10-04T06:57:18.935-07:00</updated><title type='text'>Saya Bukan Satpam Partai</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.mediaindonesia.com/spaw/uploads/images/article/image/20090925_070446_paloh2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 330px; height: 260px;" src="http://www.mediaindonesia.com/spaw/uploads/images/article/image/20090925_070446_paloh2.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Wawancara Calon Ketua Umum Partai Golkar Surya Paloh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;foto: media indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para kandidat calon ketua umum Golkar mulai menggalang dukungan dan&lt;br /&gt;mempersiapkan diri bertarung di Munas yang digelar di Riau. Ketua&lt;br /&gt;Dewan Penasehat Partai Golkar Surya Paloh adalah salah satu kandidat&lt;br /&gt;terkuat yang terus menggalang dukungan, apa saja persiapannya untuk&lt;br /&gt;Munas, dan apa yang ditawarkannya jika memimpin Golkar berikut&lt;br /&gt;wawancaranya saat keliling Indonesia menggalang dukungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang membuat anda memutuskan maju dalam bursa ketua umum?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang pasti bertanya, mengapa saya yang sudah menjabat ketua dewan&lt;br /&gt;penasehat maju jadi ketua umum, biasanya kan ketua umum mengincar&lt;br /&gt;dewan penesehat. Apalagi ini juga buang waktu tenaga dan sebagainya.&lt;br /&gt;Semua saya lakukan karena ingin membuat sesuatu yang berarti bagi&lt;br /&gt;Golkar. Saya ingin merestorasi partai ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Aburizal Bakrie yang merupakan rival berat anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara etik saya tidak mau jawab dia anggota saya, saya ketua dewan&lt;br /&gt;penasehat dia anggota saya. Tapi saya hargai dia maju itu hak dia.&lt;br /&gt;Hubungan saya dengan dia baik-baik saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memang menjaga agar hubungan dengan semua kandidat baik. Makanya&lt;br /&gt;saya hindari hal-hal yang personal dalam kompetisi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Tomy Soeharto yang meramaikan bursa juga, apakah anda&lt;br /&gt;juga memperhitungkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua saya perhitungkan, semua berat bagi saya. Saya tidak menghargai&lt;br /&gt;semangat juang Mas Tomy kalau saya tidak memperhitungkan dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan saling klaim dukungan daerah. Daerah yang anda&lt;br /&gt;katakana mendukung anda juga diklaim mendukung lawan anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarkanlah kalau mereka mengatakan di dukung daerah ini, padahal&lt;br /&gt;mereka jelas-jelas mendukung saya. Kamu lihat sendiri dari Papua,&lt;br /&gt;Sulawesi, Kalimantan, Jawa, Sumatra, cek sendiri apa benar itu&lt;br /&gt;ketuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu hak mereka untuk mengklaim. Tapi yang jelas Jateng 99,9%&lt;br /&gt;mendukung, di pulau jawa di atas 75% kalau secara keseluruhan.&lt;br /&gt;Sementara Sumatra 80%. Maluku 100% boleh dicatat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya pendukung bisa berbelok ke kubu lain di saat-saat terakhir&lt;br /&gt;menjelang pemilihan di Munas. Bagaimana anda bisa memastikan atau&lt;br /&gt;menjaga mereka tetap di pihak anda?&lt;br /&gt;Saya tidak punya trik khusus, biarkanlah kesadaran dan nurani mereka&lt;br /&gt;yang amankan itu. Saya bukan satpam partai. Saya tidak perlu memaksa&lt;br /&gt;mereka saya tidak perlu aman-mengamankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda yang terpilih, apa yang anda persiapkan untuk Golkar di masa&lt;br /&gt;kepemimpinan anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus kembalikan kepercayaan rakyat. Partai ini kalau bahasa saya&lt;br /&gt;sedang cidera citra. Kegagalan di pileg dan pilpres cukup jadi&lt;br /&gt;pelajaran kita. Kita harus perbaiki itu semua. Dan itu hanya bisa di&lt;br /&gt;lakukan kader Golkar sendiri bukan orang di luar Golkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi siapa yang bertanggungjawab atas semua keterpurukan Golkar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak mau menyalahkan siapa-siapa. Semua bertanggungjawab. Saya&lt;br /&gt;bertanggungjawab, Pak Jusuf bertanggungjawab. Kita harus mengembalikan&lt;br /&gt;kejujuran dan ideologi partai, bukan sikap pragmatis transaksional&lt;br /&gt;segelintir elit partai. Tapi sudahlah mari kita tutup buku lama dan&lt;br /&gt;kita buka buku baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana sikap politik Golkar jika anda pimpin terhadap pemerintahan,&lt;br /&gt;apakah akan menjadi oposisi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak akan berkoalisi dalam pemerintahan, tapi kita tidak juga&lt;br /&gt;oposisi. Kita independen saja, agar duduk setara atau equal, bukan&lt;br /&gt;subordinasi. Kita juga tidak memikirkan agenda itu agenda ke depan&lt;br /&gt;kita konsolidasi internal agar pemilu mendatang kita bisa jadi&lt;br /&gt;pemenang kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ditawari kabinet oleh SBY apa akan diterima atau ditolak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ditawari kita terimakasih, tapi Golkar tidak akan terima. Kita&lt;br /&gt;tidak ada representasi partai dalam kabinet. Kita harus belajar tidak&lt;br /&gt;jadi bayang-bayang pemerintahan, kita harus bisa buktikan kita bisa&lt;br /&gt;besar bukan karena fasilitas pemerintahan. Ini yang membedakan saya&lt;br /&gt;jika terpilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana jika ada kader anda yang ikut bergabung dalam kabinet?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan saya tidak melarang, tapi itu bukan dari partai. Tidak ada&lt;br /&gt;representasi Golkar dikabinet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bagaimana kalau anda diajak bicara SBY untuk menyusun kabinet?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya akan duduk bersama dan berikan pemikiran saya tapi sikap saya&lt;br /&gt;tetap Golkar tidak masuk dan akan mengutamakan konsolidasi. Kita tetap&lt;br /&gt;di tengah, kalau baik kita dukung kalau tidak baik kita protes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah sikap yang anda tawarkan itu dinilai tidak sesuai dengan&lt;br /&gt;karakter Golkar. Selama ini kan Golkar dinilai sebagai partai&lt;br /&gt;pemerintah dan sulit lepas dari pemerintahan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini yang salah dipahami oleh pengamat dan elit Golkar sendiri. Nafas&lt;br /&gt;Golkar tidak tergantung pada pemerintahan. Sekarang kita punya satu&lt;br /&gt;wapres dan empat menteri dari Golkar, kalah juga kita, jadi intinya&lt;br /&gt;bukan ada atau tidak dalam pemerintahan, tapi pada citra partai yang&lt;br /&gt;terpuruk. Ini yang harus diperbaiki untuk kembali bangkit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dalam restorasi organisasi apakah anda akan merombak kepengurusan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita akan membuat kepengurusan lebih produktif, siapa saja yang&lt;br /&gt;berpotensi akan kita ajak. Anak-anak muda akan dapat tempat, bukan&lt;br /&gt;lagi karena kedekatan. Kalau selama ini hanya ada organisasi&lt;br /&gt;kepemudaan kita akan buat untuk semua ada organisasi buruh tani,&lt;br /&gt;bahkan cendekiawan Golkar juga ada. (dian widiyanarko)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547287089621338152-2393301614743152739?l=kisahpolitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/feeds/2393301614743152739/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/10/saya-bukan-satpam-partai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/2393301614743152739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/2393301614743152739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/10/saya-bukan-satpam-partai.html' title='Saya Bukan Satpam Partai'/><author><name>ceritapolitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03581870292337704400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547287089621338152.post-2746506476528254483</id><published>2009-10-01T04:41:00.000-07:00</published><updated>2009-10-01T04:42:09.134-07:00</updated><title type='text'>Politik Itu Tak Kenal Pensiun</title><content type='html'>Siang itu adalah hari terakhirnya bekerja di sana. Dia mulai bersiap mengemasi barang-barang di kantor yang sudah 10 tahun di tempatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama para sejawatnya Taufikurrahman Saleh bersiap meninggalkan Senayan. Taufik adalah satu dari para anggota dewan lainnya yang tidak lagi bertugas di DPR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Taufik dan anggota dewan periode 2004-2009 yang tak terpilih lagi, hari kemarin adalah hari terakhir bekerja di Gedung DPR. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari terakhir itu, Taufik memilih mengakhiri masa kerjanya dengan pamitan. Pamitan pertama dilakukan Politisi PKB itu dengan para wartawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Taufik para wartawan adalah rekan kerja yang paling dekat dengan pekerjaannya selama ini. Dalam pertemuan itu, mantan Wakil Ketua Komisi II DPR ini membawa segebog buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku berjudul “Membangun Pendidikan Indonesia” itu adalah salah satu bukti kerjanya selama menjadi anggota dewan. Buku itu merupakan kumpulan buah pikirannya selama menjadi anggota Komisi Pendidikan DPR. Buki itu juga di luncurkannya sebagai tanda masa akhir jabatannya sebagai anggota dewan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taufik mengaku tak ada rasa sedih sedikitpun meninggalkan gedung kura-kura yang juga membesarkan namanya. Sebab sebagai politisi pensiun dari DPR hanyalah sekedar pindah kantor saja, bukan berhenti jadi politisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Politik itu tidak kenal pensiun. Parlemen hanya tempat saja,” jawab mantan Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPR ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taufik mengatakan aktifitas politik bisa dilakukan di mana saja. Yang penting tetap berjuang dan bisa mempengaruhi kebijakan pemerintah agar pro rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai aktifitas selepas pensiun dari DPR, Taufik mengaku banyak hal yang menunggunya. Dia bisa saja kembali mengajar atau menjadi pengacara, sebuah provesi yang 10 tahun lalu ditinggalkan anggota dewan yang telah menjabat dua periode ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Taufik berminat juga bergabung di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Yang terakhir ini dia menunggu apakah ada tawaran tempat bagi dirinya. “Terserah saja nanti di tempatkan di mana (di PBNU),” ujar Wakil Ketua Komisi V DPR ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman sejawat Taufik yang juga berkemas siang itu adalah Fuad Anwar. Anggota Komisi VII ini juga mengatakan sudah pindah kantor saat itu. Itulah yang dimaknainya bahwa politik itu tak kenal pensiun. (dian widiyanarko)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547287089621338152-2746506476528254483?l=kisahpolitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/feeds/2746506476528254483/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/10/politik-itu-tak-kenal-pensiun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/2746506476528254483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/2746506476528254483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/10/politik-itu-tak-kenal-pensiun.html' title='Politik Itu Tak Kenal Pensiun'/><author><name>ceritapolitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03581870292337704400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547287089621338152.post-7975767245187814057</id><published>2009-07-10T03:40:00.001-07:00</published><updated>2009-07-10T03:41:56.947-07:00</updated><title type='text'>Bersebelahan Namun Berlainan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.mediaindonesia.com/spaw/uploads/images/article/image/2009_04_09_02_44_18_wiranto-usman.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 330px; height: 260px;" src="http://www.mediaindonesia.com/spaw/uploads/images/article/image/2009_04_09_02_44_18_wiranto-usman.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;foto: media indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu para petugas TPS 14 terlihat sibuk menyapkan alat-alat&lt;br /&gt;pencontrengan. Para petugas berseragam batik rapi berpeci itu terlihat&lt;br /&gt;serasi bersiaga di sebuah TPS yang ditata begitu apik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TPS yang berada di sebuah Sekolah dasar SD 3 dan 6 itu memang tampak&lt;br /&gt;megah dan elegan. Tenda persegi empat yang biasa digunakan untuk pesta&lt;br /&gt;perkawinan itu dihias kain dan dekorasi menawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan kursi para undanganpun berselimutkan kain lembut. Hal itu tentu&lt;br /&gt;bukan tanpa sebab. Karena di TPS itulah Cawapres Partai Golkar dan&lt;br /&gt;Hanura Wiranto akan memberikan suaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya tidak aneh juga kalau seluruh dekorasi mewahnya bernuansakan&lt;br /&gt;warna oranye khas warna Hanura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan semua kursi terbungkus kain lembut warna Hanura juga.&lt;br /&gt;Suasananya juga teduh dan memanjakan para pengunjung dari warga RT 01&lt;br /&gt;dan wartawan yang berbondong-bondong menonton dan meluput ke sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya suasana itu sangat timpang dengan sebuah TPS lain yang&lt;br /&gt;letaknya bersebelahan dengan TPS Wiranto. TPS 13 yang hanya berjarak&lt;br /&gt;sekitar 5 meter dan hanya dipisah jalan kecil dari TPS 14 kondisinya&lt;br /&gt;sangat memprihatinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TPS ini hanya berada di lapangan terbuka dan nyaris tanpa atap. Hanya&lt;br /&gt;parasut tentara usang disangga sebatang bambu yang menjadi pelindung&lt;br /&gt;dari teriknya mentari siang hari. Itu pun hanya melindungi meja Ketua&lt;br /&gt;TPS saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Disini memang beda sama sebelah yang lebih nyaman,' kata Ketua TPS 13&lt;br /&gt;Suganda saat melihat seorang wartawati TV Swasta yang kepanasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya untuk TPS sederhana ini juga relatif minim. Hanya sekitar&lt;br /&gt;Rp2jutaan. Suganda mengatakan hal itu wajar saja sebab di TPS nya&lt;br /&gt;tidak ada pejabat yang mencontreng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Maklumlah di sini tidak ada pejabatnya mas,' ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di TPS 14 ada tokoh nasional Wiranto yang juga menjadi cawapres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal fasilitas juga berbeda. Di TPS Wiranto makanan sangat mencukupi,&lt;br /&gt;bahkan wartawan juga ditawari makanan setelah semua petugas kebagian.&lt;br /&gt;Fasiltas tendan dan lainnya juga hadir karena bantuan Wiranto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Pak Wiranto ini yang bantu, tinggal pindahin tenda dari rumah,' ujar&lt;br /&gt;seorang warga di TPS 14.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seusai mencontreng Wiranto dengan ramah juga mempersilahkan jika&lt;br /&gt;wartawan atau warga mau berkunjung ke kediamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Silahkan dirumah saya ada minuman, silahkan kalau mau mampir&lt;br /&gt;terbukan. Mau tidur juga boleh,' candanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat kata dua TPS itu bersebelahan tapi berlainan. Namun ada yang&lt;br /&gt;tidak berlainan, ada yang sama yaitu keduanya sama-sama mengalahkan&lt;br /&gt;Wiranto dan memenangkan SBY.(dian widiyanarko)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547287089621338152-7975767245187814057?l=kisahpolitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/feeds/7975767245187814057/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/07/bersebelahan-namun-berlainan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/7975767245187814057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/7975767245187814057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/07/bersebelahan-namun-berlainan.html' title='Bersebelahan Namun Berlainan'/><author><name>ceritapolitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03581870292337704400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547287089621338152.post-4302614144353307672</id><published>2009-04-26T01:38:00.000-07:00</published><updated>2009-04-26T03:39:37.440-07:00</updated><title type='text'>Jangan Sensi Lah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://cetak.bangkapos.com/public/php/images.php?file=preview_20071122001404_1_ismanto_2105_20071122hayono.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 250px;" src="http://cetak.bangkapos.com/public/php/images.php?file=preview_20071122001404_1_ismanto_2105_20071122hayono.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_iTcrmMiL9Ss/SZ13sk5922I/AAAAAAAAASE/qruAlHWCvtU/s320/Burnap.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 230px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_iTcrmMiL9Ss/SZ13sk5922I/AAAAAAAAASE/qruAlHWCvtU/s320/Burnap.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana “perceraian” SBY dan JK masih terasa di ruangan itu saat dua politisi pendukung tokoh itu bertemu untuk berdiskusi. Burhanuddin Napitupulu sang Ketua DPP Partai Golkar orang dekat JK, duduk bersebelahan dengan Hayono Isman, Anggota dewan Pembina Partai Demokrat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burnap, sapaan akrab Burhanuddin, tidak bisa menyembunyikan rasa kesalnya pada Demokrat. Dia memaparkan buntunya negosiasi dua partai untuk berkoalisi karena ulah Demokrat yang “jual mahal” atas posisi cawapres yang diincar Golkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Burnap menilai Demokrat dan SBY telah menunjukkan sikap anti JK. Hal itu dibuktikan dengan dilansirnya lima criteria cawapres oleh SBY yang dinilai meminggirkan posisi JK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu lah, yang kemudian mematik emosi petinggi Golkar khusunya pendukung JK. Hal itu juga yang memberanikan mereka meluncurkan sikap cerai atas SBY dan mencalonkan presiden sendiri yaitu JK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini sudah masalah hati,” ujar Burnap dengan nada membara menggambarkan kekecewaan pendukung JK saat SBY dinilai mulai meminggirkan JK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang pemaparan Burnap di hadapan wartawan DPR itu, Hayono Isman yang duduk di sampingnya hanya tampak tenang dan sesekali tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun saat moderator memberinya kesempatan berbicara dia membalas “serangan” Burnap. Dia meminta Burnap tidak terlalu emosi dan sensitif menanggapi criteria yang dikemukakan SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau pinjam istilah anak muda,jangan sensi lah. Wajar pemenang pemilu mengajukan kriteria-kriteria,” sentilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hayono bahkan mengungkapkan fakta lain bahwa Golkar yang begitu cepat memutuskan hubungan dan mengakhiri negosiasi. Padahal Demokrat memprioritaskan Golkar untuk cawapres dan negosiasi baru berjalan sekali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burnap segera membalas saat dikatakan sensi. “Saya bicara norma organisasi, bukan sensi tidak sensi,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bersemangat Burnap kemudian mengatakan JK adalah ketua umum, maka jika SBY tidak mau pada JK seharusnya dibicarakan baik-baik empat mata. Bukan dengan mengungkapkan criteria yang sepertinya menolak halus JK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia lalu memberi contoh Soetrisno Bachir (SB) yang juga wajar tersinggung kerana sebagai ketua umum merasa dilangkahi Amien Rais yang konon mengajukan Hatta Radjasa jadi cawapres SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Soetrino Bachir gak diikutin ya marah, Amien punya list sendiri. Jelek-jelek dia (SB)itu ketua umum,” katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Burnap kemudian tersadar bahwa dia membuat pernyataan yang bisa dimaknai berbeda. Terutama kata “jelek-jelek” SB ketua umum. Walau semua orang tau maksudnya bukan mengatakan SB jelek, namun dia takut hal itu diplintir sehingga bisa membuat kesalahpahaman antara dirinya dan SB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama dengan kasus statemen Achmad Mubarok tentang 2,5% suara Golkar yang kemudian membuat renggang hubungan dua partai.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Saya ralat ya jangan sampai marah SB. Itu jelek-jelek maksudnya bukan SB jelek. Biasa slip of tongue,” ujarnya yang disoraki wartawan yang hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin pak Burnap memang lagi sensi. Jadi lidahnya pun kepleset.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(sumber foto:calonanggotalegislatifdpd.blogspot.com dan cetak.bangkapos.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547287089621338152-4302614144353307672?l=kisahpolitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/feeds/4302614144353307672/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/04/jangan-sensi-lah.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/4302614144353307672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/4302614144353307672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/04/jangan-sensi-lah.html' title='Jangan Sensi Lah'/><author><name>ceritapolitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03581870292337704400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_iTcrmMiL9Ss/SZ13sk5922I/AAAAAAAAASE/qruAlHWCvtU/s72-c/Burnap.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547287089621338152.post-7352301336004039508</id><published>2009-04-23T23:44:00.000-07:00</published><updated>2009-04-23T23:56:04.114-07:00</updated><title type='text'>Dejavu Orde Baru</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FdsTa_WjA30/SfFie6Z2geI/AAAAAAAAABY/hBkYdhRvqQM/s1600-h/pemilujurdil2009.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 185px; height: 113px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FdsTa_WjA30/SfFie6Z2geI/AAAAAAAAABY/hBkYdhRvqQM/s320/pemilujurdil2009.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5328148117369291234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_FdsTa_WjA30/SfFiLa9R3EI/AAAAAAAAABQ/IxXPiTwmj_o/s1600-h/tandaipilihanmu2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 185px; height: 113px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FdsTa_WjA30/SfFiLa9R3EI/AAAAAAAAABQ/IxXPiTwmj_o/s320/tandaipilihanmu2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5328147782510435394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saat rehat setelah usai menulis saya membuka email yahoo saya yang jarang ditengok setelah saya memiliki gmail yang lebih cepat. Sebuah email dari Mbak Khofifah Indarparawansa masuk, dikirim oleh teman saya yang orang dekatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya buka dan cermati. Intinya mantan Menteri Peranan Wanita ini menilai pemilu legislative 2009 ini jauh dari azas jurdil. Banyak kecurangan dan masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dia menilai pemilu Orde Baru lebih baik dari pemilu saat ini. Menuruit dia, Kasus DPT Pileg dan sistmetiknya kecurangan yang terjadi bukti nyata bahwa orde zaman Soeharto berkuasa ternyata lebih baik daraipada orde reformasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasannya, pada saat orde baru dulu, Undang-undang Dasar (UUD) tak mencamtumkan asas jurdil (jujur dan adil) dalam Pemilu, hanya luber (langsung, umum, bebas dan rahasia) saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya menurut dia, Orde Baru sadar bahwa dia tidak akan bisa jurdil, sehingga hanya pakai asas luber. “Lah, saat ini pakai luber dan jurdil, tapi pada kenyataannya tak ada kejujuran dan keadilan,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Mbak Khofifah juga memaparkan masalah DPT yang memang cukup menjadi duri di penyelenggaraan pemilu kali ini. Mungkin sekilas nada pernyataan Ketua Umum Muslimat NU ini terlihat emasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi kalau kita lihat sedikit ke belakang Mbak Khofifah sempat dirugikan oleh DPT saat pilgub Jatim lalu. Manipulasi DPT yang diduga sistematis itu telah menggagalkannya jadi gubernur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya masih ingat saat dia melakukan konfrensi pers dengan bukti-bukti ditumpuh sangat banyak. Bahkan bisa setengah bak truk sampah jika dikumpulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun saat itu suaranya tidak banyak didengar, atau didengar sambil lalu. Bahkan MK menolak kembali memproses kasusnya. Sampai sampai dia mengatakan hanya mahkamah akhirat yang akan membelanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi gaung menjadi lebih keras saat masalah DPT diungkap parpol. Aapalgi parpol besar seperti PDIP beberapa saat sebelum pileg. Masalah dan protes DPT semakin nyaring saat parpol yang kalah menilai masalah DPT sebagai kambing hitamnya. Kelompok Teuku Umar pun kemudian berdiri, dimotori PDIP, Gerindra, dan Hanura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Politisi Hanura AS Hikam yang dulu juga pernah seperjuangan dengan Mbak Khofifah di PKB ternyata juga mengungkapkan pandangan senada tentang pemilu Orde Baru. Mantan Menristek ini menilai kecurangan dan masalah pemilu 2009 seolah mengembalikan praktek pemilu masa lalu saat Orde Baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini seperti Dejavu Orde Baru,” ujar pria asal Tuban ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya menurut Hikam wajar jika kelompoknya mengancam memboikot pilpres jika masalah itu tidak dijelaskan dan diselesikan. Dia mengatakan wajar saja ada ancaman memboikot pertandingan jika yakin hasilnya bisa diatur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal boikot ini memang sempat membuat wacana pilpres satu pasang saja menjadi ramai. Bahkan ada usul perppu pilpres jika SBY ternyata hanya maju seorang diri, tanpa Mega atau yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa komentar Pak SBY tentang ancaman Kelompok Teuku Umuar itu? Dia meminta Mega dan kawan-kawan tidak mengkuliahinya soal kecurangan. Dia mengaku merasakan hal yang sama di pemilu 2004 di mana dia bukan incumbent.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan galak-galak,” ujar SBY yang menyatakan statemen balasan di istananya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Galak dari mana, kalau di era demokratisasi yang begini masih belum galak lah,” ujar Hikam di tempat dan waktu yang berbeda.(dian widiyanarko)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547287089621338152-7352301336004039508?l=kisahpolitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/feeds/7352301336004039508/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/04/dejavu-orde-baru.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/7352301336004039508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/7352301336004039508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/04/dejavu-orde-baru.html' title='Dejavu Orde Baru'/><author><name>ceritapolitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03581870292337704400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FdsTa_WjA30/SfFie6Z2geI/AAAAAAAAABY/hBkYdhRvqQM/s72-c/pemilujurdil2009.gif' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547287089621338152.post-5995840167810256427</id><published>2009-04-21T22:00:00.000-07:00</published><updated>2009-04-21T22:11:04.920-07:00</updated><title type='text'>Kisah SMS Cawapres</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.presidensby.info/imageD.php/4220.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 205px;" src="http://www.presidensby.info/imageD.php/4220.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;sumber foto: presidensby.info&lt;br /&gt;----------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada gula ada semut. Ungkapan itu cocok untuk kondisi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat ini. Pak SBY memang ibarat gula yang sedang dikerubuti “semut-semut” yang ingin menjadi pendampingnya di pilpres mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maklum saat ini sedang naik daun. Selain dalam berbagai survei popularitasnya masih tertinggi, partainya juga menjadi kampium di pemilu legislatif. Sebuah modal yang lebih dari cukup untuk sukses di pilpres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak SBY pun sedang kebanjiran usulan. Tawaran dan masukan pun datang bertebaran baik dari partai maupun dari kalangan lain. Bahkan masukan lewat pesan singkat atau SMS dari berbagai kalangan pun membanjiri Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Achmad Mubarok mengungkapkan hal itu. Dia mengatakan SMS tersebut isinya beragam. “SMS masuk sangat beragam ada yang serius ada yang lucu-lucuan,” ungkap Mubarok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SMS soal cawapres itu, lanjut Mubarok banyak yang menggelitik. Ada yang mengatakan kalau Indonesia mau besar SBY harus meng gandeng Akbar Tandjung. Sebab Akbar itu itu artinya besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga yang mengatakan kalau mau Indonesia jadi yang utama, harus gandeng Fadel Muhammad. Karena Fadel artinya utama. Dalam SMS yang tidak dirinci Mubarok datang dari mana itu juga ada nama Hidayat Nur Wahid juga masuk, alasannya agar Indonesia mendapat petunjuk, sebab Hidayat artinya petunjuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mungkin ada juga yang mengatakan kalau mau barokah harus gandeng Mubarok yang artinya berkah,” kata Mubarok berkelakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mubarok mengatakan Pak SBY saat ini sedang menimbang masak-masak siapa yang akan dipilihnya nanti. Selain menimba masukan dari berbagai kalangan, SBY ternyata juga tidak mengesampingkan aspek spiritual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SBY juga melakukan shalat istiqarah agar diberi petunjuk menentukan pendamping yang tepat. Pendamping yang tepat dibutuhkan SBY sebab jika terpilih kembali dia ingin melakukan kerja yang jauh lebih baik dari pemerintahannya saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria pun dibuat oleh SBY. Lima kriteria yaitu, integritas yang baik, kecakapan yang tinggi, loyal pada pemerintahan, diterima dan lekat di hati rakyat, dan bisa merekatkan koalisi agar kokoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mubarok mengatakan lima kriteria yang disampaikan SBY itu ternyata juga bisa menjadi saringan terhadap berbagai usulan yang masuk. “Nyatanya dengan ada kriteria semua orang ngukur diri. Kemarin kan semua orang ingin. Sekarang semua mengukur diri,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Mubarok enggan mengungkapkan nama-nama siapa saja yang dipertimbangkan SBY. Dia terus berkilah dan meminta public bersabar sampai SBY menjatuhkan pilihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki humoris ini hanya bisa menjawab sementara pertanyaan itu dengan canda khasnya. “Bisa laki-laki bisa perempuan. Bisa tua bisa muda. Inisialnya panjang. Yang jelas warga negara Indonesia, bukan impor,” candanya.(dian widiyanarko)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547287089621338152-5995840167810256427?l=kisahpolitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/feeds/5995840167810256427/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/04/kisah-sms-cawapres-ada-gula-ada-semut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/5995840167810256427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/5995840167810256427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/04/kisah-sms-cawapres-ada-gula-ada-semut.html' title='Kisah SMS Cawapres'/><author><name>ceritapolitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03581870292337704400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547287089621338152.post-9215286638533470634</id><published>2009-04-14T09:17:00.000-07:00</published><updated>2009-04-14T09:27:12.748-07:00</updated><title type='text'>Bumbung Kosong</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.mediaindonesia.com/spaw/uploads/images/article/image/20090402_072811_z-golput-dede.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 330px; height: 260px;" src="http://www.mediaindonesia.com/spaw/uploads/images/article/image/20090402_072811_z-golput-dede.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;sumber foto: mediaindonesia.com&lt;br /&gt;------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partai Golput menang. Itu yang dikatakan seorang kawan di halaman situs jejaring sosialnya di dunia maya. Teman saya itu hanya satu dari sekian orang yang berpendapat seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingginya angka golput membuat orang menilai pemilu kali ini dimenangkan golput bukan Partai Demokrat yang dikabarkan menjadi jawara. Bahkan Wapres Jusuf Kalla terhenyak karena di TPS nya sekitar 60 pemilihnya tidak hadir alias golput.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di TPS 07 komplek pejabat negara juga sama, dari 370an pemilih hanya 99 yang datang ke TPS. Di tempat lain, kondisinya juga tidak jauh berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang berkelakar mengatakan seruan Gus Dur masih didengar. Maklum Gus Dur lah tokoh yang menerikkan untuk golput karena dia tidak yakin pemilu tidak curang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah golput melengkapi noda penyelenggaraan pemilu 2009 ini. Melengkapi masalah yang bertumpuk seperti masalah yang tak lagi bisa dihitung jari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah DPT misalnya juga mempengaruhi banyaknya golput karena banyak rakyat tak bisa menggunakan hak pilihnya karena tidak terdaftar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apakah masalah golput hanya semata masalah teknis karena masalah DPT atau pendataan. Tentu saja tidak. Banyak orang yang dengan sadar memilih untuk tidak memilih atau golput. Jadi ada dua golput ideologis dan golput teknis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golput sendir sebenarnya bukan hal yang baru dalam tradisi berpolitik kita. Kalau pemerintah penyelanggara pemilu, dan politisi kita menyerukan menghindari golput, justru tradisi politik kita mengajarkan golput.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golput telah lama eksis dan dikenalkan di tradisi politik tingkat bawah. Dalam pemilihan kepala desa (pilkades) misalnya dikenal bumbung kosong. Bumbung kosong adalah tanda gambar kosong yang dimunculkan jika calon yang maju hanya satu orang atau calon tunggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kondisi calon kades hanya satu orang dan tidak ada lawan, dia tidak bisa langsung memilih. Dia harus melawan “partai golput” yang berupa bumbung kosong itu. Jadi dalam surat suara ada dua gambar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda gambar calon kades, yang biasanya berupa gambar buah-buahan, dan gambar bumbung kosong yang biasanya berupa gambar kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah jika yang banyak dipilih adalah bumbung kosong atau partai golput, maka si calon kades dinyatakan gugur. Dengan kata lain dia dianggap tidak legitimate. Maka dicari calon baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sejak di tradisi politik di tingkat bawah pun masyarakat sudah mengenai golput. Bahkan di institusi politik dasar itu eksistensi golput diakui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumbung kosong atau golput hilang jika calon ideman muncul. Sama seperti golput di Amerika Serikat yang tinggi kemudian menurun dan masyarakat berbondong-bondong memberikan suaranya saat Barack Obama maju jadi capres. Perpolitikan kita sebenarnya tak kalah maju dengan Amerika. Di sana pilpres, di sini pilkades. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kalau ada pihak yang menyoal sikap golput, mungkin perlu belajar lebih jauh tradisi politik kita sampai ke akar rumput jangan hanya teori mengawang-awang. Atau kalau ada politisi yang mengeluhkan golput, mungkin energi keluhan itu sebaiknya digunakan saja untuk memperbaiki diri, dan sistem. Karena golput hadir bukan tanpa sebab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547287089621338152-9215286638533470634?l=kisahpolitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/feeds/9215286638533470634/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/04/bumbung-kosong.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/9215286638533470634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/9215286638533470634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/04/bumbung-kosong.html' title='Bumbung Kosong'/><author><name>ceritapolitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03581870292337704400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547287089621338152.post-7055042216242270627</id><published>2009-04-09T07:01:00.000-07:00</published><updated>2009-04-09T07:04:50.705-07:00</updated><title type='text'>Pak Menteri Kaget Namanya Dua</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_FdsTa_WjA30/Sd4ABeQYCoI/AAAAAAAAABI/zLwCaIr37oM/s1600-h/Image060.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FdsTa_WjA30/Sd4ABeQYCoI/AAAAAAAAABI/zLwCaIr37oM/s320/Image060.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322691834900122242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sofyan Djalil bergegas turundari mobilnya menuju ke TPS di depannya. Sembari menebar senyuman khasnya Meneg BUMN ini menyapa wartawan yang ada di depan TPS 07 Kompleks Pejabat Negara di Jalan Denpasar Raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga berbasa basi dan bertegur sapa dengan wartawan dan petugas sesampainya di depan TPS. Namun dia kaget saat wartawan memberitahunya soal DPT yang terpampang di depan TPS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pak namanya ada dua pak,” kata wartawan. “Hah kok bisa,” ujar Sofyan kaget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mantan Menkominfo ini melihat namanya di papan yang memajang DPT yang sebagian besar isinya adalah pejabat tinggi negara. Di sana memang nama Sofyan tercatat dua. Yang satu Dr Sofyan Djalil sedangkan yang lainnya Sofyan Djalil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Sofyan mencermati dan membenarkan bahwa namanya ganda. Dia menilai hal itu mungkin kesalahan pendataan. Namun dia tetap heran ternyata namanya termasuk dalam DPT yang jadi masalah selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lama melihat DPT dan daftar caleg untuk referensi memilih, Sofyan kemudian memberikan suaranya. Setalah mencontreng di bilik suara komplek menteri itu dia kembali mengemukakan tentang namanya yang ada dua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gak tau itu memang masalah yang orang banyak kritik. Ini harus kita perbaiki, kedepan harus dipebaiki ini,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sofyan yang tampil santai dengan kaos polo dan celana pantaloon krem itu mengatakan walau dobel namanya di DPT dia memastikan hanya satu suara yang digunakan. Selain itu undangannya juga cuma satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang diundang yang Dr atau yang tidak,” canda para pencari berita. Menanggapi candaan itu Sofyan hanya bisa tertawa lebar, “Ha.ha.ha,”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan itu Sofyan juga sempat menceritakan bahwa dirinya sebelum memilih tadi melihat-lihat secara cermat caleg yang ada. Dia hanya akan memilih mereka yang kompeten untuk DPR lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya cari-carai untuk DPR yang lebih baik, ada yang kenal,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya itu keunikan di TPS para pejabat itu. Sebab ternyata ada pemilih yang mempercayai orang mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini terjadi karena saat penghitungan suara DPD ternyata ada satu suara yang memilih caleg Fadholi El Munir. Padahal caleg yang memimpin Forkabi itu baru saja meninggal beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah ada juga ni yang milih orang mati,” celetuk petugas keamanan TPS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petugas dan pengunjung yang memadati TPS 07 pun tak kuasa Manahan geli dan tersenyum simpul. (dian widiyanarko)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547287089621338152-7055042216242270627?l=kisahpolitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/feeds/7055042216242270627/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/04/pak-menteri-kaget-namanya-dua.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/7055042216242270627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/7055042216242270627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/04/pak-menteri-kaget-namanya-dua.html' title='Pak Menteri Kaget Namanya Dua'/><author><name>ceritapolitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03581870292337704400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FdsTa_WjA30/Sd4ABeQYCoI/AAAAAAAAABI/zLwCaIr37oM/s72-c/Image060.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547287089621338152.post-8385210742562771413</id><published>2009-04-06T06:29:00.000-07:00</published><updated>2009-04-07T09:14:44.240-07:00</updated><title type='text'>Gebuk Menggebuk (Capres) di Facebook</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_FdsTa_WjA30/SdoI8NgJTEI/AAAAAAAAABA/g26JLSTjLmA/s1600-h/say+no+to+mega2.GIF"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 222px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FdsTa_WjA30/SdoI8NgJTEI/AAAAAAAAABA/g26JLSTjLmA/s320/say+no+to+mega2.GIF" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321575740201323586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Wajah Megawati Soekarnoputri terlihat sedikit cemberut, sepasang tanduk merah mengiasi kepalanya. Foto tersebut menghiasi halaman grup bernama “Say “No!!!” to Megawati” yang beredar di situs jejaring pertemanan dunia maya Facebook.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Grup Facebook itu menunjukkan bahwa di masa tenang menjelang pemungutan suara ternyata masih terjadi serangan terhadap capres atau parpol. Jika sebelumnya saling serang hanya terjadi di panggung kempanye terbuka dan iklan politik, kali ini media dunia maya pun jadi panggung baru untuk gebuk menggebuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam “Say “No!!!” to Megawati”, setidaknya saat tulisan ini dibuat, ada sekitar 86,000 superter yang mendukung di varian pertama dan 4,228 member di varian ke dua. Juga ada verian ke tiga bertajuk “Tolak Mega” yang bergambar foto Mega dengan tanduk dan moncong putih dibuat mirip logo PDIP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah pembuatnya terkait langsung atau tidak muncul juga grup “Say Yes to SBY”, yang dibuat lima varian. Member tiap varian tidak banyak hanya puluhan sampai ratusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti sebuah reaksi balasan, kemudian juga muncul gebukan kepada SBY. Muncul grup lain di Facebook yang bernama “Say No To SBY”. Namun membernya hanya 142. Ada juga Say No to SBY-Kalla, say Yes to lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Capres lain juga tak lepas dari gebukan, ada juga Say No to Prabowo. Bahkan ada juga yang bernada plesetan seperti Say No to SBY/Mega say Yes to Saddam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak PDIP sendiri menilai grup di Facebook yang mendiskreditkan Ketua Umumnya tersebut adalah tindakan kekanak-kanakan. Politisi Muda PDIP yang juga Sekretaris Fraksi PDIP DPR Ganjar Pranowo menilai hal itu adalah cara menggebuk capresnya dengan cara yang tidak baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Rakyat akan menilai, cara-cara yang baik akan diterima baik, cara-cara yang tidak baik akan diterima dengan tidak baik juga,” ujar Ganjar. &lt;br /&gt;Ganjar yang juga aktif di Facebook ini mengatakan jika hanya grup biasa tidak masalah. Namun jika mendeskreditkan seperti itu bisa terkena Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi di sana ada foto Mega dengan tanduk di kepalanya. “Kalau substansinya merugikan orang, ini pasti perlu diatur,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melakukan manuver politik di situs jejaring bukan hal yang baru, bahkan Presiden Amerika Serikat Barack Obama saat jadi capres juga memanfatkannya. Cara ini yang kemudian juga digunakan caleg dan capres Indonesia mempromosikan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruhnya pada anak mudan dan masyarakat terdidik juga dinilai luar biasa. Wajar saja sebab sampai tanggal 15 maret 2009 anggota Facebook yang berasal dari Indonesia adalah 1.446.320 orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potensi itu pula yang coba dimanfaatkan untuk gebuk menggebuk menjelang pemilu. Apalagi aturan tentang kampanye di media ini belum ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Eksekutif Center for Electoral Reform Hadar Navis Gumay menyebut Facebook dan hal sejenis sebagai wilayah abu-abu. Wilayah ini yang lolos dari jeratan aturan perundangan karena tidak diatur di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja sulit menertibkan di wilayah itu. Akhirnya hanya etika yang bisa berperan di wilayah itu. “Tinggal etika saja, siapa yang memakai etika tidak akan melakukan,” ujarnya.(dian widiyanarko)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547287089621338152-8385210742562771413?l=kisahpolitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/feeds/8385210742562771413/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/04/gebuk-menggebuk-capres-di-facebook.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/8385210742562771413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/8385210742562771413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/04/gebuk-menggebuk-capres-di-facebook.html' title='Gebuk Menggebuk (Capres) di Facebook'/><author><name>ceritapolitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03581870292337704400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FdsTa_WjA30/SdoI8NgJTEI/AAAAAAAAABA/g26JLSTjLmA/s72-c/say+no+to+mega2.GIF' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547287089621338152.post-5438071822357650460</id><published>2009-04-03T05:29:00.001-07:00</published><updated>2009-04-03T05:49:43.780-07:00</updated><title type='text'>Pengamat Lawan Pemain</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://media.vivanews.com/thumbs/65193_sekretaris_jenderal_partai_demokrat__marzuki_alie_thumb_300_225.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 297px; height: 225px;" src="http://media.vivanews.com/thumbs/65193_sekretaris_jenderal_partai_demokrat__marzuki_alie_thumb_300_225.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.suarapembaruan.com/images/foto/24boniha.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 147px; height: 227px;" src="http://www.suarapembaruan.com/images/foto/24boniha.gif" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Wajah Sekjen DPP Partai Demokrat Marzuki Alie tampak cemberut. Di sebelahnya Pengamat Politik UI Boni Hargens bertubi-tubi mengkritik partainya dan presiden SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Marzuki tak tahan juga dengan kritik pedas yang memerahka telinganya itu. Saat kesempatan diberikan oleh moderator Marzuki pun lantas menyerang balik Boni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menyindir pengamat yang bisanya hanya berkomentar padahal tidak pernah merasakan langsung permainan yang sesungguhnya. Ibarat pengamat bola yang selalu menyalahkan pemain padahal belum tentu bisa kalau disuruh bermain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita ini memang banyak orang pinter, banyak pengamat. Pengamat bola itu kan paling pandai tapi pemain bolanya sudah di bina siang malam tidak semudah itu,” ujar Marzuki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merzuki kemudian kembali membela partainya dan kebijakan SBY selama memerintah. Dia tidak sadar statemennya tersebut menohok Boni yang selama ini memang kerap mengkritik SBY. Boni bahkan mengajukan gugatan ke pengadilan dengan tuduhan SBY tidak memenuhi janji saat kampanye.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana diskusi bertajuk Koalisi Pra dan Pasca Pemilu Legislatif menjadi memanas saat Boni tiba-tiba meminta kesempatan dan memprotes Marzuki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menyatakan tidak sepakat dengan pernyataan Marzuki soal pengamat bola yang menyudutkan pengamat seperti dirinya. Untuk menyerang balik, dia pun memakai analogi pemain dan pengamat bola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau pemainnya tau aturan dan bisa melakukan dengan baik tidak perlu pengamat bola. Ini pemerintah tidak professional,” serangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boni lantas membeberkan ketidakprofesionalan pemerintah. Dia menunjukkan gigatannya pada pemerintah yang diacuhkan SBY. Hanya kuasa hukum JK saja yang menurut dia kooperatif mau hadir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kritikan dan hujatan pada pemerintah kemudian berhamburan dari mulut Boni. Marzuki pun tak tinggal diam, dia mencoba menangkis serangan bertubi-tubi dengan ekspresi wajah tegang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya hargai semnagat nak muda ini semangat mudanya untuk membangun baik, tetapi terkadang datanya kurang dilihat. Tapi saya hargai, anak muda untuk membangun,” ujar Marzuki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marzuki kemudian mengungkapkan lagi bahwa selama ini partainya dituduh curang. Padahal tuduhan yang sering datang itu tidak disertai data dan bukti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan seolah Demokrat dituduh curang,” tukasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boni langsung menyela Marzuki yang duduknya persis di sebelah kirinya itu. “Kalau soal kecurangan, saya bisa berdebat kenapa kalau tidak ada kecurangan kapolda (Jatim) Herman itu mundur,” sergahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak di situ saja, Boni pun mempertanyakan iklan Demokrat yang sering muncul. Padahal dana kampanyenya yang dilaporkan tidak sebanyak iklan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Itu iklan ini dari mana dananya. Kalau diaudit itu tidak sebanyak itu. Banyak banner disebar itu dari mana dannya. Non sens itu. Ini ada ketidakjujuran yang dibungkus rapi,” sergahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasekjen DPP PKB Helmy Faishal Zaini yang juga jadi pembicara mencoba mendinginkan suara. Helmy yang duduk di sebelah kanan Boni mengambil mic dan mencoba menengahi keributan pengamat lawan pemain politik tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya tengahi dulu ini Pak Boni dan Pak Alie yang panas. Yang salah kita sebagai bangsa yang tidak pernah lihat ini sebagai transisi,” kata Helmy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“System masih acak kadul. Bersabarlah yang jadi pemain, rajinlah bermain. Pengamatnya juga yang sabar mengamati,” lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun upaya Helmy tidak mempan. Dua narasumber tersebut masih terus adu mulut di hadapan wartawan DPR yang mengikuti diskusi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya moderator bertindak tegas dan tidak mengizinkan mereka yang meminta kesempatan bicara. Lalu moderator pun menutup acara tanpa memperdulikan dua orang yang masih saja ribut walau disoraki hadirin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keributan baru berhenti saat acara ditutup. Para wartawan yang menyaksikan hanya bisa tersenyum simpul, dan ada yang berujar; “Pengamat dan pemain politik ternyata gak beda jauh sama pengamat dan pemain bola ya,”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547287089621338152-5438071822357650460?l=kisahpolitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/feeds/5438071822357650460/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/04/pengamat-lawan-pemain.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/5438071822357650460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/5438071822357650460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/04/pengamat-lawan-pemain.html' title='Pengamat Lawan Pemain'/><author><name>ceritapolitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03581870292337704400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547287089621338152.post-1820412101155005562</id><published>2009-03-31T06:26:00.001-07:00</published><updated>2009-03-31T06:45:59.926-07:00</updated><title type='text'>Lebih Cepat Lebih Baik vs Purwoceng</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://redaksikatakami.files.wordpress.com/2009/03/1-sby-jk.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 425px; height: 380px;" src="http://redaksikatakami.files.wordpress.com/2009/03/1-sby-jk.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau anda mengingat kampanye pilpres 2004, anda tentu ingat dengan slogan “Bersama Kita Bisa”. Slogan itu milik pasangan capres Susilo Bambang Yudhoyono – Jusuf Kalla (SBY-JK) yang akhirnya menjadi pasangan presiden pertama yang dipilih langsung oleh rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dalam perjalanan pemerintahannya, apalagi menjelang pemilu, seolah slogan itu berubah jadi "tidak bersama kita bisa". Dua sejoli itu dinilai sering terpecah dalam setiap tindakannya. JK bahkan dinilai lebih presiden dari SBY, ibarat ada dua matahai kembar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai-sampai Buya Syafii Maarif mengatakan JK sebagai the real president meski kemudian JK mengatakan dirinya the real vice president.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya Pengamat Politik Seperti Mohammad Qodari sempat menyatakan SBY dan JK tidak cocok. “JK dan SBY itu ibarat rem sama gas, jadi bertentangan,” kata Qodari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qodari bukan yang pertama menilai, selama ini memangi SBY dinilai sebagai pemimpin yang lamban dan tidak tegas, sementara JK dikenal cepat bertindak, bahkan terkesan spekulatif ala pengusaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah SBY-JK ternyata semakin mencolok saat menjelang pemilu ini. Perpecahan yang selama ini terlihat ditutup-tutupi mengemuka ke permukaan saat JK kemudian menyatakan siap maju sebagai presiden. Apalagi banyak kader Golkar yang setuju pimpinannya pecah kongsi dengan SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menggelitik juga hadir dari iklan Partai Golkar. Dalam iklan tersebut JK sedang mengumbar janji dengan mengatakan bisa memerintah lebih baik. Ada kalimat yang menonjol yang diucapkan JK sambil menggulung lengan baju kuningnya; “lebih cepat lebih baik”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat itu akan tampak biasa kalau bukan JK yang mengucapkan. Namun menjadi tidak biasa karena kalimat itu dinilai sebagai sindiran JK terhadap SBY. Sebagaimana diketahui SBY selama ini dicitrakan lamban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya iklan itu seolah menjanjikan jika JK presiden bisa lebih cepat dari SBY dalam mengambil keputusan. Karena lebih cepat itu lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang reaksi antar anak buah dua partai terkait iklan itu sempat terjadi. Golkar berkilah tidak bermaksud sindir SBY. Demokrat berkilah SBY tidak lamban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan SBY sendiri, dia ternyata melakukan sesuatu yang seolah membalas sindiran JK. Tak lama setelah iklan JK tayang, SBY melakukan kunjungan ke Surakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala itu SBY berkunjung ke suatu tempat yang ada tanaman Purwoceng. kemudian dia berkelakar kepada para menterinya untuk memakai tanaman itu. Purwoceng adalah tanaman obat untuk laki-laki agar tahan lama dalam berhubungan seks.&lt;br /&gt;Lantas apa hubungannya dengan “lebih cepat lebih baik”?, Pakar Komunikasi Politik Effendy Ghazali mengungkapkan tafsirnya dan mencari benang merahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Effendy menilai Purwoceng merupakan counter attack SBY terhadap pernyataan JK. Karena filosofi Purwoceng adalah memperlama gairah atau ereksi atau bisa dikatakan “lebih lama lebih baik”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nah kalau JK lebih cepat lebih baik, SBY Purwoceng, lebih lama lebih baik” ujar Effendi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah analisis Effendy itu serius atau bercanda belaka. Namun yang jelas tingkah laku dua pemimpin itu memang selalu kontras, disadari atau tidak, diakui atau tidak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547287089621338152-1820412101155005562?l=kisahpolitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/feeds/1820412101155005562/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/03/lebih-cepat-lebih-baik-vs-purwoceng.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/1820412101155005562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/1820412101155005562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/03/lebih-cepat-lebih-baik-vs-purwoceng.html' title='Lebih Cepat Lebih Baik vs Purwoceng'/><author><name>ceritapolitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03581870292337704400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547287089621338152.post-9146313874738226984</id><published>2009-03-30T05:57:00.000-07:00</published><updated>2009-03-30T06:00:38.968-07:00</updated><title type='text'>Terselamatkan Mulan Jameela</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://pemilu.detiknews.com/images/content/2009/03/21/708/dhani-mulancaver.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 330px; height: 300px;" src="http://pemilu.detiknews.com/images/content/2009/03/21/708/dhani-mulancaver.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kalau anda pikir massa parpol berkumpul untuk mendengarkan orasi pimpinannya, anda perlu berfikir ulang. Fenomena kampanye terbuka pemilu 2009 ini menunjukkan hal yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengumpulkan massa ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Para kader dan simpatisan yang memadati lapangan terbuka cepat bubar dan tidak tahan terik matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parahnya, bubarnya mereka saat sesi orasi dari pimpinan parpol. Mereka biasanya berkumpul di pinggir atau ditempat teduh selama orasi berlangsung. Mereka baru kembali ke tengah dan memadati lapangan saat sesi hiburan dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jangan salahkan pimpinan parpol jika masih memakai artis sebagai pemancing kehadiran masa. Setidaknya kampanye terbuka PKB membuktikan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana biasanya siang itu masa antusias memadati kampanye terbuka PKB di Subang. Jumlah masa yang hadir cukup membuat lapangan itu menjadi hijau dengan kaos dan atribut PKB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun saat siang hari, masa mulai menjauhi tengah lapangan yang terik. Apalagi artis ibukota seperti Ahmad Dhani dan Mulan Jameela yang dijanjikan menghibur tak kunjung hadir. Orasi para kiai pun seolah ditujukan pada rumput yang bergoyang di tengah lapangan yang kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Himbauan MC pada masa untuk ke tengah tak digubris. Bahkan bujuk rayu bernada tipu-tipu juga tak mempan. “Dani dan Mulan sudah di tol, sebentar lagi nyampek,” rayu MC yang terlihat mulai kehilangan jurus muslihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya pidato Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar pun tertunda. Sebab tampak tidak pantas Ketua Umum berpidato menghadap lapangan yang mulai kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya di tengah raut keputusasaan panitia, hadirlah Dhani dan Mulan Jameela. Kedatangan mereka membuat massa kembali antusias mengikuti kampanye.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan setelah melihat Dhani dan Mulan mereka nurut saja disuruh apapu oleh panitia. “Dhani.Dhani..Dhani..Mulan..Mulan,” terika massa tampak girang idolanya hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eforia masa atas Dhani dan Mulan Jameela tak disia-siakan Muhaimin. Dia lalu berorasi sebelum Dhani dan Mulan tampil. Hasilnya orasi berhasil dilakukan di hadapan ribuan massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Massa yang kemudian bergoyang gembira bersama Mulan Jameela. Hari itu PKB terselamatkan Mulan Jameela. Tak salah kalau PKB menjadikan Dhani sebagai jurkam nasional PKB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena seperti itu tidak hanya dialami PKB. Partai lain juga sering mendapat nasib seperti itu. Bahkan ada kampanye yang terlihat seperti sebuah acara dang dutan daripada kampanye. Orasi kemudian menjadi tidak diminati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh yang lain adalah kampanye Partai Demokrat di Golora Bung Karno Senayan. Konon karena hiburannya lama, masa memilih balik kanan ke rumah masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya SBY sempat diberitakan ngambek dan pulang lebih awal karena masa yang hadir relative sedikit dan stadion tersebut terlihat kosong melompong. Sesi hiburan yang ditempatkan di bangian akhir akhirnya beberapa batal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal seperti itu bukan tidak dipahami para pimpinan parpol. Makanya jangan heran jika pimpinan seperti Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir selalu membawa artis setiap kunjungannya. Wiranto juga membawa penyanyi dang dut dalam kunjungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Gerindra menyewa tiga diva, partai lain juga melakukan hal yang sama. Termasuk partai yang mencitrakan diri sangat Islami. PKS menyewa Ipang untuk nyanyi di panggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau kadang jadi boomerang, seperti PBB yang sempat melarang artis sewaannya manggung. Aalasannya cukup menggelikan, si artis dinilai berpakaian terlalu ketat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547287089621338152-9146313874738226984?l=kisahpolitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/feeds/9146313874738226984/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/03/terselamatkan-mulan-jameela.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/9146313874738226984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/9146313874738226984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/03/terselamatkan-mulan-jameela.html' title='Terselamatkan Mulan Jameela'/><author><name>ceritapolitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03581870292337704400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547287089621338152.post-2255084001880861011</id><published>2009-03-30T00:30:00.000-07:00</published><updated>2009-03-30T00:38:16.970-07:00</updated><title type='text'>Tunggangan Mewah untuk Kampanye</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.sripoku.com/foto/berita/2008/11/26/26-11-2008-utama2611dtc1.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 450px; height: 248px;" src="http://www.sripoku.com/foto/berita/2008/11/26/26-11-2008-utama2611dtc1.gif" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Siang itu matahari kota Sukabumi cukup panas, di bawah terik matahari rombongan Ketua Umum Hanura Wiranto bergegas meninggalkan panggung kampanye di lapangan yang dipenuhi ribuan kader itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wiranto dan tim suksesnya harus melanjutkan kampanye di Pulomas Jakarta Timur setelah berorasi beberapa saat di Sukabumi. Saya yang ikut dalam rombongan ikut bergegas mengikutinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kita bergerak naik bis besar untuk menghindari antusiasme massa yang ingin berjumpa mantan Pangab itu. Karena bus wartawan lambat dating, para wartawan peliput yang di bawa dari Jakarta diizinkan untuk masuk ke bus Wiranto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bus ini berkururan besar, setara dengan bus AKAP. Hanya bedanya eksterior bus ini penuh gambar Wiranto dan Hanura. Tentu saja interiornya juga dibuat eksklusif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bagian tengah terdapat ruangan atau bilik dengan sofa empuk. Di sampinya tersedia meja yang difungsikan jadi pantry mini. Ada nasi goreng tersedia di sana, dan para wartawan kebagian mencicipinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di  sisi kiri dan beberapa di sisi kanan depan berderet kursi ekslusif. Kursi yang jumlahnya tidak sampai 10 buah ini sangat nyaman dan mewah seperti di pesawat sewaan. Bahannya dari kulit, dan bisa di stel untuk berbaring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wiranto tampak duduk di kursi paling depan dengan meja berdisain seperti marmer. Suasana bus itu memang benar-benar nyaman dan ekslusif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada minus atau kurangnya itu hanya dari finishing desain interior yang di beberapa sudut tampak kasar. Mungkin pihak karoseri mengejar dethline pesanan sehingga kerjanya terburu-buru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceita soal kendaraan mewah untuk kampanye bukan monopoli Wiranto semata. Ketua Umum parpol lain juga melakukan hal serupa. Sebut saja Ketua Dewan Penasehat Gerindra Prabowo Subiyanto yang menyewa jet ekslusif dalam setiap penerbangan kampanyenya ke daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jet yang membawa pengurus Gerindra dan wartawan itu juga menyediakan ruang akslusif yang bias untuk istirahat Prabowo. Tidak hanya Prabowo, penumpang pun mendapat pelayanan memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan menu makannya tidak kalah dengan di restoran. Benar-benar memanjakan. Pihak Gerindra beralasan kenyamanan memang dicari karena jadwal sangat padat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh yang lainnya, dari Soetrisno Bachir. Ketua Umum DPP PAN ini juga langganan memakai tunggangan mewah untuk kampanye. Sebuah pesawat disewa khusus untuk mengantarnya bepergian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewa pesawat ini selalu dilakukan Soetrisno baik kampanye maupun tidak. Jika biasanya dalam pesawat komersial kita sulit mendapat kursi. Dalam pesawat Soetrisno ini banyak kursi yang kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maklum pesawat yang biasanya berangkat dari Halim ini hanya diisi keluarga, pengurus PAN dan wartawan saja. Jangan di Tanya pelayanannya, tentu eksklusif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lupa Soetrisno selalu membawa artis dalam rombongannya. Sebut saja misalnya Siviana Herman yang sering menemani pengusaha asal pekalongan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artis tersebut terkadar juga menjadi penghibur saat PAN berkampanye. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain tentu masih banyak, Ketua Umum Partai Demokrat Hadi Utomo juga menyewa pesawat, dan tentu banyak contoh lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tidak semua bisa memakai tunggangan mewah untuk kampanye. Bagi partai yang dananya pas-pasan tentu memilih tunggangan yang biasa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar misalnya hanya memakai mobil keluarga saat kampanye ke Subang. Para wartawan ditampung dalam mobil lainnya di belakangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan pengurus wilayah dan patwal sempat tidak mengenali mobil Muhaimin. Memang Wakil Ketua DPR ini tidak boleh memakai mobil RI yang biasa dia gunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhaimin masih lumayan, banyak juga partai yang lebih kecil tidak mampu kampanye terbuka. Mereka akhirnya mencari-cari bentuk alternatif lainnya untuk kampanye.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sialnya mereka sama-sama suka melakukan foging atau pengasapan nyamuk. Sialnya lagi bisa tiap hari mereka melakukan itu di daerah saya tinggal. Hasilnya bukannya nyamuk yang pergi, malah batuk yang datang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547287089621338152-2255084001880861011?l=kisahpolitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/feeds/2255084001880861011/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/03/tunggangan-mewah-untuk-kampanye.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/2255084001880861011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/2255084001880861011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/03/tunggangan-mewah-untuk-kampanye.html' title='Tunggangan Mewah untuk Kampanye'/><author><name>ceritapolitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03581870292337704400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547287089621338152.post-2036317272526099062</id><published>2009-03-29T22:47:00.000-07:00</published><updated>2009-03-29T22:48:39.500-07:00</updated><title type='text'>Diskusi Tengah Malam dengan Politisi Negeri Jiran</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://pemilu.okezone.com/images-data/content/2009/03/28/267/205491/y6aj6hq2vR.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 250px;" src="http://pemilu.okezone.com/images-data/content/2009/03/28/267/205491/y6aj6hq2vR.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu aktivitas Kantor DPP PKB terlihat normal saja. Beberapa petugas sekratariat masih terlihat beraktifitas seperti biasa. Tak banyak, sebab sebagian sedang berada di dapil masing-masing.&lt;br /&gt;Namun suasana Jumat tengah malam itu berubah menjadi istimewa dengan datangnya beberapa tamu. Tamu istimewa ini datang jauh dari negeri seberang. Mereka adalah rombongan politisi Malaysia.&lt;br /&gt;Rombongan dari neferi jiran yang menyambangi PKB berasal dari partai oposisi dan partai pemerintah Malaysia seperti Partai Gerakan Rakyat (PGRM) dan Partai Keadilan Rakyat (PKR).&lt;br /&gt;Rombongan yang hadir antara lain, PGRM diwakili oleh politisi muda Ng Yeen Seen dan PKR diwakili oleh sub prime council Zaliha Mustafa. Turut serta dalam rombongan Leong Lai Ming dari lembaga polling Merdeka Center for Opinion Research.&lt;br /&gt;Di kantor mungil yang ada di daerah Menteng itu, mereka kemudian di sambut oleh Kepala Kesekretariatan PKB Darussalam, Wasekjen PKB Daniel Johan dan Prasiddha Ngartjojo.&lt;br /&gt;Dalam suasana yang cair para aktivis muda parpol lintas negara itu kemudian berdiskusi. Dalam diskusi para politisi negeri jiran rupanya ingin mempelajari pemilu di Indonesia.&lt;br /&gt;“Kami sengaja memilih dua partai besar ini untuk mendapatkan gambaran tentang sistem kerja mereka dalam menyambut pemilu serta sistem pemilu yang diterapkan di Indonesia,” kata Zaliha Mustafa.&lt;br /&gt;Dalam diskusi, Zaliha mengatakan dari aspek prosedural, demokrasi di Indonesia lebih baik dari pada di negerinya. Hanya saja, dia meragukan efektivitas demokrasi di Indonesia lantaran mayoritas penduduk Indonesia masih berpendidikan rendah. &lt;br /&gt;Hal ini diperparah dengan sistem pemilunya. “Cara memberikan suara sangat rumit,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Wasekjen DPP PKB Prasiddha Ngartjojo memberikan penjelasan tentang sistem pemilu di Indonesia. Dia juga menjelaskan tentang kiprah PKB dalam politik di Indonesia. &lt;br /&gt;Dia menilai diskusi antar aktivis partai tersebut sebagai sesuatu yang positif. “Sebagai sesama aktivis partai kami saling belajar satu sama lain. Kedua partai asal Malaysia itu merupakan mitra internasional PKB dalam forum partai-partai di Asia,” tandasnya.&lt;br /&gt;Kunjungan dari luar negeri untuk belajar pemilu bukan yang pertema bagi PKB. Tiga hari sebelumnya serombongan wartawan Amerika Serikat (AS) juga menyambangi kantor DPP PKB untuk hal serupa.&lt;br /&gt;Para wartawan media besar AS itu seperti Walstreet Journal, Los Angeles Times, Washington Post, The Economist, Fox Television, CNN, dan lain-lain itu juga mendiskusikan berbagai masalah dengan pengurus PKB terutama mengenai pemilu 2009.&lt;br /&gt;Mereka diterima dan berdiskusi dengan Wasekjen DPP PKB Helmy Faishal Zaini. “Mereka sengaja berkunjung ke kantor PKB dalam rangka silaturahim dan&lt;br /&gt;ingin tahu bentul demokrasi dan pemilu 2009,” kata Helmy, usai menemui mereka kala itu.&lt;br /&gt;Helmy mengatakan dalam diskusi banyak hal yang digali tentang&lt;br /&gt;demokrasi Indonesia. Mereka juga mendiskusikan mengenai PKB dan partai&lt;br /&gt;Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita banyak diskusi tentang ideologi partai dan sebagainya,” ujarnya.(dian widiyanarko)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547287089621338152-2036317272526099062?l=kisahpolitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/feeds/2036317272526099062/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/03/diskusi-tengah-malam-dengan-politisi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/2036317272526099062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/2036317272526099062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/03/diskusi-tengah-malam-dengan-politisi.html' title='Diskusi Tengah Malam dengan Politisi Negeri Jiran'/><author><name>ceritapolitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03581870292337704400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547287089621338152.post-6919740560788103950</id><published>2009-03-29T22:44:00.002-07:00</published><updated>2009-03-29T22:47:18.638-07:00</updated><title type='text'>Pembonceng Bawa Nama Akbar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://tbn2.google.com/images?q=tbn:p7yul_S07GYQ-M:http://fadelmuhammad.org/staging/wp-content/uploads/2009/02/akbar-tanjung.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 113px; height: 121px;" src="http://tbn2.google.com/images?q=tbn:p7yul_S07GYQ-M:http://fadelmuhammad.org/staging/wp-content/uploads/2009/02/akbar-tanjung.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://pemilu.okezone.com/images-data/content/2009/02/10/268/191319/BFvyoaZlo6.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 250px;" src="http://pemilu.okezone.com/images-data/content/2009/02/10/268/191319/BFvyoaZlo6.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saat ini pengurus teras Partai Golkar sedang menimbang-nimbang nama&lt;br /&gt;capres. Berbagai usulan pun dipertimbangkan. Usulan nama capresdari&lt;br /&gt;kader internal tentu biasa, namun bagaimana jika usulan itu dari orang&lt;br /&gt;tak dikenal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu Ketua DPR yang Juga Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar sedang&lt;br /&gt;sibuk menjawab pertanyaan wartawan di pressroom DPR. Jumpa pers&lt;br /&gt;dadakan yang dilakukan karena permintaan wartawan untuk merespon isu&lt;br /&gt;permintaan maaf SBY pada Golkar itu berlangsung sangat cair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesekali bahkan Agung melontarkan canda pada pertanyaan nakal dan&lt;br /&gt;"menjebak" dari wartawan. Banyak pertanyaan dan pernytaan terlontar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agung dengan santai menjelaskan bahwa kasus dengan democrat harus&lt;br /&gt;dihadapi dengan dingin. Tak perlu saling membalas tatatemen atau&lt;br /&gt;ejekan. Setelah ada jeda pertanyaan wartawan, tiba-tima menyeletuk&lt;br /&gt;seorang setengah baya di pojok ruangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mau Tanya pak," kata orang yang tampil perlente dengan setelan kemeja&lt;br /&gt;kuning dan berdasi yang belakangan diketahui bernama Wahono itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekspresi kaget terlihat dari wajah Agung, namun dengan santai dia&lt;br /&gt;meladeni orang asing tersebut. "Wah bajunya kuning ni," sapa Agung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya Pak saya Golkar," ujar orang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agung tampak tersenyum simpul, namun senyum itu segera berubah saat&lt;br /&gt;orang itu mulai mengutarakan pertanyaan yang sesungguhnya berupa&lt;br /&gt;pernyataan. Saya usulkan duet Akbar (Tandjung)-Wahono (namanya&lt;br /&gt;sendiri),"tukasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang itu bahkan mengklaim jika dilakukan usulannya bisa meningkatkan&lt;br /&gt;20% perolehan suara Golkar. Agung tampak salah tingkah menghadapi&lt;br /&gt;orang yang terus mencecarnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya-iya sampaikan di situ saja," kalakarnya mencoba mengalihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para wartawan yang hadir lantas merespon pembonceng jumpa pers itu.&lt;br /&gt;Mereka mengatakan pada Agung untuk tidak merespon dan melanjutkan&lt;br /&gt;Tanya jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah pembonceng gelap ini," celetuk wartawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun rupanya, orang yang namanya mirip mantan Ketua DPR Wahono itu&lt;br /&gt;tetap tak mau menyerah. Dia kemudian pindah tempat ke kursi sebelah&lt;br /&gt;tempat Agung duduk. Lalu jumpa pers kembali berjalan sembari mata&lt;br /&gt;wartawan tak lepas dari orang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan-jangan nanti Pak Agung dipukul," bisik wartawan setengah&lt;br /&gt;bercanda melihat hal menggelitik itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si pembonceng terus sabar menunggu Agung bahkan saat usai jumpa pers&lt;br /&gt;Agung terus dikejar agar mau menerima usulan capres Akbar&lt;br /&gt;Tandjung-Wahono. Agung terus mengelak dan akhirnya bisa lolos dari&lt;br /&gt;kejarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian tersebut kemudian menjadi buah bibir di lingkungan pressroom&lt;br /&gt;DPR. Rupanya Wahono yang sehari-hari mondar-mandir di seputaran DPR&lt;br /&gt;itu bukan pertama kali melakukan pemboncengan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang teman wartawan mengatakan Wahono bahkan pernah dikeluarkan&lt;br /&gt;dari Komisi II karena mengeluarkan statemen di dalam ruang sidang.&lt;br /&gt;Namun siapapun Wahono, dia telah menyampaikan apa yang selama ini&lt;br /&gt;sedang up to date di Partai Golkar dan membuat geli para pencari&lt;br /&gt;berita.(dian widiyanarko, 11-2-2009)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547287089621338152-6919740560788103950?l=kisahpolitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/feeds/6919740560788103950/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/03/pembonceng-bawa-nama-akbar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/6919740560788103950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/6919740560788103950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/03/pembonceng-bawa-nama-akbar.html' title='Pembonceng Bawa Nama Akbar'/><author><name>ceritapolitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03581870292337704400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547287089621338152.post-2441959825992206261</id><published>2009-03-29T22:44:00.001-07:00</published><updated>2009-03-29T22:44:32.798-07:00</updated><title type='text'>Lobi Desa di Lapangan Bola</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-fXparSd0b4/Sc9gq8ExJVI/AAAAAAAAAAc/IzJOzGivk6s/s1600-h/muhaimin+ali+maskur.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-fXparSd0b4/Sc9gq8ExJVI/AAAAAAAAAAc/IzJOzGivk6s/s320/muhaimin+ali+maskur.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318575975744742738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Misalkan saat fraksi lain tiba-tiba Lobi di belakang meja atau ruangan hotel berbintang bukan hal aneh. Namun lobi di lapangan bole tampaknya hal yang tak biasa bagi politisi senayan. Lobi model baru itulah yang dilakukan PKB dengan DPD. &lt;br /&gt;Di sore yang agak mendung itu Wakil Ketua DPR yang juga Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar tampak santai dengan seragam bola lengkap berwarna hijau. Bersama politisi PKB di senayan yang tergabung dalam FKB mereka sesekali mengejar dan menendang bola. &lt;br /&gt;Para politisi yang sudah mendekati setengah baya itu tampak sedikit kelelahan dan sesekali istirahat. Namun mereka masih antusias mengejar si kulit bundar.&lt;br /&gt;Tak berapa lama para anggota DPD datang dengan seragam bola warna merah putih. Mereka memang hendak main bola. Namun tujuan utamanya adalah lobi politik.&lt;br /&gt;Di lapangan bola DPR itu mereka melakukan lobi santai tentang RUU Desa. DPD melobi PKB melalui FKB untuk mendukung RUU tersebut.&lt;br /&gt;Main bola simbolik itupun menjadi symbol awal dukungan FKB atas kelancaran RUU itu masuk ke DPR untuk digolkan. “Substansi RUU Desa ini biasa dibicarakan di forum-forum ilmiah, tapi tidak pernah di lapangan bola,” ujar Muhaimin membuka acara.&lt;br /&gt;Muhaimin pun mengungkapkan bahwa lobi pihaknya dengan DPD bukan hal baru. Selama ini PKB banyak mendukung langkah DPD.&lt;br /&gt;Bahkan partai bola dunia bintang Sembilan itu menyatakan siap mendukung penguatan lembaga kamar kedua itu. “Pokoknya kita perkuat terus DPD ini,” katanya.&lt;br /&gt;Selama ini memang DPD sering melobi PKB. Pemilik kursi terbesar ke lima di DPR itu memang satu dari sedikit fraksi yang selalu mendukung lembaga yang selalu merasa dianak tirikan DPR itu.&lt;br /&gt;mencabut dukungan soal penguatan DPD lewat amandemen UUD, FKB tetap mendukung DPD. Begitu pula dalam kasus-kasus lainnya, termasuk RUU Desa ini.&lt;br /&gt;Ketua FKB DPR Effendy Choirie yang memandu acara mengatakan RUU Desa yang diusulkan DPD ini memang layak didukung. Dia mengatakan 56 penduduk Indonesia tinggal di pedesaan. Namun sebagian dari mereka miskin dan terbelakang.&lt;br /&gt;Karena itu pembangunan desa melalui RUU tersebut jadi penting maknanya. “Membangun desa akan menyelesaikan separuh problem kemiskinan di Indonesia,” paparnya.&lt;br /&gt;Dia mengatakan selama ini pembangunan terlalu biar kota. Karena itu proposal DPD perlu didukung.&lt;br /&gt;“FKB DPR RI juga mengusulkan agar dialokasikan sekitar 15-20% dari APBN/APBD untuk pembangunan pedesaan,” ungkapnya.&lt;br /&gt;Anggota DPD yang juga Ketua Kelompok DPD di MPR Bambang Soeroso yang memimpin lobi dari pihak DPD mengatakan RUU Desa ini memang layak diperjuangkan bersama. Dia juga mengatakan kerjasama pihaknya dengan PKB senantiasa dilakukan.&lt;br /&gt;“Kerjasama PKB dan DPD adalah kerjasama yang saling menunjang, bagaimana DPR dan DPD bisa saling selesaikan masalah bersama,” ujarnya.&lt;br /&gt;Bambang mengatakan pihaknya sudah lama menyusun naskah akademik RUU tersebut. Selain itu RUU yang ditujukan untuk membangun desa itu juga akan segera dimasukkan ke DPR.&lt;br /&gt;Sebelum main bola di mulai, Bambang sempat berkelakar tentang bapak-bapak yang akan bermain bola. Dia mengatakan permainan hanya symbol lobi di lapangan bola.&lt;br /&gt;“Kalah menang bukan ukurannya, tapi yang penting kita bisa tending bola sampai akhir,” kelakarnya yang dismbut tawa para pemain yang memang tak lagi memiliki stamina yang prima itu.&lt;br /&gt;Kemudian acara lobi pun berpindah ke rumput hijau. Si kulit bundar pun ditendang ke sana kemari. Para politisi pun mulai berlari-lari kecil sambil diliputi hujan rintik-rintik yang mulai membasahi Komplek Parlemen Senayan. (dian widiyanarko) (09/02/05)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547287089621338152-2441959825992206261?l=kisahpolitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/feeds/2441959825992206261/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/03/lobi-desa-di-lapangan-bola.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/2441959825992206261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/2441959825992206261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/03/lobi-desa-di-lapangan-bola.html' title='Lobi Desa di Lapangan Bola'/><author><name>ceritapolitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03581870292337704400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-fXparSd0b4/Sc9gq8ExJVI/AAAAAAAAAAc/IzJOzGivk6s/s72-c/muhaimin+ali+maskur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547287089621338152.post-6362351582104398697</id><published>2009-03-29T22:39:00.000-07:00</published><updated>2009-03-29T22:43:34.123-07:00</updated><title type='text'>Dari Situs Pribadi sampai Kampanye Santai Dengan Facebook</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:H0jwl47tb_APwM:http://www.kontekaja.com/imgsize.php%3Fh%3D203%26img%3Dmedia/20090228_ferry%2520mursidan%2520baldan.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 117px; height: 77px;" src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:H0jwl47tb_APwM:http://www.kontekaja.com/imgsize.php%3Fh%3D203%26img%3Dmedia/20090228_ferry%2520mursidan%2520baldan.JPG" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_F9WAzY4ynHw/SZQEkFnoWGI/AAAAAAAABXk/5IuVb5oJxYo/s320/facebook_sugeng_pribadi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 277px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_F9WAzY4ynHw/SZQEkFnoWGI/AAAAAAAABXk/5IuVb5oJxYo/s320/facebook_sugeng_pribadi.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Manuver Caleg dan Capres di Dunia Maya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin familiernya internet membawa warna baru dalam pemilu 2009. Dengan teknologi canggih itu, kampanye pemilu tidak harus di lapangan terbuka atau debat di hadapan khalayak. Sebab kampanye juga bisa dilakukan di internet atau dunia maya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para politisi, baik yang akan menjadi caleg maupun cepres tentu butuh sarana untuk memperkenalkan diri dan menjabarkan visi misnya pada pendukung atau calon pendukung yang biasa dikenal sebagai kampanye. Untuk bisa menarik perhatian bahkan mempengaruhi, kampanye harus dibuat semenarik mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik tentu tidak hanya terkait materi atau isinya. Namun juga terkait mediumnya. Dunia maya merupakan salah satu medium yang jadi pilihan. Karena relatif lebih murah dan efektif dibanding dengan model kampanye konvensional, seperti memasang spanduk, mengumpulkan masa dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampanye di dunia maya ini juga beragam bentuknya. Misalnya saja dengan cara membuat situs pribadi. Situs pribadi para tokoh yang diprediksi akan maju jadi capres sudah banyak dibuat. Akbar Tandjung misalnya, beberapa waktu lalu meluncurkan situs pribadinya bangakbar.com. Ada juga situs presidensby.info, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para caleg juga banyak yang membuat situs pribadi. Isi situs pribadi hampir sama, informasi dan data diri beserta visi misi dan berita seputar politisi bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain situs pribadi, para capres dan caleg juga memanfaatkan situs networking atau jejaring sosial seperti facebook untuk memperkenalkan diri. Memakai situs wahana pertemanan itu untuk kampanye tentu bukan tanpa alasan. Sebab tercatat sekitar 132 juta orang terdaftar jadi anggota situs ini. Facebook tidak hanya menjangkau di dalam negeri, tapi juga mereka yang ada di luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jangan kaget jika hampir semua capres memiliki facebook. Sebut saja Rizal Malarangeng, Akbar Tandjung, Fadjroel Rachman, Yusril Ihza Mahendra, Yuddy Chrisnandi, juga Soetrisno Bachir. Sutiyoso bahkan menamai lebih spesifik dengan Sutiyoso Center. Di facebook juga ada grup penggemar Megawati Soekarnoputri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trik menarik pendukung melalui facebook diakui Yuddy Chrisnandi. Politisi Golkar yang berambisi menjadi capres muda ini mengatakan facebook bisa menjadi sarana untuk mengenalkan pemikiran dan programnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari saya diharapkan para pengguna situs gaul yang rata-rata berusia muda dan pemilih baru bisa menjadi pendukungnya. “Harapannya seperti itu,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota DPR ini mengatakan memakai facebook sebagai semacam kampanye santai. Sebab dia juga menggunakannya sebagai pelepas lelah dari rutinitas. Dia mengatakan setiap ada waktu senggang akan dimanfaatkan untuk membukan dan mengup date facebooknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seluangnya saja seperti sekarang lagi liat-liat sambil ngantuk,”candanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain para capres, politisi yang menjadi caleg juga memanfaatkan facebook. Maka jangan heran juga kalau menemui wajah-wajah para caleg di sana. Ada Puan Maharani, Indra Jaya Piliang, Ferry Mursyidan Baldan, Ganjar Pranowo, dan sebagainya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ferry yang caleg Golkar misalnya sangat terkenal di kalangan pemilik facecook. Sebab Ketua Pansus RUU Pilpres ini sangat aktif dan rajin mengup date facebooknya. Misalnya saja saat sedang memimpin rapat pansus, maka di halaman facebooknya akan langsung terpampang bahwa dia sedang rapat pansus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak jauh beda dengan Ganjar yang caleg PDIP. Ganjar juga sangat aktif mengup date facebooknya sembari mengabarkankegiatannya. Saat sedang rapat dengan KPU tentang teknik pemberian suara, maka di facebooknya tertulis coblos atau contreng?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ganjar mengaku menggunakan facebook untuk menemani waktu luang dengan memanfaatkan perangkat blackberry miliknya. Dia mengaku facebook tidak berkaitan langsung dengan konstituennya yang mayoritas penduduk pedesaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pendukung saya tidak kenal facebook,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dia tidak menampik jika facebook nantinya juga akan menambah pendukung baginya. Misalnya saja dari kaum muda atau pemilih pemula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau itu boleh,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampanye dengan situs dan facebook memang belum terukur efektifitasnya meraup dukungan dan menambah perolehan suara. Tapi paling tidak memberi warna baru rangkaian pesta demokrasi lima tahunan.(dian widiyanarko) (08/10/03)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547287089621338152-6362351582104398697?l=kisahpolitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/feeds/6362351582104398697/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/03/dari-situs-pribadi-sampai-kampanye.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/6362351582104398697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/6362351582104398697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/03/dari-situs-pribadi-sampai-kampanye.html' title='Dari Situs Pribadi sampai Kampanye Santai Dengan Facebook'/><author><name>ceritapolitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03581870292337704400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_F9WAzY4ynHw/SZQEkFnoWGI/AAAAAAAABXk/5IuVb5oJxYo/s72-c/facebook_sugeng_pribadi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547287089621338152.post-5513505758887118038</id><published>2009-03-29T22:38:00.001-07:00</published><updated>2009-03-29T22:39:35.834-07:00</updated><title type='text'>Saat di DPR Tak Diajak Korupsi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.beritabaru.com/ccms/bigimg/469_923.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 500px; height: 240px;" src="http://www.beritabaru.com/ccms/bigimg/469_923.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pamitan Gubernur Jabar Terpilih Dede Yusuf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan gaya santun dan selalu menabar senyum pria berkemeja hitam dan berjaket kulit coklat itu memasuki rungan wartawan di DPR. Di ruang tersebut, pria yang wajahnya sering menghiasi layar televisi itu menemui para wartawan untuk berpamitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria itu adalah Dede Yusuf yang sebenatar lagi akan dilantik menjadi wakil gubernur Jawa Barat (Jabar). Hari itu adalah hari terakhirnya beraktivitas di Senayan karena pad hari Jumat dirinya sudah resmi menjabat kepala daerah propinsi terbesar di Indonesia itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh yang kemenangannya sempat dianggap sebagai simbol kemenangan pemimpin muda ini merasa perlu berpamitan dengan wartawan DPR, karena dia merasa dibesarkan DPR. Dede yang sebelumnya artis sinetron itu, memang mengawali karir politik di lembaga legislatif tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bahkan mengaku sedih meninggalkan Senayan. “Kenapa sedih, karena pembelajaran politik riil ya saya dapati di DPR ini,” ujar Dede, saat pamitan dengan wartawan, di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dede mangatakan selama empat tahun menjadi anggota dewan dirinya belajar banyak tentang dunia politik. Kemenangannya di pilkada Jabar yang cukup fenomenal, diakuinya juga hasil dari pembelajaran tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengalamannya di DPR, Dede misalnya jadi tahu bahwa banyak anggaran yang tidak sampai ke daerah meskipun pemerintah sudah menganggarkan. Dia juga memahami konstelasi politik eksekutif dan legislatif secara langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di DPR ini saya banyak belajar, nanti akan saya prektekkan kalau saya memerintah,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan itu, pria yang identik dengan iklan obat sakit kepala itu sempat juga ditanya wartawan apakah dia selama menjadi anggota dewan pernah ditawari suap atau tindakan korupsi lainnya. Mengingat hal itu marak dilakukan anggota dewan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dede dengan senyuman khasnya menjawab bahwa dirinya tidak pernah ditawari suap atau diajak melakukan korupsi. “Saya dianggap anak bawang, jadi gak diikutkan,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada wartawan Dede mengaku banyak dibantu selama ini. Karena itu dia ingin berpamitan dan mengucapkan banyak terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia melanjutkan, setelah dilantik nantinya, dirinya akan memajukan Jabar. Menurut dia propinsi terbesar itu memiliki banyak potensi, namun kondisi masyarakatnya masih sangat memprihatinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terobosan-terobosan baru telah disiapkannya untuk untuk daerah yang akan dipimpinnya itu. “Saya akan terapkan propinsi berbasis IT atau I Province,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu dia juga akan membuka sejuta lapangan kerja bagi masyarakat Jabar. Sebab, kata dia, saat ini ada tujuh juta pengangguran terdaftar di propinsi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada teman-temannya di DPR, Dede meminta untuk mendukung pemerintahannya nanti. Dia meminta agar anggaran dan bantuan untuk Jabar dilancarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua DPP PAN Totok Daryanto yang mendampingi Dede mengatakan pihaknya melepas dengan bangga salah satu kader terbaiknya itu. Dia berharap Dede mampu mengemban amanah yang diberikan masyarakat Jabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saudara Dede harus buktikan dia mampu mengangkat masyarakat Jabar dari ketertinggalan,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPP PAN itu mengatakan Dede adalah etalase partainya. Jika Dede berhasil memerintah, maka dia yakin suara PAN akan meningkat di Jabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Sekjen DPP PAN Zulkifli Hasan yang juga hadir dalam kesempatan itu mengatakan Dede harus peka terhadap amanat rakyat Jabar. “Perhatikan amanat ketua umum, janji-janji pada rakyat harus dipenuhi,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Fraksi PAN DPR itu menambahkan, Dede juga harus selalu mengunungi rakyat kecil secara langsung. Dia mengatakan amanah yang dipegang Dede tidak sembarangan, sebab yang bersangkutan memerintah propinsi yang sangat besar.(dian widiyanarko)( 08/06/12)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547287089621338152-5513505758887118038?l=kisahpolitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/feeds/5513505758887118038/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/03/saat-di-dpr-tak-diajak-korupsi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/5513505758887118038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/5513505758887118038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/03/saat-di-dpr-tak-diajak-korupsi.html' title='Saat di DPR Tak Diajak Korupsi'/><author><name>ceritapolitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03581870292337704400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547287089621338152.post-7069637394515829979</id><published>2009-03-29T22:36:00.001-07:00</published><updated>2009-03-29T22:37:58.648-07:00</updated><title type='text'>Dua Kali Seminggu Kepanasan Demi BBM</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.baungcamp.com/cnt/artikel/kk52068_clip2.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 280px; height: 210px;" src="http://www.baungcamp.com/cnt/artikel/kk52068_clip2.JPG" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kampanye Naik Ojek Muhaimin Iskandar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ratusan sepeda motor menderu memasuki halaman gedung DPR. Dengan kawalan patroli pengawalan (patwal) polisi, rombongan motor beratribut PKB itu bergerak ke arah depan loby gedung Nusantara III. Mereka kompak berjajar, bersorak-sorak gembira, meski berpanas-panas, di bawah siraman terik matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rombongan yang ternyata tukang ojek itu, tiba di gedung parlemen sekitar pukul 10:5 WIB. Mereka mengantarkan penumpang istimewa ke tempat kerjanya di gedung itu. Penumpang itu adalah Ketua Umum DPP PKB yang sekaligus Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhaimin tidak sendiri, dia diantar Sekjen DPP PKB yang juga Meneg PDT Lukman Edy, Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding, serta para anggota DPR dari PKB seperti Bachrudin Nasori, dan Marwan Ja’far.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhaimin mengatakan kegiatan naik ojek ke kantor itu dimaksudkan untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM). “Kita akan budayakan minimal dua kali seminggu,” ujarnya kepada wartawan yang menunggunya sejak pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain sebagai contoh gerakan penghematan BBM, dengan naik ojek, ujar dia, kemacetan juga bisa dikurangi. Selain itu, dia mengaku waktu tempuh ke kantor juga lebih cepat dari mengendarai mobil dinas. Karena itu dia menghimbau anggota dewa pejabat lain mengikuti apa yang dilakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski tak seenak naik mobil sedan dinasnya, Muhaimin berjanji akan membiasakan melakukan hal itu. “Lebih panas sih, tapi ya biasa,” tuturnya. Dalam perjalanan, dia juga tampak mencopot jasnya karena berhadapan dengan terik matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai banyaknya tukang ojek yang dibawa, Muhaimin mengatakan itu hanya seremonial saja. Para tukang ojek itu yang antusias mengantarnya, sampai sampai memakai atribut PKB segala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya bayar mereka Rp50.000,” candanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menambahkan, dengan memakai ojek, juga akan membantu memberdayakan para tukang ijek yang berpenghasilan pas-pasan. Mendengar itu para tukang ojek menyambut denganterikan mendukung Muhaimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hidup tukang ojek, hidup Muhaimin. Tukang ojek dibelaiin Muhaimin,” teriak mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lukman Edy yang mendampingi Muhaimin menyatakan dengan menggunakan ojek akan menghemat Rp2,5 triliun dalam setahun. “Itu bisa membantu negara sekaligus rakyat kecil,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, dia menghimbau para pejabat dan pemilik mobil mewah untuk mengikuti gerakan itu. Dia sendiri dan Muhaimin akan konsisten melakukan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dilakukan Muhaimin ternyata mendapat sambutan beragam dari rekannya di DPR. Ketua DPR Agung Laksono, misalnya menanggapi dengan santai kampanye koleganya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kan sudah ada Muhaimin. Itu bagus lah, karena menggambarkan penghematan,” kata Agung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Agung apa yang dilakukan Muhaimin dan teman-temannya bisa dilihat sebagai upaya penghematan energi oleh DPR. Karena itu dia mempersilahkan jika ada anggota dewan lain yang mengikutinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya mungkin anggota yang lain ada yang naik ojek, jalan kaki, dan naik sepeda,” tukasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ada pula anggota dewan yang menanggapi sinis kampanye itu. Sekretaris Fraksi PDIP Ganjar Pranowo menilai apa yang dilakukan Muhaimin hanya sekedar kosmetika politik saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sebaiknya naik ojek jangan sekali-sekali saja. Karena kalau sekali-sekali saja itu hanya kosmetik. Muhaimin itu memang harus naik ojek karena dia butuh perhatian,” cibir Ganjar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ganjar mengaku tidak akan mengikuti langkah itu. Sebab untuk menghemat BBM, tidak harus dengan naik ojek, tapi bisa juga dengan cara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Motor kan juga menyedot BBM cukup tinggi,” tandasnya.(dian widiyanarko) (08/05/29)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547287089621338152-7069637394515829979?l=kisahpolitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/feeds/7069637394515829979/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/03/dua-kali-seminggu-kepanasan-demi-bbm.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/7069637394515829979'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/7069637394515829979'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/03/dua-kali-seminggu-kepanasan-demi-bbm.html' title='Dua Kali Seminggu Kepanasan Demi BBM'/><author><name>ceritapolitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03581870292337704400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547287089621338152.post-8208688440743870925</id><published>2009-03-29T22:33:00.000-07:00</published><updated>2009-03-29T22:36:04.143-07:00</updated><title type='text'>Tidak Trauma dengan Gedung Parlemen</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.siwah.com/wp-content/uploads/2008/05/habibie.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 600px; height: 393px;" src="http://www.siwah.com/wp-content/uploads/2008/05/habibie.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gedung DPR/MPR atau gedung parlemen di Senayan memberikan kisah pahit bagi beberapa presiden. Tidak terkecuali mantan Presiden BJ Habibie, yang pernah ditolak pidato pertanggung jawabannya di tempat para wakil rakyat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Habibie mengaku tidak memiliki trauma dengan tempat tersebut. “Saya tadi ditanya Pak Muladi (Gubernur Lemhannas), Pak, tidak trauma dengan ruangan ini (gedung parlemen). Saya jawab, bukan trauma, tapi kenangan manis,” ujar Habibie saat berpidato di Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Daerah (DPD), di komplek parlemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh yang dikenal jenius itu mengaku tidak membenci DPR/MPR. Karena bagi dia kekuasaan hanyalah titipan semata. “Saya tidak pernah melupakan sedikit pun itu titipan. Karena itu saya (tetap) punya kenangan manis di ruangan (kompleks parlemen) ini. Saya tetap bisa tidur nyanyak,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan itu, Habibie juga sempat bernostalgia saat bekerja bersama anggota dewa. Dia mengungkapkan saat akan merumuskan pembentukan Dewan Perwakilan Daerah (DPD), dirinya ingin menamai lembaga itu dengan Dewan Utusan Daerah (DUD).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi lembaga itu sebagai pengganti utusan daerah. Namun Habibie kemudian tidak setuju dengan nama DUD. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi DUD dalam bahasa Inggris artinya tong kosong, atau seseorang yang selalu gagal, makanya tidak jadi pakai itu,” ungkapnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Padahal kata utusan, ujar Habibie punya arti lebih dalam dari perwakilan. Sebab utusan akan menyampaikan aspirasi apa adanya dan penuh kesungguhan. Namun karena alasan tersebut di atas maka kemudian nama DPD disepakati.(dian widiyanarko) (08/05/29)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547287089621338152-8208688440743870925?l=kisahpolitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/feeds/8208688440743870925/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/03/tidak-trauma-dengan-gedung-parlemen.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/8208688440743870925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/8208688440743870925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/03/tidak-trauma-dengan-gedung-parlemen.html' title='Tidak Trauma dengan Gedung Parlemen'/><author><name>ceritapolitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03581870292337704400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547287089621338152.post-2433342763254821293</id><published>2009-03-29T22:31:00.000-07:00</published><updated>2009-03-29T22:33:35.949-07:00</updated><title type='text'>Kalau sudah Punya Jangan Nambah Lagi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.bloggaul.com/catatankecil/pic/catatankecil_59200843853PM_HidayatDiana1-f.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 263px;" src="http://www.bloggaul.com/catatankecil/pic/catatankecil_59200843853PM_HidayatDiana1-f.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mimik muka Hidayat Nur Wahid tampak tenang, dia bahkan selalu tersenyum. Mimik tegang dan malu-malu justru terlihat dari para wartawan yang bertanya kepadanya. Pertanyaan kala itu memang bukan pertanyaan biasa. Para pencari berita menanyakan mengenai kabah bahwa Ketua MPR itu akan segera menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pak tolong dibagi dong kabar gembiranya pada kami yang biasa meliput di sini,” ujar wartawan. Hidayat sambil tersenyum kemudian membenarkan kabar tersebut. “Ini bukan gosip, ini secara sadar dilakukan,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidayat menuturkan dirinya memang telah meminang seorang wanita bernama Diana. Wanita berstatus janda yang berprofesi dokter itu dikenalkankan padanya oleh Ketua Komisi VIII DPR Yoyoh Yusroh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dikenalkan oleh Yoyoh yang dikenalnya sangat baik, maka Hidayat mengaku yakin dengan pilihan koleganya di PKS itu, meskipun dia mengaku baru mengenal Diana yang merupakan murid mengaji Yoyoh. Apalagi dirinya yang menduda setelah istrinya wafat pada 22 Januari 2008 lalu, membutuhkan seorang istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya punya empat anak mereka butuh ibu dan pengelola keluarga,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidayat yang tampak bahagia, kemudian malah balik “membalas” para wartawan. Dia menyarankan mereka untuk segara menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Makanya ini saya sarankan para wartawan yang muda-muda ini untuk segera menikah lah. Tapi kalau sudah punya jangan nambah lagi,” canda Hidayat yang langsung disambut tawa para wartawan yang memenuhi ruang kerjanya.&lt;br /&gt;Mendapat sindiran Hidayat para wartawan yang mayoritas masih lajang tampak tersenyum simpul selama wawancara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi Hidayat menerangkan bahwa agama menganjurkan untuk menikah. Sebab hidup akan lengkap jika sudah berkeluarga. Karena itu dia dan Diana berkomitmen untuk membuat sebuah keluarga yang sakinah, mawadah, dan warohmah.Kepada wartawan, Hidayat juga mengundang untuk datang di hari bahagianya yang rencananya akan digelar tanggal 10 Mei mendatang. Mengenai tempatnya dia mengaku belum dipastikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Biar rekan-rekan wartawan juga bisa bersantai. Nanti tidak ada undangan biar semua rekan media bisa datang,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para wartawan pun menyambut undangan tersebut. “Ya pak, kita pasti datang semua, selamat pak,” ujar mereka yang kemudian melanjutkan wawancara dengan Hidayat namun dengan topik lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Calon istri Hidayat sendir adalah seorang wanita keturunan arab berusia 42 tahun. Janda bernama Diana Abbas Thalib itu dilamar Hidayat pada Senin malam (14 April). (dian widiyanarko) (08/04/15)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547287089621338152-2433342763254821293?l=kisahpolitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/feeds/2433342763254821293/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/03/kalau-sudah-punya-jangan-nambah-lagi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/2433342763254821293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/2433342763254821293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/03/kalau-sudah-punya-jangan-nambah-lagi.html' title='Kalau sudah Punya Jangan Nambah Lagi'/><author><name>ceritapolitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03581870292337704400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547287089621338152.post-7704730451389332386</id><published>2009-03-29T22:28:00.000-07:00</published><updated>2009-03-29T22:31:21.612-07:00</updated><title type='text'>Gosip Jalanan Jadi Gosip Senayan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://eddymesakh.files.wordpress.com/2008/04/20080416bian11_kpk_slank1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 787px; height: 484px;" src="http://eddymesakh.files.wordpress.com/2008/04/20080416bian11_kpk_slank1.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;-Kisah Slank Vs BK DPR-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Mau tau gak mafia di Senayan&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kerjanya tukang buat peraturan&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Bikin UUD ujung-ujungnya duit&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Itulah sepenggal lirik lagu “Gosip Jalanan” yang dinyanyikan Grup Band Slank. Band yang identik dengan anak muda dan imej selengean itu mungkin tidak menyangka kalau lagunya yang sarat kritik sosial itu bakal berubah jadi “Gosip di Senayan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini berawal saat Badan Kehormatan (BK) DPR memprotes lagu tersebut yang dianggap merendahkan lembaga legislatif tersebut. Saat itu Wakil Ketua BK DPR Gayus Lumbuun menyatakan ada aduan dari anggota dewan dan keluarga yang keberatan dengan lirik tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah lagu yang pernah dinyayikan Slank di depan kantor KPK saat band itu dipilih jadi duta korupsi itu, rupanya menjadi perbincangan hangat disenayan pasca reksi BK. Bahkan lagu itu menjadi bahan obrolan saat anggota bosan mendengarkan rapat paripurna. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tadi di dalam ada dua hal yang rame diomongin, soal Al Amin dan Slank itu lo,” kata Ketua Fraksi PDIP Tjahjo Kumolo, di sela-sela rapat paripurna, di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tjahjo sendiri berpendapat soal seperti itu tidak perlu diributkan. Dia bahkan menegaskan Gayus Lumbuun mengeluarkan pernyataan sebagai BK bukan anggota fraksinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Tjahjo mengatakan kritikan Slank dalam lirik tersebut ada benarnya. “Memang iya, tapi oknum,” tukasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gosip Slank di senayan semakin memanas saat ada anggota DPR Al Amin Nur Nasution yang ditangkap KPK dengan dugaan korupsi. Hal itu seolah menjadi pembenar lirik Slank tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambah lagi BK, setelah melakukan konsultasi dengan Ketua DPR Agung Laksono, menggelar jumpa pers bahwa mereka tidak akan melanjutkan gugatannya terhadap grup musik Slank.”Setelah bertemu dengan ketua DPR RI, kami memutuskan untuk tidak melanjutkan gugatan ini,” kata Gayus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontan wartawan menayakan apakah tidak jadinya gugatan dikarenakan ada kasus Al Amin. Gayus lalu membantah bahwa hal itu tidak ada kaitannya.Gayus melanjutkan persoalan tersebut dikembalikan kepada masyarakat untuk menilai dan mengevaluasi. Dia mengatakan ada prinsipnya DPR terbuka terhadap kritik, tetapi harus beretika.Politisi PDIP ini mengaku pihaknya tidak kebakaran jenggot. “BK tidak kebakaran jenggot, ini niatan baik kami. Kami juga ingin masyarakat menyikapinya dengan baik,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BK juga mengimbau Slank agar tidak membuat lagu dengan syair-syair yang jorok dan tidak mendidik masyarakat. “Tidak perlu lah mengemukakan hal yang jorok, seperti lendir, selangkangan, dan sebagainya,” kata Wakil Ketua BK Tiurlan Hutagaol.&lt;br /&gt;Para wartawan dan pegawai DPR juga tidak ketinggalan ikut meramaikan gosip Slank di senayan. Beberapa pegawai atau staf  juga terlihat membincangkan hal itu. Bahkan saat jumpa pers BK celetukan-celetukan dari wartawan yang pro Slank juga sempat mewarnai acara tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudah terbukti pak Slank benar,” bunyi celetukan itu, ada juga yang mengatakan “Hu..,” saat Gayus dan anggota BK mengkritik lagu Slank. “Mau pemilu, takut kehilangan suara Slanker,” celetuk yang lain tak mau kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Gayus sempat emosional dalam acara tersebut. Hal itu terjasi saat ada wartawan yang meminta dia mencukupkan jumpa pers soal Slank dan mengomentari kasus Al Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anda jangan mengatur saya, ini forum saya,” tukas Gayus. “Ini pressromm,” balas wartawan. “Ini gedung DPR, yang tidak senang dengan forum ini silahkan meninggalkan ruangan,” timpal Gayus. “Udah-udah,” ujar wartawan lain yang menengahi, dan ketegangan bisa diredakan. (dian widiyanarko) (08/04/09)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547287089621338152-7704730451389332386?l=kisahpolitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/feeds/7704730451389332386/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/03/gosip-jalanan-jadi-gosip-senayan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/7704730451389332386'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/7704730451389332386'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/03/gosip-jalanan-jadi-gosip-senayan.html' title='Gosip Jalanan Jadi Gosip Senayan'/><author><name>ceritapolitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03581870292337704400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547287089621338152.post-344228091271756792</id><published>2009-03-29T22:25:00.000-07:00</published><updated>2009-03-29T22:27:24.450-07:00</updated><title type='text'>Reuni dan Nostalgia Para Tokoh Bangsa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.bangakbar.com/gambar/article/content/112/akbar_tanjung_edit_2_alfin_resize.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 480px; height: 320px;" src="http://www.bangakbar.com/gambar/article/content/112/akbar_tanjung_edit_2_alfin_resize.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;-Peluncuran Website Akbar Tandjung-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan Ketua DPR dan Ketua Umum DPP Partai Golkar Akbar Tandjung meluncurkan websitenya &lt;a href="http://www.bangakbar.com/"&gt;www.bangakbar.com&lt;/a&gt;. Acara itu banyak dihadiri para tokoh, sehingga lebih terlihat sebagai reuni dan nostalgia diantara para tokoh bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ball Room Kirana Hotel Kartika Chandra terlihat lebih meriah dari biasanya. Di luar ruangan puluhan karangan bunga berjajar, di antara mobil mewah dan mobil pejabat yang hilir mudik menurunkan penumpangnya. Sedangkan di dalam, para tamu undangan yang kebanyakan tokoh dan pejabat tampak saling bercengkrama di meja bundar yang disediakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara tamu undangan terlihat Akbar Tandjung terlihat berdiri menyambut para tamu. Sambil menyalami dan mempersilahkan duduk tamunya, rupanya dia juga sedang menunggu seseorang yang sangat diharapkannya hadir dalam acaranya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berapa lama orang yang ditunggu Akbar datang dengan sambutan meriah para hadirin. Dia adalah mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Akbar memang menunggu sahabat yang juga pernah menjadi lawan politiknya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau Gus Dur tidak ikut rasanya tidak lengkap. Sawan (spirit/berkah) nya Gus Dur penting bagi saya,” tuturnya saat memberikan sambutan, di atas panggung yang diseting sangat meriah dengan dua layar lebar untuk membesarkan gambar orang yang ada di panggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain, Gus Dur, sudah hadir lebih dulu mantan Presiden BJ Habibie dengan baju batik birunya. Gus Dur dan Habibie yang semeja dengan Akbar terlihat bercakap-cakap santai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam acara yang dimulai dengan pemutaran video perjalanan karir Akbar itu, juga banyak tokoh bangsa lainnya seperti Emil Salim, Budayawan Franz Magnis-Suseno, mantan Mendiknas Malik Fajar, juga ada pejabat negara seperti Wakil Ketua DPD Irman Gusman dan Laode Ida, serta para kader Partai Golkar yang dikenal loyal pada Akbar seperti Ferry Mursyidan Baldan, dan lainnya yang juga bersama Akbar menyambut para tamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat video menayangkan Akbar yang mundur dari bursa cawapres pada 1999, para hadirin bertepuk tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akbar dalam kesempatan itu sempat bernostalgia bagaimana pertama kali dia masuk HMI. Organisasi yang mebawanya masuk dalam dunia politik sampai akhirnya menjadi menteri dan memimpin partai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga bernostalgia tentang hubungannya dengan Habibie. Dia mengatakan mendampingi Habibie saat kerja keras untuk mewujudkan cita-cita reformasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bahkan mengaku banyak terinspirasi dengan mantan Menristek itu. “Saya mundur jadi cawapres (pada 1999), juga terinspirasi Pak Habibie,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akbar menjelaskan, pembuatan websitenya diaksudkan sebagai ajang komunikasi dan penyebaran gagasan. Hal itu akan dijadikannya sarana mengabdi pada bangsa dan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BJ Habibi sendiri sempat gugup dan terlihat haru, saat diminta memberikan sambutan. “Saya sebenarnya tidak tau kalau memberi komentar, ya kan Pak Akbar,” ujarnya lalu terdiam beberapa saat. “Gimana ya,” ujarnya yang disambut tawa hadirin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habibie mengatakan Akbar adalah seorang pejuang yang selalu di garis depan. Dia juga menceritakan bagaimna awalnya bertemu dengan Akbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sambutannya itu, Habibie mengungkapkan sempat menanyakan apakah Akbar akan maju sebagai presiden. Hal itu, kata dia, ditanyakannya saat di meja sebelum acara mulai. “Apakah anda itu mencalonkan diri sebagai presiden nanti. Insyaallah Pak,” kata Habibie menirukan jawaban Akbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habibie juga mengatakan dalam pergaulannya dengan Akbar dirinya juga terinspirasi. “Dua-duanya belajar. Tidak ada itu kalau saya ketemu Pak Akbar dia belajar dari saya. Sama-sama belajar,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak mau kalah dengan Habibie, Gus Dur juga ikut bernostalgia. Bedanya Gus Dur lebih banyak melemparkan guyonan yang memeriahkan suasana. Di awal sambutan, misalnya dia “mengkritisi” kata memanjatkan doa. “Ini ada Romo Magniz. Saya tanya dia, romo tahu ndak kenapa dipanjatkan. Lalu saya jawab, karena tidak bisa manjat sendiri,” tukasnya yang disambut tawa riuh. “Inilah resikonya memanggil orang nakal,” lanjut Gus Dur, yang semakin membuat tawa membahana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai Akbar, Gus Dur punya guyonan sendiri. Hal ini kata dia berkaitan dengan Akbar yang suku Batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katanya ini, entah benar entah tidak, kalau satu orang batak jadi pendeta dia, kalau dua orang batak berkumpul main catur, kalau tidak orang batak berkumpul bikin vokal group, nah kalau empat orang batak berkumpul bikin partai,” ujarnya yang lagi-lagi disambut tawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Dur mengatakan dirinya tidak pernah menghafalkan alamat rumah orang. Namun untuk rumah Akbar dia hafal yaitu di jalan Mulawarman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut Gus Dur berharap situs Akbar bisa bermanfaat untuk mengabdi bagi bangsa dan negara. Pengalaman Akbar di lapangan politik dan teori dari studi doktoralnya diyakini Gus Dur mampu memberikan manfaat bagi bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluncuran situs itu, ternyata juga diseting Akbar agar bertepatan dengan hari ulang tahun istrinya Nina Akbar Tandjung. “Istri saya ini, sebagai istri banyak memberikan inspirasi bagi saya,” ujar Akbar.&lt;br /&gt; Maka acara tersebut juga diisi dengan perayaan ulang tahun Nina yang didampingi Akbar, serta anak, menantu dan cucu mereka. Setelah acara selesai Akbar mengantar tamunya meninggalkan ruangan tersebut.(dian widiyanarko) (08/04/09)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547287089621338152-344228091271756792?l=kisahpolitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/feeds/344228091271756792/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/03/reuni-dan-nostalgia-para-tokoh-bangsa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/344228091271756792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/344228091271756792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/03/reuni-dan-nostalgia-para-tokoh-bangsa.html' title='Reuni dan Nostalgia Para Tokoh Bangsa'/><author><name>ceritapolitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03581870292337704400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547287089621338152.post-2592336847316467740</id><published>2009-03-29T22:02:00.000-07:00</published><updated>2009-03-29T22:06:47.703-07:00</updated><title type='text'>Kisah Anggota DPR Ikut Uji Kelayakan di DPR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://tbn2.google.com/images?q=tbn:lqmOvEJ2D-xUjM:http://tokohindonesia.com/ensiklopedi/m/mahfud-md/Mahfud_MD.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 75px; height: 104px;" src="http://tbn2.google.com/images?q=tbn:lqmOvEJ2D-xUjM:http://tokohindonesia.com/ensiklopedi/m/mahfud-md/Mahfud_MD.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Akil Pakai Merah Putih, Mahfud Lupa Copot Pin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angota DPR biasanya melakukan uji kelayakan dan kepatutan pada calon pejabat lembaga lain. Apa jadinya jika mereka sendiri yang menjadi peserta uji tersebut, dan diuji oleh teman-teman mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyum-senyum kecil menghiasi muka calon hakim konstitusi Akil Mochtar saat akan menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III. Tak ada ketegangan sebagaimana calon hakim lainnya saat masuk ruangan. Bahkan saat uji tertunda beberapa saat karena banyak mikrofon tidak menyala, Akil sempat bergurau dengan para anggota komisi di mana dia bekerja sehari hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menjelaskan visi dan misi, Akil juga cukup lancar dan santai, suasana yang terbangun seperti perbincangan dengan kolega saja. Bahkan saat sesi tanya jawab, canda kembali dilontarkan teman-temannya di komisi hukum itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saudara jarang pakai kemeja putih dan dasi merah. Apakah yang bapak ingin tunjukkan pada forum terhormat ini,” ledek Anggota Komisi III Arbab Paproeka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akil kemudian melihat memegang dasi merahnya yang menggantung di kemeja putihnya sambil tersenyum mejawab bahwa dirinya ingin menunjukkan nasionalisme dengan warna bendera itu. “Saya memang jarang pakai merah putih. Agar tidak terkontaminasi dengan warna-warna lain (warna parpol),” tambahnya, yang memicu tawa riuh. “kayaknya baru tu,” celetuk anggota di antara tawa itu. Akil mengangguk tanda membenarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan pada uji kelayakan juga relatif tidak berat. Bahkan Wakil Ketua Komisi III Mulfachri Harahap tidak menegur Akil, walaupun jawabannya sangat panjang lebar. Pertanyaan “berat”, hanya datang dari Anggota Komisi III Patrialis Akbar yang menanyakan apakah Akil bisa bebas intervensi parpol saat menjadi hakim MK nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akil kemudian meyakinkan, jika terpilih, dirinya tidak akan merusak kredibilitas sebagai hakim demi kepentingan parpol. Dia juga akan membuktikan calon dari parpol juga bisa indepanden dan negarawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perjalanan politik saya di dewan tidak terlalu sukses, karena idealisme saya sering berseberangan dengan kepentingan politik,” ujar Politisi Partai Golkar itu meyakinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patrialis yang juga “membela” Akil dengan mengatakan Komisi III serius melakukan tes dan menegaskan tidak ada perlakuan istimewa, kemudian memuji temannya itu. “Saudara Akil saya berikan gelar Doktor,” tukasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akil juga menegaskan bahwa pertemanan di komisi jangan menjadi faktor lolosnya dia. “Jika saya dianggap bapak ibu lulus, pilihlah saya. Jika bapak ibu tidak melihat kemampuan saya maka jangan pilih saya,” tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal serupa juga tampak pada uji calon lain yang juga anggota DPR, Mahfud MD. Politisi PKB yang diuji setelah Akil ini juga terlihat sangat santai. Bahkan paparan Mahfud lebih terkesan seperti kualiah hukum dan tata negara dari pada uji. Sebab banyak teori dilontarkan tokoh bergelar Profesor itu. Sementara para anggota komsi terlihat menyimak tiap teori dan argumen dengan serius layaknya mahasiswa mendengat dosennya mengajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, saat asik menjelaskan teorinya, tiba-tiba Mahfud mendapat teguran Wakil Ketua Komisi III Azis Syamsuddin yang meminpin uji kelayakan. “Sebelum dilanjutkan mohon lambang DPR nya dilepas dulu,” ujar Azis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahfud yang terlihat terkejut lalu buru-buru memegang pin garuda diapit padi dan kapas tanda anggota DPR warna emas miliknya, yang tersemat di jasnya. “Oh, ini (pin) MPR he.he.,” kilahnya bercanda, sambil memasukkan pin ke sakunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti Akil, dalam jawaban dan paparannya di forum tersebut, Mahfud menegaskan dirinya tidak akan terpengaruh kepentingan parpol saat menjadi hakim konstitusi. Dia menyatakan ada dua kepentingan parpol yang terkait MK, yaitu sengketa hasil pemilu dan pembubaran parpol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembubaran parpol, kata Mahfud tidak bisa dilakukan hakim MK, karena harus ada pengajuan dari pemerintah. “Untuk sengketa pemilu, itu berdasarkan data, tidak bisa berdasarkan ikatan emosional,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika ada bukti pemihakan, saya siap mengundurkan diri. Tidak ada jalan lain,” imbuhnya, yang disambut tepuk tangan anggota komisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keakraban antara dua calon dari anggota DPR dan anggota komisi juta terlihat saat keduanya akan meninggalkan ruangan. Mereka diminta membawa kotak kue dengan cara bercanda. “Tolong kotaknya dibawa,” kata pimpinan, “Itu sudah dibayar negara Pak,” timpal lainnya.(dian widiyanarko)(08/03/12)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547287089621338152-2592336847316467740?l=kisahpolitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/feeds/2592336847316467740/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/03/kisah-anggota-dpr-ikut-uji-kelayakan-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/2592336847316467740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/2592336847316467740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/03/kisah-anggota-dpr-ikut-uji-kelayakan-di.html' title='Kisah Anggota DPR Ikut Uji Kelayakan di DPR'/><author><name>ceritapolitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03581870292337704400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547287089621338152.post-4345700446007690371</id><published>2009-03-29T21:58:00.000-07:00</published><updated>2009-03-30T22:35:42.120-07:00</updated><title type='text'>Saat Sang Penguasa Pulang ke Cendana</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://foto.okezone.com/images-data/photo/2008/01/28/1/221/image0.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://foto.okezone.com/images-data/photo/2008/01/28/1/221/image0.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari terakhir ini udara Jakarta begitu panas. Kipas angin yang kunyalakan semalaman tak banyak membantu, malah membuat perut terasa kembung. Seperti biasa kuawali ritual bangun pagi dengan membuka pintu kamar kos yang semakin tampak reot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinar mentari menyergap masuk. Cahayanya menyilaukan, bukan saja karena mataku yang baru melek, tapi juga karena matahari memang sudah meninggi. Tadi malam aku tidur larut malam, seperti itu setiap hari. Bangun siang, sholat subuh juga jadi siang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini hari minggu. Hari di mana kesibukan kerja tidak berlaku, hari libur yang begitu indah yang datang seminggu sekali. Kerja keras seminggu membuat hari ini begitu berarti dan dinanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari libur seperti ini aku biasanya malas-malasan. Tidur-tiduran di kos sambil baca koran. Koranku sendiri yang kubaca, membaca berita karya tulisku. Siapa tahu redaktur salah edit. Beritanya tentang Polycarpus yang dihukum 20 tahun penjara karena didakwa membunuh Munir, dan LSM pembelanya meminta polisi mengusut dalangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat kemudian, dari layar TV yang semakin mempersempit kamar kosku, tersiar kabar dari rumah sakit pusat pertamina (RSPP) tentang kondisi terkini mantan presiden Soeharto. Diberitakan penguasa Orde Baru itu dalam keadaan sangat kritis. Kegagalan multi organ kembali terjadi. Bahkan kondisinya lebih parah dari sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terpikir sekilas di kepalaku, hari libur ini akan berakhir. Aku akan masuk kerja jika orang tua itu meninggal. Ternyata tebakanku tak meleset. Sesaat kemudian, sekitar pukul 13.00 siang, Pak Harto meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu pertama kali dari TV, lalu temanku pada menelfon. “Ian, Pak Harto meninggal,” kata mereka. “Dah Tau,” kataku ketus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berapa lama Korlipku Pak Hojin menelpon. Aku harus liputan ke Cendana. Memang tempat kosku di Jalan Menteng Kecil tak jauh dari Jalan Cendena yang legendaris itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka aku yang selalu jadi spesialis liputan ke sana. Misalnya saat Pak Harto ulang tahun. Juga saat dia masih dirawat di RSPP. Beberapa kali dia dikabarkan kritis sehingga rumahnya di jalan itu harus ditongkrongi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, aku berbegas mandi, menyambar pakaian dan perlengkapan liputan, dan segera memacu motor bututku ke jalan itu. Apalagi TV dikabarkan jenazah akan segera dikirim ke Cendana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di Cendana suasana sudah sangat ramai. Polisi sudah menutup tiap ujung jalan itu. Tak satupun kendaraan boleh masuk. Aku sendiri terpaksa memarkir kendaraan di jalan lain sekitar cendana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di depan rumah Soeharto para wartawan sudah berjejal. Tidak hanya wartawan TV saja yang ramai menyetel tripod dan kamera. Tampak pula wartawan media lainnya tak kalah sibuk menyiapkan berita. Masyarakat yang tahu kabar dari TV pun tak sedikit yang mendatangi jalan itu untuk melihat langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hiruk pikuk suasana cendana menyambut pulangnya sang penguasa, ternyata ada sesuatu yang membuat para wartawan sedikit tersenyum simpul. Ternyata mereka mengalami nasib yang nyaris sama. Sama-sama sedang libur, tapi dibatalkan karena harus meliput kejadian “penting” yang tak saban hari terjadi itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya ni sama, gue juga lagi libur sebenernya,” kata seorang wartawati ketus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ada pula yang habis ke acara kondangan langsung ditugaskan meliput ke sana. Walhasil, dia harus ke cendana dengan kebaya hijau masih melekat di badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia sempat jadi bahan ejekan para pemburu berita. “Sialan lo ian,” katanya, waktu kuejek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkah polah wartawan untuk mendapatkan berita juga makin nekad. Misalnya saja dengan menaiki pagar rumah-rumah sekitar cendana, atau dengan memanjat pohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk cara yang terakhir itu, jadi pilihan seorang kameramen. Mungkin berniat menyuguhkan tontonan bagus, dia susah payah memanjat pohon. Tapi sialnya, dia justru malah jadi tontonan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dia sempat kesulitan naik dan terporosot beberapa kali. Usaha itu tentu saja tidak hanya mendapat pujian tapi juga cemoohan rekan-rekannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini nanti dibilangin ke HRD saja biar naik gaji,” ledek seorang wartawan sambil menahan tawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah suasana hiruk pikuk itu tiba-tiba ada ibu-ibu yang berteriak histeris. Ibu yang diduga stres dan mengaku istri Tomy Soeharto itu menambah riuh suasana bersama banyaknya polisi, milisi ormas pro Orde Baru, pasukan Kostrad dan Kopasus yang juga tutur datang bersenjata lengkap, kesibukan menyiapkan kursi, para pengantar bunga, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya masyarakat yang datang lama-kelamaan membuat wartawan yang meliput menjadi terganggu. Apalagi saat seorang ibu membentangkan payung sehingga menutupi kamera wartawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bu payungnya,” bentak wartawan RCTI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Panas tau,” ujar ibu itu membela diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau mau adem di rumah bu. Jangan di sini, ganggu orang kerja aja,” balas wartawa sengit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesibukan demi kesibukan memang mendera sepanjang hari meliput di depan rumah bercat hijau muda itu. Kaki penat mengiringi liputanku dari datangnya jenazah dengan pengawalan khusus, kedatangan Presiden SBY bersama rombongan, dan tamu penting lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelah makin parah, apalagi di tambah bonus hujan “yang ikut melayat” di malam itu. Tapi semua itu sedikit terusir saat aku menyadari aku sedang mengalami pengalaman yang tak biasa. Aku menyaksikan orang yang ditumbangkan para mahasiswa itu, orang yang paling lama berkuasa itu, akhirnya manutup perjalanan sejarah hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita jadi saksi sejarah,” kata seorang teman wartawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam semakin larut. Aku sudah seharian di sana, sampai tengah malam. Aku masih ingat liputan terakhir adalah wawancara terakhir dengan Amien Rais. Tokoh Reformasi yang jadi seteru berat Soeharto. Dia datang sekitar pukul 23.00 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pulang malam itu sekitar jam 24.00. Saat mobil polisi memberitahukan bahwa cendana harus disterilkan untuk persiapan upacara melepaskan jenasah Bapak Pembangunan itu untuk di bawa ke Astana Giri Bagun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bergegas meninggalkan cendana menghampiri motorku. Bersama desiran dinginnya angin malam terlintas di benakku. Tak seorang pun bisa mengelak dari panggilanNya, semua orang pasti akan pulang kepadaNya. Sekuat apapun dia, seberkuasa apapun dia, Pasti akan kembali menghadap raja dari para raja, Allah SWT yang medegubkan setiap jantung, dan meniupkan setiap nafas. Yang beda hanya beda waktunya. (*)(08/02/12)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547287089621338152-4345700446007690371?l=kisahpolitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/feeds/4345700446007690371/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/03/saat-sang-penguasa-pulang-ke-cendanan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/4345700446007690371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/4345700446007690371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/03/saat-sang-penguasa-pulang-ke-cendanan.html' title='Saat Sang Penguasa Pulang ke Cendana'/><author><name>ceritapolitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03581870292337704400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547287089621338152.post-6341959178864302027</id><published>2009-03-29T21:55:00.000-07:00</published><updated>2009-03-29T21:58:38.899-07:00</updated><title type='text'>Beda Boleh, Pecah Jangan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://tbn3.google.com/images?q=tbn:PJsXkVc0qxTWKM:http://sibotakyangkurus.files.wordpress.com/2008/03/gusdur.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 85px; height: 124px;" src="http://tbn3.google.com/images?q=tbn:PJsXkVc0qxTWKM:http://sibotakyangkurus.files.wordpress.com/2008/03/gusdur.gif" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Puluhan santri terlihat berjajar memberi penghormatan saat mobil rombongan dari Jakarta berjajar memasuki pelataran sebuah pesantren yang sederhana. Puluhan santri kemudian terlihat antusias berebut melihat tamu yang datang hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat sang tamu keluar dari mobil di jajaran depan, beberapa kiai dan pengajar berebut menyambut dan mencium tangan sang tamu, yang tak lain adalah KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Dur memang sengaja berkunjung ke beberapa pesantren di Jawa Timur (Jatim) untuk menemui para kiai. Dalam satu setengah hari, Ketua Dewan Syuro DPP PKB itu mengunjungi beberapa kiai antara lain, KH Mas Nawawi Abdul Djalil (Ponpes Sidogiri, Pasuruan), KH Chotib Umar (Ponpes Rudatul Ulum, Jember), KH Achmad Nizam Syafaat (Ponpes Darussalam, Banyuwangi), KH Sufian Miftah (Ponpes Mambaul Hikam, Banyuwangi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ayal iringan rombongan mobil yang membawa mantan presiden itu, harus ngebut mengingat sempitnya waktu dan jauhnya lokasi yang akan dituju. Mobil rombongan yang berjajar seperti ular itu harus dipacu dengan kecepatan di atas 100 KM/jam untuk bisa mencapai semua lokasi tepat waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan beberapa mobil rombongan harus bertabrakan dengan mobil rekannya saat harus mengerem mendadak di kecepatan tinggi saat hujan lebat. Ada juga mobil rombangan yang sempat “tersenggol” Truk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para rombongan memang harus bertarung dengan waktu. Maklum, meskipun berkunjung ke para kiai adalah hal yang sangat penting, apalagi mereka selama ini yang menjadi basis kultural PKB. Namun kondisi kesehatannya Gus Dur tidak memungkinkan maka waktu kunjungan dan para kiai yang dikunjungi jadi terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Karena besok pagi saya harus cuci darah, tiga kali dalam seminggu. Mau ndak mau saya harus pulang,” tutur Gus Dur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerak cepat untuk mengejar waktu terlihat dari mimik muka rombongan yang memancarkan kelelahan. Maka setiap sampai dipesantren tujuan, para rombongan selalu menyempatkan diri untuk cuci muka ke kamar mandi, atau sekedar istirahat melepas penat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Sekjen PKB Zannuba Arifah Chafsoh (Yenny Wahid) sempat dipaksa mengakhiri wawancara dengan wartawan lokal, karena harus segera meninggalkan lokasi untuk menuju pesantren berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Safari ke para kiai itu memang terasa penting bagi PKB. Sebab selama ini dikabarkan PKB sedang berkonflik dengan beberapa kiai Jawa Timur akibat pembekuan DPW Jatim oleh DPP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, selama ini para kiai juga terpolar menjadi pendukung PKB dan partai pecahan PKB yaitu PKNU. Ketika berceramah di Ponpes Darussalam Banyuwangi, Gus Dur sempat berpesan tentang perbedaan pendapat antar apara kiai. Menurut dia perbedaan pendapat di antara para kiai itu hal biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Dur menceritakan dirinya sering berbeda pendapat dengan para kiai. Misalnya dengan KH Abdullah Faqih dari Langitan Tuban mengenai presiden perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita boleh saja berbeda-beda pendapat, yang tidak boleh itu terpecah-pecah, ini pokok,” tegas Gus Dur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mentan Ketua Umum PBNU ini juga mengaku pernah ditanya oleh Ketua PBNU KH Masdar Farid Masudi mengapa tidak melakukan rekonsiliasi dengan para kiai tang berseberangan. Menjawab itu, dia mengatakan jika kalau rekonsiliasi itu artinya saling memaafkan sudah dilakukan sejak dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi kalau rekonsiliasi itu artinya menempatkan orang, itu berlaku aturan, seperti kejujuran. Yang tidak jujur harus keluar,” tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain bertemu dengan para kiai besar yang memimpin pesantren, Gus Dur juga menemui para kiai kecil atau kiai kampung dalam forum Majelis Silaturahim Ulama Rakyat (Masura) atau bisa juga dikenal sebagai Ngaji Bersama Gus Dur. Saat forum tersebut ada hal yang menggelitik, yaitu saat KH Chotib Umar dari Ponpes Rudatul Ulum, Jember ceramah di acara tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para wartawan dari Jakarta kebingungan karena tidak mengerti bahasa yang diucapkan kiai tersebut. Ternyata dia menggunakan bahasa Madura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai safari tersebut, Yenny yang mendampingi Gus Dur menemui para kiai mengatakan Safari Gus Dur ke kiai diperlukan untuk menemui para kiai yang mejadi tulang punggung PKB agar partai tersebut tetap solid. “Ada kerinduan Gus Dur untuk berdialog dengan para kiai yang hidup di tengah-tengah masyarakat. Begitu pula para kiai juga ingin berdialog dengan Gus Dur,” jelasnya. (dian widiyanarko)(07/12/20)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547287089621338152-6341959178864302027?l=kisahpolitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/feeds/6341959178864302027/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/03/beda-boleh-pecah-jangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/6341959178864302027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/6341959178864302027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/03/beda-boleh-pecah-jangan.html' title='Beda Boleh, Pecah Jangan'/><author><name>ceritapolitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03581870292337704400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547287089621338152.post-5262546176409177234</id><published>2009-03-29T21:54:00.000-07:00</published><updated>2009-03-29T21:55:39.182-07:00</updated><title type='text'>Pilar Ke Lima</title><content type='html'>Saat ini, ketika bicara politik tampaknya menjadi kurang lengkap kalau tidak menyinggung hasil survei. Memang survei merupakan salah satu fenomena yang mewarnai dunia politik pasca reformasi, dan perannya semakin penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, survei hanya marak dan dikenal di dunia akademik saja, namun saat ini sudah menjadi referensi dunia politik. Hasil survei mengenei posisi parpol, capres, kinerja pemerintahan, dan sebaganinya, sangat ditunggu-tunggu hasilnya. Sampai-sampai hasil quick count sebuah lembaga survei lebih dipercaya ketimbang penghitungan resmi KPU, yang datangnya memang kalah cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Survei juga bisa memancing polemik, menjadi panduan langkah politik, sampai dijadikan dasar sebuah kebijakan. Tak jarang politisi kebakaran jenggot atau bereaksi berlebihan atas sebuah survei. Maklum, hasil survei memang sering akurat memprediksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amat berpengaruhnya survei, sampai-sampai Denny JA yang memimpin Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menyebut survei sebagai pilar kelima Demokrasi, setelah trias politika (eksekutif, legislatif, dan Yudikatif), dan Pers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah karena memang melihat faedah pentingnya, atau cuma ikutan tren dan euforia, saat ini banyak parpol yang menggantungkan langkah dan strategi politiknya pada hasil survei. Golkar akan menentukan capres dengan survei, PAN juga demikian, bahkan PDIP yang sudah memiliki Capres, juga tetap akan memperhatikan survei untuk langkah politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seolah tak mau ketinggalan, Pansus RUU Pemilu juga sampat melontarkan wacana membatasi lembaga survei. Terutama menyangkut hasil quick count, yang dikhawatirkan mempengaruhi pilihan saat ada pemilihan ulang, atau mereka yang belum mencoblos di zona waktu berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar sikap sangat percaya dengan hasil survei, survei juga dinilai perlu diwaspadai. Hasil survei sering menjebak. Seperti yang dikatakan politisi senior Eros Djarot, pendekatan angka-angka tau kuantitatif sering tidak cocok dengan kenyataan, sering meleset.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi selama ini banyak lembaga survei yang “berbisnis”. Misalnya saat pilkada, tak hanya para calon yang bersaing, beberapa lembaga survei juga ikut bersaing. Survei kemudian dituding sebagai pesanan untuk membentuk dan mempengaruhi “persepsi” masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, sebaiknya survei harus dilihat secara cerdas. Survei ibarat potret perilaku masyarakat. Namanya perilaku, dia tentu bisa cepat berubah, bisa juga tidak. Jadi jangan terlalu mengandalkan pemataan hanya dengan sebuah potret yang tentu terbatas, namun juga jangan terlalu meremehkan sebuah potret yang sering menggambarkan sesuatu apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, para politisi seharusnya jangan terlalu menggantungkan pada survei. Survei bisa dijadikan sebagai sebuah panduan. Ibarat panduan, bisa memuluskan jalan bisa menyesatkan.(*)(07/12/20)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547287089621338152-5262546176409177234?l=kisahpolitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/feeds/5262546176409177234/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/03/pilar-ke-lima.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/5262546176409177234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/5262546176409177234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/03/pilar-ke-lima.html' title='Pilar Ke Lima'/><author><name>ceritapolitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03581870292337704400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547287089621338152.post-6981972880917893904</id><published>2009-03-29T21:51:00.000-07:00</published><updated>2009-03-30T22:58:49.861-07:00</updated><title type='text'>Saat Cafe Bertemu Kantor DPP</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.detiknews.com/images/content/2008/08/27/10/kantorPAN.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 150px;" src="http://www.detiknews.com/images/content/2008/08/27/10/kantorPAN.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://tbn1.google.com/images?q=tbn:Pt4tbEyecAguJM:http://www.soetrisnobachir.com/spaw/uploads/images/article/image/2008_09_09_11_27_23_launching9_2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 119px; height: 78px;" src="http://tbn1.google.com/images?q=tbn:Pt4tbEyecAguJM:http://www.soetrisnobachir.com/spaw/uploads/images/article/image/2008_09_09_11_27_23_launching9_2.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gedung besar berwarna biru itu berdiri tegak di pinggir jalan Buncit Raya, dengan banner super besar bertuliskan “Rumah PAN” menghiasi bagian atasnya. Dari luar tampak seperti gedung-gedung bertingkat biasa. Namun saat masuk ke dalamnya, suasana kafe yang sangat nyaman akan langsung menyambut. Kafe yang ada di lantai satu itu dilengkapi dengan fasilitas standar kafe modern, lengkap dengan karaoke. Ada pula food court dengan segala macam makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gedung dengan suasana nyaman itu adalah kantor baru Partai Amanat Nasional (PAN) yang disebut Rumah PAN. Bangunan yang diresmikan saat ulang tahun PAN ke 9, 23 Agustus 2007 lalu itu memang lebih mirip dengan hotel atau Mall dari pada kantor partai politik. Bangunan tujuh lantai itu dibeli Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir dari Kelompok Bakrie senilai hampir Rp20 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya gedung itu akan dipakai sebagai kantor resmi DPP PAN berserta semua organisasi otonomnya. Kantor DPP PAN memang sempat berpindah-pindah. Mulai dari Benhil, H. Nawi, Ampera, dan Tebet, sampai akhirnya menempati Rumah PAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah PAN, yang juga akan dibangun di Jambi dan daerah lainnya, itu membedakan Kantor DPP PAN dengan partai lain. Gedung partai lain biasanya hanya berupa bangunan sederhana yang dibangun satu hingga dua lantai. Suasananya pun sangat formal, berbau organisasi, serta  terkesan tua, tengok saja Kantor DPP Golkar, PDIP, dan partai-partai lainnya. Kalau pun ada yang diperbaharui dan dibuat nyaman, tetapi nuansa kantor organisasi dan kesan formalnya masih terasa, misalnya kantor DPP PPP atau PKB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain dengan Rumah PAN yang justru menawarkan suasana Mall. Karena gedung itu memang dirancang bukan hanya sebagai Kantor DPP saja, tetapi juga sebagai bussines center. Bahkan gedung itu juga dilengkapi banyak fasilitas seperti WarRoom yang digunakan untuk menggodog strategi partai, klinik, media center, Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum (LKBN), dan fasilitas lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep gedung yang juga menjadi bussines center itu, senada dengan tekad Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir yang ingin menanamkan sikap kewirausahaan. Dia berpendapat semangat kewirausahaan harus dibangkitkan kalau bangsa Indonesia mau bangkit dari keterpurukan. “Dengan itu pengagguran bisa dikurangi, dan kita bisa menjadi bangsa yang tidak tergantung pada siapapun,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat itu, kata pengusaha asal Pekalongan itu, telah dijadikan paradigma baru partai yang didirikan Amien Rais 9 tahun yang lalu itu. Tak heran jika dalam gedung yang masih dalam proses pengerjaan interior di beberapa lantainya itu, dipertemukan antara suasana kerja partai dengan suasana bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi kafe dan karaoke yang dilengkapi big screen dan wide screen itu juga biasa menjadi tempat bersantai bagi Soetrisno bersama para pemimpin harian setelah penat mengikuti rapat-rapat dan berbagai urusan partai. Itulah Rumah PAN, satu-satunya tempat di mana kafe bertemu kantor DPP. (dian widiyanarko)(07/08/24)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547287089621338152-6981972880917893904?l=kisahpolitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/feeds/6981972880917893904/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/03/saat-cafe-bertemu-kantor-dpp.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/6981972880917893904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/6981972880917893904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/03/saat-cafe-bertemu-kantor-dpp.html' title='Saat Cafe Bertemu Kantor DPP'/><author><name>ceritapolitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03581870292337704400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547287089621338152.post-7544289020341510187</id><published>2009-03-29T21:47:00.000-07:00</published><updated>2009-03-30T22:39:53.987-07:00</updated><title type='text'>Ada Tupai di Cendana</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://farm3.static.flickr.com/2165/2222384721_5a775b023d.jpg?v=0"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 500px; height: 375px;" src="http://farm3.static.flickr.com/2165/2222384721_5a775b023d.jpg?v=0" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Jumat lalu, tepatnya 8 Juni 2007, aku menghabiskan hampir seluruh waktu di sebuah jalan yang sangat terkenal. Yaitu Jalan Cendana. Sebab di hari itu aku harus meliput hari ulang tahun mantan presiden Suharto yang ke 84 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di jalan itu, aku dan bersama beberapa wartawan duduk di trotoar depan rumah Pak Harto. Memang seolah sudah tradisi wartawan akan selalu nongkrong di depan rumah yang luasnya setara dengan empat rumah itu. Ya gimana lagi, kan wartawan dilarang masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak pagi ketika mendapat tugas meliput di sana, aku terbayang betapa membosankannya nongkrong di depan rumah orang yang kabarnya sakit itu. Tapi hal itu segera sirna setelah aku sampai di jalan yang berada di kawasan menteng itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa tidak, ternyata suasana di sana sangat sejuk. Jalan yang diapit rumah-rumah mewah itu dihiasi banyak pepohonan rimbun di pinggirannya. Belum lagi banyak wartawan yang asik-asik diajak ngobrol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sana aku bertemu dengan beberapa wartawan TV. Ada yang pernah ketemu waktu liputan di tempat lain dan lama tidak bertemu -soalnya wartawan TV tidak ngepos seperti wartawan cetak – lalu bertemu lagi. Ada juga yang dulu hanya kukenal di TV sekarang jadi kenal beneran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obrolan santai kami sesekali terintrupsi oleh masuknya mobil mewah ke dalam rumah bercat hijau pupus itu. Para wartawan bergegas mengamnil alat liputannya dan mencoba mencari tahu siapa yang menyambangi orang yang paling lama jadi presiden di Indonesia itu. Siang itu, paling tidak ada dua orang yang datang, yaitu Menteri Perindustrian Fahmi Idris dan pengacaranya Pak Harto Oce Kaligis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada wartawan, mereka mengaku Pak Harto masih sakit dan kondisinya lemah, bicara kurang lancar. Tapi Fahmi juga mengatakan –entah sadar atau tidak- Pak Harto saat diajak bercanda tertawa terbahak-bahak. Oce juga begitu, dia mengatakan kliennya sakit permanen dan kondisinya lemah, tapi –entah sadar atau tidak- dia menunjukkan foto dirinya bersama Pak Harto yang di situ terlihat berdiri tegak dan terlihat sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas kita tidak tahu Pak Harto sakit atau sehat. Kami kan tidak bisa melihat langsung kondisinya, jangankan masuk rumahnya, menginjak halamannya saja tidak boleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menunggu di sana mulai terasa membosankan saat matahari mulai tergelincir. Para wartawan TV sudah gantikan temannya bahkan ada yang tiga kali diganti, juga wartawan lainnya. Tapi aku, sejak pagi hingga sore masih nongkrong di situ dengan kaki yang mulai pegal-pegal dan kesemutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil duduk di tepi trotoar kuperhatikan puluhan karangan bunga dalam pot yang membanjiri teras rumah itu. Bunga yang dikirim oleh berbagai kalangan itu tentu harganya lebih dari Rp50 ribu per buah. Coba kalikan dengan jumlahnya yang puluhan buah. Berapa banyak uang dihambur-hamburkan, sebab karangan bunya itu keesokan harinya pasti berpindah ke tong sampah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lamunanku tiba-tiba dibuyarkan oleh gerakan daun dan dahan pohon di rumah keluarga Cendana itu. Seekor tupai kecil terlihat melompat lompat di situ. Ternyata di Jakarta masih ada habitat tupai. Aku jadi ingat belakang rumahku di kampung yang juga banyak tupainya saat aku masih kecil dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jadi ingat, sudah hampir setahun ini aku tak pulang kerumah. Bahkan lebaran yang lalu aku harus tetap masuk kerja, karena aku belum dapat libur. Ibuku sering mengatakan rindu untuk bertemu, namun pekerjaan tak mengizinkan kita bertemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi liputan hari itu membuat orang rumah bisa mengobati rindunya dengan melihat diriku dari layar TV. Aku kata mereka sempat beberapa kali tersorot kamera TV saat desak-desakan mewawancarai orang yang bertandang ke rumah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tupai itu tak tersorot kamera. Maka tak banyak orang yang tahu bahwa di kawasan elit Jakarta itu, di sekitar rumah mantan penguasa Orde Baru, ada kelauarga tupai yang hidup damai.(07/06/11)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547287089621338152-7544289020341510187?l=kisahpolitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/feeds/7544289020341510187/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/03/ada-tupai-di-cendana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/7544289020341510187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/7544289020341510187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/03/ada-tupai-di-cendana.html' title='Ada Tupai di Cendana'/><author><name>ceritapolitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03581870292337704400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547287089621338152.post-8288372575850032573</id><published>2009-03-29T21:42:00.000-07:00</published><updated>2009-03-29T21:46:46.846-07:00</updated><title type='text'>Tukang yang Baik Tak Tinggalkan Kayu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://foto.detik.com/images/content/2007/05/10/157/Lukman1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 450px; height: 293px;" src="http://foto.detik.com/images/content/2007/05/10/157/Lukman1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cdian%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tukang yang baik tak tinggalkan kayu. Itulah kalimat bijak yang terlontar dari mulut Menteri Negra Pembangunan Daerah Tertinggal (Meneg PDT) Saifullah Yusuf saat detik-detik terakhir memegang jabatan menteri. Gus Ipul -sapaan akran Saifullah Yusuf- mengatakan, dia ingin menjalankan kalimat bijak tersebut. Yaitu menjadi pejabat yang baik, yang saat masa jabatannya selesai, urusannya juga selesai.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kalimat bijak Gus Ipul itu menambah warna-warni upacara serah terima jabatan Meneg PDT. Mungkin sertijab tersebut bisa dikatakan sertijab paling unik. Betapa tidak, dalam sertijab tersebut Gus Ipul berpidato sangat panjang, dengan isi pidato yang penuh canda tawa, sehingga membuat para hadirin tertawa terbahak-bahak.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Misalnya saat dia berpesan bahwa Meneg PDT yang baru Lukman Edy harus mampu menajukan Kemeneg PDT. “Dulu PDT dipandang sebelah mata, sekarang lumayan, sudah satu setengah mata. Nanti Pak Edy harus bisa membuat dua mata penuh. Bahkan empat mata. Puas..puas..,” candanya menirukan salah satu acara komedi yang disambut tawa riuh hadirin.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Gus Ipul yang sesekali terlihat terharu dalam acara tersebut mengatakan dirinya yakin Lukman Edy mampu menghadirkan kinerja yang lebih baik dari dirinya. “Pak Edy ini penerus saya tidak hanya di kementrian ini saja, tapi juga di PKB. Dulu saya Sekjen PKB, dia sekarang juga Sekjen. Selama ini saya lihat Pak Edy benyak mengkritik kementrian ini. Karena itu, saya gembira Pak Edy yang gantikan saya. Saya yakin akan lebih baik dari saya,” tuturnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dalam kesempatan itu, Gus Ipul lebih banyak menceritakan tentang Kemeneg PDT dan aktivitasnya selama ini. Tentu diselingi guyonan dan sesekali sindiran ciri khasnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Gus Ipul juga mengatakan ketidak hadirannya di Istana adalah karena dia ingin mempersiapkan sertijab tersebut. “Pada &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; pemberhentian saya presiden mengatakan suatu saat nanti presiden akan bicara dengan saya dengan waktu yang lebih leluasa. Sementara saya juga mempersiapkan sertijab ini,” ungkapnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kerena itu dia meminta agar ketidak hadirannya tidak dispekulasikan sebagai kekecewaan, karena dia tidak pernah merasa kecewa dengan reshuffle ini. “Kalaupun kecewanya, keceweanya karena kita tidak mampu manuntaskan pekerjaan. Pencopotan ini tidak ada persoalan bahkan saya ingin tetap mendukung, ingin berpartisipasi,” jelasnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kepada Lukman Edy, Gus Ipul mewariskan dua hal sebagai pekerjaan rumah Kementrian PDT yang harus diselesaikan. Yaitu rencana aksi nasional pembangunan daerah tertinggal dan RUU Pola Pembangunan Daerah tertinggal. “Mudah-mudahan dibahas tahun ini dan 2008 sudah ada undang-undangnya, yang memuat sangsi bagi mereka yang lalai dalam pembangunan daerah tertinggal,” ujarnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sementara itu, Meneg PDT yang baru Lukman Edy mengatakan selama ini dirinya dan Gus Ipul adalah sahabat karib. “Kami sering berkomunikasi. Semoga sertijab ini bukan memperburuk keadaan justru menyambung kembali silaturahmi kami dengan Pak Saifullah Yusuf,” tuturnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Lukman mengatakan, masukan dirinya pada Kemeneg PDT yang selama ini dianggap kritik sebenarnya adalah bentuk kasih sayang dirinya pada Gus Ipul. Karena itu dia berjanji akan meneruskan program Kemeneg PDT dengan baik kedepan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Lukman yang berpidato lebih singkat juga sempat melucu. “Pidato saya singkat saja, karena saya menyadari masih banyak kesempatan pidato di depan anda semua,” candanya seolah tak mau kalah lucu dengan Gus Ipul. (dian widiyanarko) (07/06/04)&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547287089621338152-8288372575850032573?l=kisahpolitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/feeds/8288372575850032573/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/03/tukang-yang-baik-tak-tinggalkan-kayu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/8288372575850032573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547287089621338152/posts/default/8288372575850032573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisahpolitik.blogspot.com/2009/03/tukang-yang-baik-tak-tinggalkan-kayu.html' title='Tukang yang Baik Tak Tinggalkan Kayu'/><author><name>ceritapolitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03581870292337704400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
